Arema Indonesia Menang Perdana, Kalahkan Blitar Poetra

Pemain Arema Indonesia (biru) berusaha melewati pemain Mojosari Putra. (deny)

MALANGVOICE – Arema Indonesia berhasil menang perdana di kancah Liga 3 saat menjamu Blitar Poetra, Rabu (17/5) di Stadion Gajayana, Kota Malang. Laga sengit itu berakhir dengan skor 2-1.

Arema Indonesia memberi kejutan pada tim tamu setelah melesakkan gol cepat di menit 3 lewat kaki M Dzulkarnaen dan digandakan gol Daud Ivan Kararbo pada menit 38. Tim Blitar Poetra hanya bisa membalas satu gol di paruh ke dua lewat M Fiqi pada menit 84.

Asisten Manajer Arema Indonesia, Rama Acub Zaenal, mengatakan, kemenangan itu sangat berarti bagi timnya. Hasil itu bisa mengangkat mental Singo Edan di pertandingan selanjutnya.

“Ini langkah pertama pembuktian kami belum mati. Kami (Arema Indonesia) kembali,” ujarnya.

Rama melanjutkan, permainan anak-anak Arema Indonesia sudah cukup baik dan mampu menguasai jalannya pertandingan.

“Secara permainan saya tahu pemain memberi penampilannya secara maksimal,” tandasnya.

Derby Malang, Persema 1953 Vs Arema Indonesia Diwarnai Kisruh di Lapangan

Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)
Persema 1953 dan Arema Indonesia. (Deny rahmawan)

MALANGVOICE – Derby Malang antara Persema 1953 melawan Arema Indonesia di lanjutan Liga 3, berakhir ricuh, Rabu (2/8). Kedua tim harus menghentikan laga pada menit 81 karena suasana di Stadion Gajayana tidak kondusif.

Wasit Rahman Effendi terpaksa menghentikan laga karena pemain kedua tim saling serang. Aksi itu juga mengakibatkan oknum suporter turun ke lapangan. Meski aksi itu tak berlangsung lama karena aparat keamanan dengan sigap menghalau suporter untuk kembali ke tribun.

Kericuhan itu pecah karena salah satu pemain Persema 1953 dilanggar pemain Arema Indonesia. Seluruh pemain Bledhek Biru melakukan protes keras kepada wasit namun tak digubris. Sikap wasit itu kemudian berbuntut pemain dan ofisial Persema mogok main dan meninggalkan lapangan.

Di kubu Arema, tim ofisial dan pemain meminta laga dilanjutkan. Namun permintaan itu berbuah kartu merah yang diberikan pada Yance Asep Duwiri yang sekaligus memantik kemarahan seisi stadion.

Tim Persema dan wasit akhirnya dibawa ke luar lapangan dan masuk ke ruang ganti demi keamanan. Wasit enggan meneruskan pertandingan dan akhirnya berakhir dengan skor 1-1.

Persema lebih dulu unggul lewat Andhika Agrapana di babak pertama sebelum disamakan oleh Moch Zulkarnaen dari kubu Singo Edan di babak ke dua.

Hasil itu dirasa kurang puas bagi Arema Indonesia karena masih menyisakan waktu 10 menit apabila pertandingan diteruskan. “Seharusnya bisa diteruskan. Kami rugi karena waktu masih panjang,” kata pelatih Arema Indonesia, Totok Anjik.

Sedangkan dari kubu Persema 1953, mengaku meninggalkan lapangan permainan karena faktor keamanan atas instruksi pengawas pertandingan. “Dari segi keamanan tidak menjamin,” tandasnya.


Reporter: Deny Rahmawan
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yunus Zakaria

Persikoba Tumbang 1-2 di Kandang Persema

Pemain Persikoba nomor 21, Reza Dwi Prasetya, berusaha mengejar bola dengan pemain Persema Malang nomor punggung 17, Fryzal Avendra. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE- Persikoba harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persema Malang, menyusul kekalahan laga tandang lanjutan Liga 3 Kapal Api, Rabu malam (17/5), di Stadion Gajayana, dengan skor tipis 2-1.

