Orangtua Pisah Ranjang, Anak Dicabuli Sang Kakek

Korban saat bersama keluarganya melapor ke Polres Malang.

MALANGVOICE – Gara-gara rumah tangga tidak harmonis, anak pun menjadi korban. Itulah yang dialami NO, yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Rabu (30/9), NO bersama pamannya mendatangi Mapolres Kabupaten di Kepanjen. Kedatangan NO tersebut melaporkan ulah bejat kakek tirinya, Sukiman (50). Dalam pengakuannya kepada petugas kepolisian, NO telah dicabuli oleh kakek tirinya. Kalau dihitung, sudah lima kali NO mendapat perlakuan bejat kakek tirinya itu.

Sukiman merupakan keluarga dari pihak ibu NO. Sedangkan ibu NO saat ini pisah ranjang dengan sang suami. Selama orangtuanya pisah ranjang, NO lebih sering tidur di rumah keluarga ibunya di Perumahan Griya Permata Alam Ngijo, Kecamatan Karangploso.

Perbuatan cabul Sukiman diketahui oleh adik korban NI yang setiap malam tidur bersama. Saat kejadian, mereka menginap di Perumahan Griyo Permata Alam, Ngijo. Perilaku bejat itu selanjutnya diceritakan oleh adik NO kepada sang ayah. “Saat kakeknya membuka rok dan celana dalam korban, dan sang kakek melepas celananya, adik korban melihatnya tapi takut mau bangun,” ungkap paman korban yang tidak mau disebut namanya.

Ayah korban lantas meminta tolong ke bidan agar memeriksa kondisi korban. Beruntung, selaput dara NO masih utuh. Tetapi bagian pinggir alat vital NO ada bekas gesekan. “Saat kencing korban merasa perih dibagian kemaluannya. Namun, saat dicabuli korban tidak merasakan apa-apa,” jelasnya.

Karenan itu, polisi dimohon supaya dapat menangkap Sukiman yang kini diduga lari ke Surabaya. “Dari keluarga minta dihukum seberat-beratnya, karena perbuatan ini membuat kedua cucu saya trauma,” paparnya.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, mengatakan kasus tersebut masih ditangani pihaknya. Selanjutnya proses visum akan dilakukan apabila dibutuhkan. “Kalau cuma meraba-raba tidak perlu dilakukan visum, karena visum untuk mengetahui korban sudah diapakan saja,” katanya di kantornya.-