01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Dewanti Tawari Atlet Peraih Medali Asian Games Jadi PNS

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyambut Jafro dkk atlet paralayang peraih medali Asian Games 2018 di Balai Kota Among Tani, Jumat (31/8). (Aziz Ramadani/MVoice)

MALANGVOICE – Lima atlet paralayang Kota Batu yang berlaga di Asian Games 2018 ditawari jadi ASN (dulu PNS). Ini tidak lain bentuk apresiasi atas capaian Juara Umum cabor paralayang.

Ya, kelima atlet Kota Batu, Jafro Megawanto, Jony Efendy, Roni Pratama, Ika Ayu Wulandari dan Rika Wijayanti menorehkan prestasi memuaskan. Total enam medali berhasil diraih.

Rinciannya, dua medali emas, satu perak dan tiga perunggu. Didapat dari berbagai kategori lomba, dua emas diraih pada nomor Ketepatan Mendarat (KTM) beregu putra, dan individual putra atas nama Jafro Megawanto.

Untuk perak diraih tim putri dari nomor Ketepatan Mendarat beregu. Tiga perunggu disumbang masing-masing di nomor ketepatan mendarat individual putri atas nama Rika Wijayanti, lintas alam beregu putra, dan lintas alam beregu putri. Sebagai apresiasi kepada atlet, Pemkot Batu melalui KONI telah menyiapkan bonus.

“Ya ada uang pembinaan,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko ditemui awak media.

Disinggung apakah nominalnya sama atau lebih besar dari yang sudah ditetapkan Kementerian, yakni Rp 1,5 miliar, Dewanti menjawab diplomatis.

“Ya surprise. Kalau lebih besar ya Alhamdulillah,” sambung dia.

Masih kata Dewanti, terkait komitmen pemerintah pusat yang menjanjikan pula bonus untuk menjadikan ASN bagi atlet peraih medali, pihaknya masih akan berkoordinasi.

“Kami akan fasilitasi itu. Tapi apakah penempatan di Kota Batu atau di pemerintah pusat saya mintakan Pak Sekda untuk mencari tahu,” urai perempuan bergelar Magister Psikologi ini.

Terlepas dari itu, Dewanti berharap euforia ini dapat jadi motivasi dan spirit kepada seluruh anak-anak dan pemuda di Kota Batu, sebab para anak muda di kota kecil ini punya potensi yang tidak kalah dengan kota besar maupun kota lainnya.

“Bahkan dengan orang-orang se- Asia. Asal bersatu, mau berusaha, semangat belajar, mau menjadi orang yang bekerja keras, akhirnya bisa hasilkan seperti ini (prestasi),” tutupnya. (Hmz/Ulm)

Mbois! Gadis Cantik Ini Mahir Meliuk Liuk di Langit

Jeanette Christesha Benen. (Aziz Ramadani)
Jeanette Christesha Benen. (Aziz Ramadani)

MALANGVOICE – Dari sekitar 75 pilot peserta Batu International Tourism Paragliding Festival 2017, mungkin gadis cantik ini paling muda. Jeanette Christesha Benen namanya. Gadis asli Kota Batu keturunan Belanda ini jago mengemudikan parasutnya di langit.

Usinya masih menginjak 14 tahun.
Namun, kepiawaiannya sebagai pilot paragliding atau paralayang sudah layaknya profesional.

“Padahal persiapannya ya sekitar 2 minggu saja,” ujarnya merendah, ditemui MVoice di titik landing Kelurahan Songgokerto Kota Batu, Sabtu sore (29/7).

Notty, sapaan akrabnya, mulai mengenali olahraga paragliding sekitar sebulan silam. Yakni dikenalkan oleh Bayu Krisna, ayah tirinya. Bayu Krisna juga seorang atlet atau pilot paragliding senior Kota Batu.

“Sejak saat itu saya mulai coba-coba latihan. Tapi ya kadang kadang karena harus bagi waktu dengan sekolah,” ujar siswi kelas 9B SMP Immanuel Kota Batu ini.

Sehingga berlaga di Batu International Tourism Paragliding Festival 2017 ini merupakan pengalaman pertamanya. Momen langka dan bisa bertemu dengan pilot mancanegara membuatnya bahagia. “Ini luar biasa sekali,” pungkasnya sembari tersenyum.


