Pamerkan 9 Koleksi, Museum Angkut Primadona IIMS

Manajer Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto saat bercerita diruangannya. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Museum Angkut Kota Batu tidak hanya menarik wisatawan, namun juga menpesona profesional, kolektor, dan publik di Jakarta. Dalam event Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di JIExpo Jakarta, museum Angkut mengikutsertakan sembilan kendaraan klasik pilihan, yakni empat mobil dan lima motor.

Adapun empat mobil kuno tersebut adalah Roll Roys Silver Shadow tahun 1974, Dodge Depot tahun 1934, Bentley tahun 1952, dan Austin Healy tahun 1951. “Kalau Bentley ini sekelas dengan yang dipakai Ratu Diana di Kerajaan Inggris. Kemudian Dodge Depot ini masih bisa menyala sehingga membuat heboh pengunjung,” kata Manajer Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto kepada MVoice, Senin (24/8).

Titik menceritakan banyak orang yang geleng-geleng dengan koleksi Museum Angkut, bahkan mendapatkan kunjungan potensial dari Hotman Sitompul, Hauke, dan juga Roy Suryo yang tergabung dalam Perhimpunan Mobil Kuno Indonesia (PMKI).

BNN Kota Malang

Bahkan, beberapa orang yang faham sejarah mobil kuno sampai heran ada mobil Austin Healy yang pernah menghebohkan dunia karena mendapatkan predikat kecelakaan termahal dengan korban meninggal 83 orang di Perancis.

“Tapi bukan mobil ini, ya sama aja. Karena mobil yang kecelakaan itu sudah dilelang,” cerita Titik sambil tertawa.

Sementara koleksi sepeda motor yang turut dipamerkan adalah BSA Roundtank tahun 1925, MV Agusta tahun 1950, Ariel tahun 1961, Ambassador tahun 1960, dan Nimbus 4 silinder tahun 1954.

“Bahkan beberapa orang sampai bisik-bisik ingin membeli kendaraan ini. Namun saya tegaskan bahwa ini milik museum untuk pameran, tidak dijual,” kata Titik.

Ia sendiri mengakui bahwa pihaknya diundang menghadiri IIMS karena publik sudah kadung booming dengan adanya Museum Angkut di media sosial. “Saya datang sekaligus bisa dikatakan sebagai Duta Wisata Kota Batu. Saya membawa informasi soal PHRI, Jatim Park Group, dan Museum Angkut sendiri,” tandasnya.-