Lima Proyek Bernilai Miliaran Rupiah di Malang Selatan Mangkrak

Kondisi embung di Desa Segaran, Gedangan.
Article top ad

MALANGVOICE – Lima proyek bernilai miliaran rupiah yang berada di wilayah Gedangan, saat ini terlihat mangkrak. Banyak pihak, termasuk warga sekitar merasa prihatin dan mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah.

Hal ini seperti pada proyek embung di Dusun Putat, Desa Segaran, Gedangan yang bersumber dana dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 1 miliar lebih. Lokasi embung di atas tanah seluas 2 hektare dibiarkan tak terurus, padahal pembangunan tersebut selesai sejak tahun 2004 silam.

Hal serupa juga terjadi pada titik proyek pengadaan air bersih (Weslick) senilai Rp 600 juta di Desa Segaran. Kedua proyek ini sampai sekarang terbengkalai dan tidak ada tindak lanjut berarti.

Rahmat Kartala. (Istimewa).

Masih di wilayah Gedangan, proyek riset dan teknologi dari Badan Atom Nasional (BATAN) tahun 2006 silam di Dusun Sumbergesing Kulon, Desa Gedangan, berupa dua titik sumur bor berkedalaman 130 meter juga tidak berfungsi. Sementara nilai pembiayaannya, masing-masing sebesar Rp 1 miliar.

Tak berhenti disini, proyek mangkrak juga terjadi di Dusun Sumbergesing Kulon, Desa Gedangan. Proyek dari PDAM Kabupaten Malang (Perumda Tirta Kanjuruhan) pada tahun 2011 lalu untuk sarana air bersih dengan anggaran Rp 1,5 miliar bersumber dari dana Pemprov Jatim, hingga kini terkesan dibiarkan tanpa ada kelanjutan pasti. Padahal, ketersediaan air bersih bagi warga Gedangan, adalah sumber kehidupan utama. Mengingat, wilayah ini masuk zona rawan kekeringan dan susahnya memperoleh air bersih.

“Khusus untuk proyek PDAM, pihak pengelola pernah mengaku salah sasaran dan keliru titik penggalian karena kontur tanah atau geologi melenceng dari titik A ke titik C,” ucap salah satu warga Gedangan, Yudi, saat ditemui awak media, Kamis (28/11).

Menanggapi banyaknya proyek mangkrak di Malang Selatan, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Rahmat Kartala mengaku, selama ini memang belum pernah ada laporan dari masyarakat. Namun dirinya berjanji akan segera tinjau lokasi.

“Untuk peninjauan nanti, kami harus bersinergi dengan Kepala Dinas dan komisi lain yang membidangi,” ungkapnya, saat ditemui usai mengikuti Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Malang, Kamis (28/11).

Terkadang, lanjut Rahmat, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kadang tidak mengetahui tahu sejumlah titik proyek. Kalau itu proyek Kabupaten Malang, dewan pasti akan segera menindaklanjuti.

“Kalau itu proyek dari provinsi, kami juga akan berkoordonasi dengan dinas terkait yang ada di provinsi,” pungkasnya. (Der/Ulm)