Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Kasihan, Wanita Sopir Taksi Online Ini Gagal Angkut Penumpang

Sopir taksi online kembali 'ditangkap' di sekitar Stasiun Kota Baru Malang. (Muhammad Choirul)
Sopir taksi online kembali 'ditangkap' di sekitar Stasiun Kota Baru Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – ‘Penangkapan’ sopir taksi online oleh sopir angkot dan taksi konvensional masih terus terjadi di Kota Malang. Kali ini, seorang perempuan ‘diamankan’, yakni Tri Rahayuningsih, warga Jalan Wiriaga Blimbing, Kota Malang.

Padahal, sopir taksi online itu sudah menjauh dari Stasiun Kota Baru untuk mengangkut penumpang, Senin (13/3). Hal itu terungkap dari penuturan sejumlah saksi di lokasi.

Kronologinya, ada penumpang baru saja tiba di Stasiun Kota Baru hendak melanjutkan perjalanan menuju Bandara Abd Saleh. Penumpang itu sempat ditawari naik taksi konvensional, namun menolak dengan alasan biayanya terlalu mahal.

“Penumpang ini bilang lebih baik naik Uber saja. Dia tidak mau ketika ditawari naik taksi dengan ongkos normalnya Rp 75 ribu,” kata seorang anggota Paguyuban Sopir Stasiun Kereta Api Malang (Passkam), Lukiyanto.

Penumpang itu akhirnya berjalan menuju sekitar SMAN 3 Malang, untuk naik taksi online yang dipesannya. Pengemudi sopir taksi online itu tak lain ialah Tri Rahayuningsih. Pengangkutan penumpang ini dipergoki sopir taksi konvensional.

Alhasil, Tri digiring ke Stasiun Kota Baru. Sejumlah polisi dan petugas Dinas Perhubungan pun tiba ke lokasi. Tak hanya gagal menaikkan penumpang, perempuan berjilbab itu juga harus pulang dengan membawa surat tilang.