Reporter: Aziz Ramadani
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Kota Batu Juara Umum Kejurda Tinju Amatir se-Jatim

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko berfoto bersama seluruh atlet tinju Kota Batu usai menerima Piala Juara Umum Kejurda Tinju Amatir Invitasi Pelajar dan Senior Elite se-Jatim, di GOR Gajah Mada Kota Batu, Minggu (14/5).

MALANGVOICE – Juara Umum Kejuaraan Tinju Amatir Invitasi Pelajar dan Senior Elite se-Jawa Timur diraih Kota Batu. Ini seiring torehan apik dalam agenda tahunan yang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jatim di GOR Gajah Mada Kota Batu mulai 10 Mei -14 Mei 2017.

Bertindak sebagai tuan rumah, juara umum berhasil dipertahankan Pertina Kota Batu. Terutama dengan torehan total 5 medali emas, 5 medali perak dan 1 medali perunggu. Medali emas untuk kategori pelajar; Zanuar kelas 48 Kg, Onez kelas 60 Kg, dan Rizal kelas 54 Kg. Sedangkan untuk kategori senior elite, medali emas disumbangkan David kelas 52 Kg dan Randy Ngabalin kelas 56 Kg.

Walikota Batu Eddy Rumpoko mengungkapkan rasa bangganya terhadap raihan positif dari cabang olahraga (cabor) tinju. Hal ini, menurutnya, bisa dicontoh cabor-cabor lain dalam rangka pembinaan atlet dan meraih prestasi. ”Saya titip, baik orang tua atlet, pelatih dan masyarakat Kota Batu. Marilah semuanya memajukan prestasi olahraga. Kota Batu yang kecil ini ternyata juga mampu bersaing dengan daerah lain,” ujar pria akrab disapa ER ini ditemui MVoice usai acara.

Terlepas dari itu, masih kata ER, bonus dan perhatian pemerintah akan disiapkan. Bukan hanya perihal uang pembinaan melainkan sampai pada jaminan masa depan para atlet. ”Telah saya sampaikan kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) agar disusun dalam bentuk regulasi atau perwali (peraturan walikota) soal itu (bonus). Nantinya dalam perwali, sudah berbicara tentang masa depan atlet berprestasi, baik pendidikan dan lapangan kerja,” tukasnya.

Tiga Cabor Bela Diri Ramaikan Gelar Tinju Dunia MSF ke-26

Kombes Pol Almas Widodo Kolopaking bersama Kolonel (Mar) Suliono (Istimewa)

MALANGVOICE – Malang Super Fight (MSF) XXVI (ke-26) bakal digelar di halaman Balai Kota Malang, Jumat (29/3) mendatang. Gelaran tinju dunia ini akan menghadirkan momen istimewa dalam sejarah cabor bela diri Tanah Air.

Dalam satu gelaran tersebut akan ada tiga cabor bela diri sekaligus yang ditampilkan. Selain tinju, MSF ke-26 akan dimeriahkan seni tradisional pencak silat serta kick boxing.

Tiga sekawan asli Malang yang juga pegiat tinju dan pembina Pertina Jatim; Almas Widodo Kolopaking, Ade Herawanto dan Suliono saat tampil bersama band d’Kross beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Penggagas MSF edisi perdana hingga ke-26 yang sekaligus owner d’Kross BC, H Ade Herawanto mengatakan, ada dua perguruan pencak silat yang akan berpartisipasi memerihkan MSF ke-26, yaitu Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Merpati Putih (MP).

Dalam event ini, para pesilat PSHT akan menampilkan seni tunggal, ganda dan beregu yang dikemas dalam suatu kreasi yang rancak dan apik.

Sedangkan dari MP akan menampilkan teknik pematahan besi dragon dan beton oleh ibu-ibu dari Persit, Dharma Wanita dan PKK Kota Malang.

“Pencak silat merupakan bela diri asli Indonesia dan sudah sepatutnya saat ini dikenalkan juga kepada masyarakat internasional, sehingga pencak silat yang kemarin ditampilkan di Asian Games bisa lebih mendunia,” ujar Sam Ade d’Kross, sapaan akrab pria yang juga pembina Perguruan Pencak Silat Cimande itu.

Untuk kick boxing, lanjut Ade, ada atlet dari Pusdik Brimob Watukosek yang ingin ikut memeriahkan MSF ke-26.

