MALANGVOICE – Pemerintah Pusat memberi perhatian serius pada persoalan sampah di Malang Raya. Salah satu langkah yang didorong adalah percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE).
Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, saat menghadiri Korve dan Apel Siaga Gerakan Indonesia ASRI di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jalan Ijen, Kota Malang, Minggu (29/3).
Menurut Hanif, percepatan pembangunan PSEL ini menjadi bagian dari arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto. Upaya tersebut dinilai mendesak mengingat produksi sampah di Malang Raya mencapai sekitar 1.000 ton per hari.
“Ini merupakan rangkaian agenda untuk menyelesaikan tugas dari Bapak Presiden dalam mempercepat pembangunan fasilitas Waste to Energy sebagai solusi konkret di hilir,” ujar Hanif.
Di sisi lain, Hanif mengapresiasi capaian pengelolaan sampah di Kota Malang. Saat ini, tingkat ‘penangkapan’ sampah disebut telah mencapai 99 persen. Mayoritas sampah itu juga telah dikelola di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menggunakan sistem sanitary landfill, sesuai amanat undang-undang.
Tak hanya itu, nilai capaian kebersihan Kota Malang saat ini berada di angka 73,5. Kota ini hanya membutuhkan sedikit peningkatan untuk meraih predikat Adipura.
“Namun ini bukan sekadar soal penghargaan. Ini adalah kewajiban konstitusional kita untuk menghadirkan lingkungan yang baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Hanif juga menekankan pentingnya pemilahan sampah dari hulu, terutama di tingkat rumah tangga. Tanpa langkah ini, beban pengolahan di hilir akan semakin berat dan membutuhkan biaya besar. Pemerintah pun menargetkan persoalan sampah bisa dituntaskan secara menyeluruh paling lambat pada 2029.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya bersih di masyarakat.
Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari kerja bakti rutin setiap Rabu dan Jumat hingga edukasi sejak dini di sekolah.
“Kami bahkan mewajibkan anak-anak untuk kerja bakti sebelum memulai pelajaran di kelas sebagai bagian dari pembentukan karakter,” jelasnya.
Wahyu juga mengingatkan, kebiasaan membuang sampah sembarangan berdampak langsung pada bencana, seperti banjir yang masih kerap terjadi di Kota Malang.
“Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk lebih sadar dan menjadikan pilah sampah sebagai gaya hidup,” imbuhnya.
Sebagai bentuk keteladanan, usai kegiatan, Menteri LH bersama jajaran kepala daerah turut memunguti sampah di area HBKB Jalan Ijen. Aksi sederhana ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari hal kecil.(der)