Kota Malang Memilih Pemimpin

Paslon Sae Dapat Saran Berbagai Pihak Apabila Terpilih Memimpin Kota Malang

Calon Wali Kota Malang, Sutiaji. (istimewa)
Calon Wali Kota Malang, Sutiaji. (istimewa)

MALANGVOICE – Pasangan calon Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko memahami betul beratnya tugas yang diemban apabila terpilih menjadi pemimpin di Pilwali Kota Malang 2018.

Menyikapi hal itu, beberapa upaya sudah dilakukan. Salah satunya meminta saran dari seniornya, termasuk mantan Wali Kota Malang, seperti Peni Suparto dan Ebes Soegiono.

Dari Peni Suparto, paslon Sae mendapat wejangan agar jabatan tersebut harus dijalankan dengan konsep gotong royong didasari dengan rasa persaudaraan yang kuat.

Sementara dari keluarga Ebes Soegiono ditarik kiat, memimpin Kota Malang harus dengan hati bersih untuk rakyat. Keputusan harus diambil dengan tegas dilandasi hukum dan pengawasan yang cermat dari kesalahan.

Tak hanya itu, dari tokoh agama, KH Marzuki Mustamar, mengingatkan pentingnya menjalin sambung rasa dengan rakyat yang dipimpinnya. Gunakan momentum salat subuh sebagai sarana untuk bersilaturahmi dari masjid ke masjid mendengarkan suara hati masyarakat.

Suara warga dan komunitas sendiri mengharapkan agar bila Sae terpilih nanti tidak melupakan rakyat.

Semua pesan dan harapan itu diterima dengan positif oleh Sutiaji-Edi sebagai bekal untuk melengkapi kepemimpinan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2018 – 2023 apabila memenangkan Pilwali Kota Malang 27 Juni 2018.

“Insya Allah saya dan Bung Edi tidak akan mengubah nomor HP sehingga setiap warga dapat menghubungi kami. Kami pun tidak berambisi jabatan, melainkan semua diniatkan ibadah. Kami hanya ingin menjabat satu periode untuk mewujudkan Malang Sae,” ujar Sutiaji.(Der/Aka)