“Laga pembuka MSF ke-26 ini masih berupa eksebisi karena belum masuk agenda resmi KONI. Kami hanya ingin ikut berpartisipasi memeriahkan gelaran tinju dunia ini demi solidaritas sesama olahraga beladiri di Jawa Timur,” ungkap Kapusdik Brimob Watukosek, Kombes (Pol) Almas Widodo Kolopaking.

“Dan lagi secara pribadi saya selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dan membawa harum nama Bhumi Arek tercinta kita,” sambung Wiwid, sapaan akrab arek Malang asli kelahiran Rampal Celaket yang juga Pembina Pertina Jatim ini.

“Untuk lawannya, kami masih upayakan yang terbaik. Semoga saja, atlet kick boxing dari Brimob mendapat lawan yang seimbang, sehingga pertandingan berlangsung seru,” timpal Sam Ade yang juga dikenal sebagai promotor nasional dengan berbagai lisensi badan tinju dunia.

Untuk diketahui, MSF ke-26 akan mempertemukan petinju-petinju terbaik Indonesia seperti Tibo Monabesa yang akan menghadapi Witawas Basapean asal Thailand dalam perebutan sabuk juara WBC Internasional kelas terbang ringan 48,8 Kg.

Juga Defri Palulu melawan petinju Filipina, Ivor Lastrella dalam perebutan sabuk juara WBC Asia Pasific kelas bulu 57,1 Kg.

“Gelar tinju dunia ini untuk menstimulan para generasi muda menekuni olahraga tinju, sehingga muncul bibit-bibit potensial dari Malang. Dengan begitu Malang akan bisa kembali menjadi barometer tinju nasional dan internasional seperti dulu,” tukas Sam Ade yang dikenal sebagai tokoh Aremania.

Selain gelar tinju dunia, MSF ke-26 juga menyajikan tinju amatir dan tiga partai tinju profesional berlevel nasional. Dalam gelar tinju nasional akan berlaga Galih Susanto (Yon Bekang BC Malang) melawan Frans Damour di kelas Bantam 53,5 Kg dan Jhon Ruba melawan Indra Anser di kelas Walter 66,5 Kg.

“Kini para petinju Indonesia yang akan merebut sabuk juara WBC internasional dan WBC Asia Pasific sudah berlatih dan sparing di Malang,” lanjut Ade yang di dunia kerja menjabat sebagai Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang.

Sementara untuk level amatir, akan menjadi ajang pembuktian para petinju muda Jawa Timur sebelum tampil di Porprov 2019 di Tuban, bulan Juli mendatang.

“Ini sekaligus untuk mengukur sejauh mana persiapan para petinju sebelum terjun di Porprov mendatang,” kata Pembina Pertina Jatim, Kol (Mar) Suliono.

Seperti biasanya, gelaran MSF selalu dikemas menarik dan menghibur masyarakat dengan ciri khas sportainment. Untuk kali ini akan ada hiburan musik oleh DJ Regina Rumopa, Perkusi dan lainnya.

Sebagai salah satu main event pada Jumat (29/3) malam, juga akan diberikan penghargaan khusus dari Pemkot Malang kepada para Wajib Pajak (WP) Self Assesment Teladan yang selama ini telah menunjukkan kesadaran tinggi dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerahnya. Para WP Teladan ini akan menerima tanda reward khusus dari Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang yang diserahkan di atas ring Malang Super Fight ke-26.

Ade berharap masyarakat berbondong-bondong menonton gelaran tinju dunia MSF ke-26 yang juga merupakan rangkaian HUT ke-105 Kota Malang ini.(Der/Aka)

Derby Malang, Persema 1953 Vs Arema Indonesia Diwarnai Kisruh di Lapangan

Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)
Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Derby Malang antara Persema 1953 melawan Arema Indonesia di lanjutan Liga 3, berakhir ricuh, Rabu (2/8). Kedua tim harus menghentikan laga pada menit 81 karena suasana di Stadion Gajayana tidak kondusif.

Wasit Rahman Effendi terpaksa menghentikan laga karena pemain kedua tim saling serang. Aksi itu juga mengakibatkan oknum suporter turun ke lapangan. Meski aksi itu tak berlangsung lama karena aparat keamanan dengan sigap menghalau suporter untuk kembali ke tribun.

