Kesan Veteran: Upacara Kesaktian Pancasila Kurang Menggigit

Djuarno (kanan) dan Zuliarno (kiri). (Fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Ketua Dewan Pertimbangan Cabang Kejuangan 45, Drs M Zuliarno EZ, menilai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Batu kurang menggigit dan terkesan seremoni belaka.

Ia menyarankan, di tahun-tahun mendatang agar dilakukan sarasehan dengan sesepuh-sesepuh pejuang yang masih hidup, supaya bisa diambil manfaat sebanyak-banyaknya.

“Adakan dialog dengan pejuang, mumpung kami ini masih hidup. Teman seperjuangan saya sudah mati semua. Dari cerita perjuangan ini, pemuda akan mengetahui makna Kesaktian Pancasila,” ungkap Zuliarno bersemangat, usai upacara.

BNN Kota Malang

Di usianya yang sudah 82 tahun, dia masih kelihatan bugar dan berapi-api. Zuliarno mengatakan, siap apabila diundang untuk dialog, atau sekedar berbincang soal perjuangannya dan teman-temannya di masa lalu guna memberikan motivasi.

“Dulu kami berjuang tidak main-main kok, nyari makan sendiri, nyari senjata sendiri, berjuang untuk kemerdekaan. Sekarang peringatan kurang menggigit,” tandasnya.

Ketua Harian Cabang Kejuangan 45 Kota Batu, Djuarno, melihat pengamalan Pancasila perlu disosialisasikan kepada generasi muda secara umum. Karena dalam kesaktian Pancasila, mengandung tuntutan pengamalannya.

“Sekarang kalau soal mengamalkan isi Pancasila, sudah banyak yang lupa. Padahal dari Pancasila ini kita mendirikan negara yang selalu kita bela, dari dulu hingga sekarang,” tandasnya.