Persema unggul lebih dulu melalui nomor punggung 10, Kukuh Hartono. Bermula dari serangan balik, umpan terukur dari sayap kiri Persema mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Kukuh Hartono
Kukuh sempat mengontrol si kulit bundar dengan apik yang kemudian dikonersikannya menjadi gol. Gawang Persikoba yang dijaga Rayana Ishaq bobol. Keunggulan 1-0 untuk Persema Malang.

Pemain Persikoba protes ke hakim garis pertandingan, dalam laga lanjutan Liga 3 Kapal Api, di Stadion Gajayana, Rabu malam tadi (17/7).

Keunggulan Persema Malang tidak bertahan lama. Pada menit ke-32, ujung tombak Persikoba, nomor punggung 21, Reza Dwi Prasetya mendapatkan peluang.

Umpan rekan setimnya nmor punggung 6 sekaligus kapten Persikoba, Fergiawan K, dari sisi kiri pertahanan Persema diterima dengan baik oleh Reza.

Berhadapan dengan dua bek sekaligus, Reza mulai menunjukkan skillnya. Pada dua setuhan bola, Reza menceploskan bola pelan ke sisi kanan gawang lawan. Kiper Persema, Faisol Ulhak tak berdaya. Persikoba berhasil menyamakan kedudukan skor 1-1.

Persikoba melakukan pergantian penjaga gawang. Vicky Yohan menggantikan Rayana Ishaq pada menit ke-32 karena terlihat mengalami masalah pada kaki kanannya dan harus ditarik keluar. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-63, petaka terjadi di kotak pinalti Persikoba. Wasit Ahmad Sajidin menunjuk titik putih. Persikoba diganjar penalti akibat handsball yang dilakukan salah satu pemain belakangnya.

Keunggulan milik Persema Malang setelah eksekutor pinalti nomor punggung 11, Jones Ensgerika Sado berhasil menjebol gawang Persikoba kedua kalinya, skor 2-1 untuk tuan rumah.

Tak ingin kehilangan angka, Pelatih Persikoba Samsul Riyadi merubah taktik semakin menyerang. Bahkan dia intruksikan pemain balakangnya untuk ikut menekan.

Jelang 10 menit terakhir, pertahanan Persema yang dilatih Stefan Hansson terus mendapat serangan. Beberapa peluang terjadi, sayang, eksekusi yang kurang tenang dari Persikoba tak mampu merubah kedudukan. Sampai peluit panjang dibunyikan wasit asal Gresik itu, skor tetap 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Beberapa menit kemudian, para pemain Persikoba mengelilingi wasit Ahmad Sajidin. Para pemain tak puas dengan kepemimpinannya yang cenderung menguntungkan tim tuan rumah. Beberapa aparat kepolisian dan TNI tampak berusaha menjauhkan wasit dari para pemain Persikoba.

Pelatih Persikoba Samsul Riyadi mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Menurutnya, keputusan wasit sangat merugikan timnya. Terutama hadiah penalti yang menurutnya tidak sesuai fakta. “Bola hanya menyentuh punggung, bukan hands ball,” keluhnya.

Terlepas dari itu, pihaknya berusaha legowo. Dia berharap para pemainnya yang mayoritas berusia muda dapat belajar banyak dari kekalahan perdana tersebut. “Laga selanjutnya harus bangkit dan menang,” pungkasnya.

Pawai Obor Asian Games 2018 Mampir Malang, Ini Agendanya

Kepala Dispora Malang, Nuzul Nurcahyono saat ditemui di Kantor Dispora. (Agus Safarudin)
Kepala Dispora Malang, Nuzul Nurcahyono saat ditemui di Kantor Dispora. (Agus Safarudin)

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) siap memeriahkan dan menyukseskan Pawai Obor Asian Games 2018. Rencananya obor tersebut akan melintas Malang pada 20 Juli mendatang.

Kepala Dispora Kota Malang, Nuzul Nurcahyono, mengatakan pawai tersebut akan diikuti oleh HDCI club, Wills Club, 75 altelt, 750 orang dari komunitas, 10 mantan atlet torch relay pelari tingkat nasional, 80 atlet pencak silat dan pameran produk oleh PT Pertamina (Persero).

“Selain itu akan ada gelar budaya dan ekspresi Kota Malang akan ditampilkan, karena ini akan membawa nama baik Indonesia di mata negara-negara peserta Asian Games,” katanya.

