Miris, Warga Muharto Dikeroyok Aremania di ‘Kandang’ Sendiri

Suporter Singo Edan, Aremania di Stadion Kanjuruhan. (deny rahmawan)
Article top ad

MALANGVOICE – Laga tensi tinggi antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya tak hanya terjadi di lapangan, namun juga terasa hangat di bagian tribun.

Laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10) itu para suporter terasa tegang. Beberapa kali di tribun stadion terjadi keributan antar suporter, belum jelas apa pemicunya. Namun yang pasti dari keributan itu ada yang salah sasaran.

Seorang warga asal Muharto, Muslimin (28) justru dikeroyok Aremania sendiri. Ia dianggap Bonek Mania sehingga memancing massa untuk mendekat. Akibatnya ia harus dirawat di RST Soepraoen pasca kejadian.

Kepada wartawan, Muslimin menceritakan sebelum kejadian itu ia bersama istri dan anaknya sedang duduk di tribun selatan. Namun, tiba-tiba ada lemparan gelas plastik berisi es batu ke lapangan. Lemparan itu ternyata mengenai anaknya yang berusia 15 bulan.

“Saya datangi dia mau menegur. Tapi ternyata saya malah diteriaki Bonek. Saya dihajar ramai-ramai sampai tribun bawah,”

Ia sempat ingin menunjukkan KTP yang beralamat di Malang. Namun massa sudah terlanjur banyak dan beruntung ia bisa diselamatkan petugas.

Saat di rumah sakit, Muslimin juga mendapat simpati dari rekannya. Ia menyayangkan hal itu terjadi dan enggan melapor ke polisi.

Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, juga menyayangkan aksi oknum Aremania yang berbuat onar dalam laga itu. Meski Arema menang, namun kericuhan dan masuknya suporter ke lapangan usai pertandingan bisa mencederai kemenangan tersebut.

“Tentu kami berterima kasih kepada Aremania yang mendukung penuh tim di stadion sehingga meraih kemenangan. Tapi sesuai regulasi semua harus memahami dan respect. Kalau ada suporter masuk lapangan bakal ada sanksi,” tutupnya. (Der/Ulm)