Kericuhan itu pecah karena salah satu pemain Persema 1953 dilanggar pemain Arema Indonesia. Seluruh pemain Bledhek Biru melakukan protes keras kepada wasit namun tak digubris. Sikap wasit itu kemudian berbuntut pemain dan ofisial Persema mogok main dan meninggalkan lapangan.

Di kubu Arema, tim ofisial dan pemain meminta laga dilanjutkan. Namun permintaan itu berbuah kartu merah yang diberikan pada Yance Asep Duwiri yang sekaligus memantik kemarahan seisi stadion.

Tim Persema dan wasit akhirnya dibawa ke luar lapangan dan masuk ke ruang ganti demi keamanan. Wasit enggan meneruskan pertandingan dan akhirnya berakhir dengan skor 1-1.

Persema lebih dulu unggul lewat Andhika Agrapana di babak pertama sebelum disamakan oleh Moch Zulkarnaen dari kubu Singo Edan di babak ke dua.

Hasil itu dirasa kurang puas bagi Arema Indonesia karena masih menyisakan waktu 10 menit apabila pertandingan diteruskan. “Seharusnya bisa diteruskan. Kami rugi karena waktu masih panjang,” kata pelatih Arema Indonesia, Totok Anjik.

Sedangkan dari kubu Persema 1953, mengaku meninggalkan lapangan permainan karena faktor keamanan atas instruksi pengawas pertandingan. “Dari segi keamanan tidak menjamin,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Persikoba Tumbang 1-2 di Kandang Persema

Pemain Persikoba nomor 21, Reza Dwi Prasetya, berusaha mengejar bola dengan pemain Persema Malang nomor punggung 17, Fryzal Avendra. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE- Persikoba harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persema Malang, menyusul kekalahan laga tandang lanjutan Liga 3 Kapal Api, Rabu malam (17/5), di Stadion Gajayana, dengan skor tipis 2-1.

Persema unggul lebih dulu melalui nomor punggung 10, Kukuh Hartono. Bermula dari serangan balik, umpan terukur dari sayap kiri Persema mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Kukuh Hartono
Kukuh sempat mengontrol si kulit bundar dengan apik yang kemudian dikonersikannya menjadi gol. Gawang Persikoba yang dijaga Rayana Ishaq bobol. Keunggulan 1-0 untuk Persema Malang.

Pemain Persikoba protes ke hakim garis pertandingan, dalam laga lanjutan Liga 3 Kapal Api, di Stadion Gajayana, Rabu malam tadi (17/7).

Keunggulan Persema Malang tidak bertahan lama. Pada menit ke-32, ujung tombak Persikoba, nomor punggung 21, Reza Dwi Prasetya mendapatkan peluang.

Umpan rekan setimnya nmor punggung 6 sekaligus kapten Persikoba, Fergiawan K, dari sisi kiri pertahanan Persema diterima dengan baik oleh Reza.

Berhadapan dengan dua bek sekaligus, Reza mulai menunjukkan skillnya. Pada dua setuhan bola, Reza menceploskan bola pelan ke sisi kanan gawang lawan. Kiper Persema, Faisol Ulhak tak berdaya. Persikoba berhasil menyamakan kedudukan skor 1-1.

Persikoba melakukan pergantian penjaga gawang. Vicky Yohan menggantikan Rayana Ishaq pada menit ke-32 karena terlihat mengalami masalah pada kaki kanannya dan harus ditarik keluar. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-63, petaka terjadi di kotak pinalti Persikoba. Wasit Ahmad Sajidin menunjuk titik putih. Persikoba diganjar penalti akibat handsball yang dilakukan salah satu pemain belakangnya.

Keunggulan milik Persema Malang setelah eksekutor pinalti nomor punggung 11, Jones Ensgerika Sado berhasil menjebol gawang Persikoba kedua kalinya, skor 2-1 untuk tuan rumah.

Tak ingin kehilangan angka, Pelatih Persikoba Samsul Riyadi merubah taktik semakin menyerang. Bahkan dia intruksikan pemain balakangnya untuk ikut menekan.

