Lincah, Kala Wali Kota Malang Perform Kuda Lumping

Wali Kota Malang Sutiaji berkolaborasi dengan pegiat seni kuda lumping di Ijen Suite, Selasa (18/2). (Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang Sutiaji berkolaborasi dengan pegiat seni kuda lumping di Ijen Suite, Selasa (18/2). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Ada pemandangan unik terjadi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tematik Pemuda yang digelar Bappeda Kota Malang di Ijen Suite, Selasa (18/2). Wali Kota Malang mempertontonkan kelihaiannya berkesenian kuda lumping.

Lengkap dengan kuda lumping dan pecut alias cambuk, Sutiaji berkolaborasi penggiat seni kontemporer kuda lumping bertajuk Javanese Bogem. Adalah seni kontemporer yang melibatkan dua unsur pemuda memainkan musik perkusi dan diramu selaras tari kuda lumping Malangan. Performa atau penampilan seni itu mengusung tema ‘semangat juang pemuda melawan kemalasan dan menggapai kemakmuran’.

Sutiaji tampil lincah kala sesi pertunjukan memecut atau mencambuk sosok buto. Sontak saja aksi pria juga politisi Demokrat ini mengundang tepuk tangan riuh peserta

BNN Kota Malang

Perwakilan penampil Javanesse Bogem, Deni menuturkan, bahwa seni kontemperer yang dikemas terlahir dari sebuah kegelisahan atas makin jauhnya seni tradisional dari pemuda. Jiwa seni itu pula yang memanggilnya untuk berkreasi bersama Aris Dantupret.

Merespon itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi kreativitas para pelaku seni, terutama generasi pemuda Kota Malang. Menurutnya, para pemuda inovatif bakal menjadi sosok penting memajukan daerah.

“Ini luar biasa. Contoh nyata bahwa pemuda Kota Malang akan menjadi pilar penting bagi kemajuan daerah. Dan ini juga bagian penting dari penguatan ekonomi kreatif,” ujar Sutiaji.(Der/Aka)