Jelang 10 menit terakhir, pertahanan Persema yang dilatih Stefan Hansson terus mendapat serangan. Beberapa peluang terjadi, sayang, eksekusi yang kurang tenang dari Persikoba tak mampu merubah kedudukan. Sampai peluit panjang dibunyikan wasit asal Gresik itu, skor tetap 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Beberapa menit kemudian, para pemain Persikoba mengelilingi wasit Ahmad Sajidin. Para pemain tak puas dengan kepemimpinannya yang cenderung menguntungkan tim tuan rumah. Beberapa aparat kepolisian dan TNI tampak berusaha menjauhkan wasit dari para pemain Persikoba.

Pelatih Persikoba Samsul Riyadi mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Menurutnya, keputusan wasit sangat merugikan timnya. Terutama hadiah penalti yang menurutnya tidak sesuai fakta. “Bola hanya menyentuh punggung, bukan hands ball,” keluhnya.

Terlepas dari itu, pihaknya berusaha legowo. Dia berharap para pemainnya yang mayoritas berusia muda dapat belajar banyak dari kekalahan perdana tersebut. “Laga selanjutnya harus bangkit dan menang,” pungkasnya.

IPSI Kota Malang Gelar Kejuaraan Pencak Silat Usia Dini

MALANGVOICE – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang menggelar Kejuaraan Pencak Silat untuk usia dini dan pra remaja mulai 4-5 Agustus di Balai Tidar Kota Malang.

Kejuaraan Pencak Silat tersebut diikuti anak usia dini umur 10-12 tahun dan pra remaja umur 12-14 tahun dari seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kota Malang.

Menurut keterangan Ketua harian IPSI Kota Malang, H Parso Adiyanto mengatakan, kejuaraan tersebut dijatah untuk 14 perguruan namun yang mendaftar hanya delapan perguruan.

“Delapan perguruan ini terdiri dari PSHT, Tapak Suci, Pagar Nusa, Pamur, Nur Harians, Asad, Cimande dan Merpati Putih,” kata Parso Adiyanto saat ditemui awak media, Sabtu (4/8).

“Kategori yang dilombakan adalah tanding tunggal dan jurus tunggal wajib putra/putri,” lanjutnya.

Parso menyampaikan tujuan dari kejuaraan tersebut ialah untuk menciptakan atlet pencak silat berkualitas di masa mendatang.

“Jadi sifatnya kami pembinaan, agar dalam 10 sampai 15 tahun ke depan, dapat menjadi atlet yang mewakili kota malang dalam setiap perlombaan,” ungkapnya.

Ia berharap dengan diadakan kejuaraan tersebut dapat mengubah pandangan masyarakat tentang pencak silat yang dipandang masyarakat sebagai sumber kekerasan.

“Dengan adanya acara ini masyarakat tahu bahwa pencak silat itu olahraga bukan perkelahian atau tawuran,” harapnya.

Setelah acara tersebut IPSI Kota Malang bekerja sama dengan Persatuan Tinju Kota Malang (Pertina) akan mengadakan Festival Seni pencak silat tradisi di Ring Tinju Kota Malang pada tanggal 1 September 2018.(Der/Aka)

Riding Experience Skutik Berkarakter Unik dan Fashionable Generasi Terbaru, All New Honda Scoopy

All New Scoopy. (Istimewa)

MALANGVOICE PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT mengajak warga Malang dan sekitarnya merasakan sensasi berkendara dengan menggunakan All New Honda Scoopy Exceed Excellence Riding Experience.

Bertempat di Parkir Malang Town Square (Matos) pada Sabtu, 28 November 2020. Sebanyak 100 pengunjung menguji All New Honda Scoopy yang hadir dengan beragam fitur teranyar dan semakin memberikan kenyamanan bagi pengendara.

“Desainnya keren dan fiturnya yang Smart Key sistem dan juga Scoopy ini ada pengisi daya baterai ponsel jenis USB (USB charger),” kata Adel salah satu peserta test ride.

Sejak diluncurkan pada 2010, lebih dari 4,5 juta pengguna sepeda motor selama satu dekade kehadirannya di Tanah Air. Honda Scoopy memiliki daya tarik tersendiri bagi para pecinta skutik unik dan fashionable Hal ini mengantarkan Honda Scoopy menjadi salah satu model skutik terfavorit di Indonesia.

Dengan mengadopsi perubahan menyeluruh pada desain, mesin, rangka, dan fitur canggihnya. All New Honda Scoopy menjadi trendsetter yang menjawab kebutuhan pecinta skutik di Tanah Air.

All New Honda Scoopy ditawarkan dengan 4 varian dan 8 pilihan warna yang menjadikan model ini semakin atraktif dengan hadirnya desain dan warna terbaru yang telah disesuaikan dengan karakter pengendara yang beragam sekaligus menjadikan model ini trendsetter dikelasnya. Varian Sporty hadir dengan dua pilihan warna yaitu Sporty Red dan Sporty Black. Sedangkan varian Fashion hadir dengan warna Fashion Blue dan Fashion Cream dengan harga On The Road (OTR) Malang Rp20.545.500,-

Sementara itu, model ini juga memiliki varian Stylish dan Prestige, yang merupakan varian teranyar bagi para pengendara yang menyukai kesan unik dan berkelas yang telah dilengkapi Smart Key sistem. Kedua varian tersebut memiliki pilihan warna Stylish Brown dan Stylish Red untuk varian Stylish dan Prestige White dan Prestige Black untuk varian Prestige dengan harga OTR Malang Rp 21.344.500.(der)

Arema Indonesia Menang Perdana, Kalahkan Blitar Poetra

Pemain Arema Indonesia (biru) berusaha melewati pemain Mojosari Putra. (deny)

MALANGVOICE – Arema Indonesia berhasil menang perdana di kancah Liga 3 saat menjamu Blitar Poetra, Rabu (17/5) di Stadion Gajayana, Kota Malang. Laga sengit itu berakhir dengan skor 2-1.

Arema Indonesia memberi kejutan pada tim tamu setelah melesakkan gol cepat di menit 3 lewat kaki M Dzulkarnaen dan digandakan gol Daud Ivan Kararbo pada menit 38. Tim Blitar Poetra hanya bisa membalas satu gol di paruh ke dua lewat M Fiqi pada menit 84.

Asisten Manajer Arema Indonesia, Rama Acub Zaenal, mengatakan, kemenangan itu sangat berarti bagi timnya. Hasil itu bisa mengangkat mental Singo Edan di pertandingan selanjutnya.

“Ini langkah pertama pembuktian kami belum mati. Kami (Arema Indonesia) kembali,” ujarnya.

Rama melanjutkan, permainan anak-anak Arema Indonesia sudah cukup baik dan mampu menguasai jalannya pertandingan.

“Secara permainan saya tahu pemain memberi penampilannya secara maksimal,” tandasnya.

Choirul Huda Meninggal, Arema FC Turut Berduka

Choirul Huda (Istimewa)

MALANGVOICE – Sepakbola Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, Minggu (15/10). Huda dinyatakan meninggal dunia pada 16.47 WIB di RS dr Soegiri, Lamongan.

Kiper 38 tahun dilarikan ke rumah sakit setelah tak sadarkan diri lapangan saat membela timnya melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan dalam lanjutan Liga 1. Ia bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez di area penalti saat berupaya menangkap bola.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Huda tak tertolong. Sang kapten dinyatakan meninggal dunia. Sontak, kabar itu membuat pecinta sepakbola tanah air berduka. Termasuk tim Arema FC.

Diungkapkan lewat Media Officer Arema FC, Sudarmaji, bahwa Indonesia kehilangan legenda sepakbola saat ini. Betapa tidak, Huda hanya membela satu tim selama kariernya, yakni Persela sejak 1999.

“Choirul Huda merupakan panutan. Ia mengajarkan tentang arti loyalitas bagi semua pemain, termasuk yang muda,” katanya.

Bagi Sudarmaji, Huda bukan hanya menjadi legenda bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, akan tetapi bagi sepakbola Indonesia. Mantan wartawan ini mewakili seluruh keluarga besar Arema FC mengucapkan duka yang mendalam.

“Dia dedikasikan hidupnya untuk sepakbola. Namanya pun harum di sepakbola Indonesia. Selamat jalan lur, yakin khusnul khatimah karena berjuang sampai akhir hayat demi membela kebanggaan Lamongan,” tandasnya.

Arema FC dan publik Indonesia juga pernah berduka karena kehilangan Achmad Kurniawan karena sakit.

Singo Edan sendiri pernah kehilangan kiper terbaiknya, Achmad Kurniawan karena sakit.(Der/Aka)