Pawai Obor Asian Games 2018 di Kota Malang tersebut akan dimulai dari daerah Kacuk, Jalan Raya Kepuh, Jalan S Supriadi, Jalan Kawi, Jalan Ijen, Jalan Semeru, Jalan Kahuripan, Jalan Tugu dan finish di Balai Kota Malang.

“Untuk rutenya sendiri yaitu dari perbatasan kota, tepatnya gapura Kacuk, dan finish di Balai Kota Malang. Itu jaraknya 10 km karena itu sudah ketentuan dari pusat,” jelasnya.

Setelah itu, api obor Asian Games 2018 di balai kota akan disemayamkan sampai pukul 12.00 WIB dan Pemkot Malang tidak diberikan kewenangan untuk pelepasan.

“Untuk pelepasan sudah diambil alih dari pusat, karena akan langsung diberangkatkan ke Bromo,” ungkapnya.

Ia juga berharap acara tersebut dapat berjalan lancar dan semua pihak dapat bekerja sama untuk menyukseskan Pawai Obor Asian Games 2018.(Der/Aka)

Kota Batu Juara Umum Kejurda Tinju Amatir se-Jatim

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko berfoto bersama seluruh atlet tinju Kota Batu usai menerima Piala Juara Umum Kejurda Tinju Amatir Invitasi Pelajar dan Senior Elite se-Jatim, di GOR Gajah Mada Kota Batu, Minggu (14/5).

MALANGVOICE – Juara Umum Kejuaraan Tinju Amatir Invitasi Pelajar dan Senior Elite se-Jawa Timur diraih Kota Batu. Ini seiring torehan apik dalam agenda tahunan yang Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jatim di GOR Gajah Mada Kota Batu mulai 10 Mei -14 Mei 2017.

Bertindak sebagai tuan rumah, juara umum berhasil dipertahankan Pertina Kota Batu. Terutama dengan torehan total 5 medali emas, 5 medali perak dan 1 medali perunggu. Medali emas untuk kategori pelajar; Zanuar kelas 48 Kg, Onez kelas 60 Kg, dan Rizal kelas 54 Kg. Sedangkan untuk kategori senior elite, medali emas disumbangkan David kelas 52 Kg dan Randy Ngabalin kelas 56 Kg.

Walikota Batu Eddy Rumpoko mengungkapkan rasa bangganya terhadap raihan positif dari cabang olahraga (cabor) tinju. Hal ini, menurutnya, bisa dicontoh cabor-cabor lain dalam rangka pembinaan atlet dan meraih prestasi. ”Saya titip, baik orang tua atlet, pelatih dan masyarakat Kota Batu. Marilah semuanya memajukan prestasi olahraga. Kota Batu yang kecil ini ternyata juga mampu bersaing dengan daerah lain,” ujar pria akrab disapa ER ini ditemui MVoice usai acara.

Terlepas dari itu, masih kata ER, bonus dan perhatian pemerintah akan disiapkan. Bukan hanya perihal uang pembinaan melainkan sampai pada jaminan masa depan para atlet. ”Telah saya sampaikan kepada KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) agar disusun dalam bentuk regulasi atau perwali (peraturan walikota) soal itu (bonus). Nantinya dalam perwali, sudah berbicara tentang masa depan atlet berprestasi, baik pendidikan dan lapangan kerja,” tukasnya.

Choirul Huda Meninggal, Arema FC Turut Berduka

Choirul Huda (Istimewa)

MALANGVOICE – Sepakbola Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, Minggu (15/10). Huda dinyatakan meninggal dunia pada 16.47 WIB di RS dr Soegiri, Lamongan.

Kiper 38 tahun dilarikan ke rumah sakit setelah tak sadarkan diri lapangan saat membela timnya melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan dalam lanjutan Liga 1. Ia bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez di area penalti saat berupaya menangkap bola.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Huda tak tertolong. Sang kapten dinyatakan meninggal dunia. Sontak, kabar itu membuat pecinta sepakbola tanah air berduka. Termasuk tim Arema FC.

Diungkapkan lewat Media Officer Arema FC, Sudarmaji, bahwa Indonesia kehilangan legenda sepakbola saat ini. Betapa tidak, Huda hanya membela satu tim selama kariernya, yakni Persela sejak 1999.

“Choirul Huda merupakan panutan. Ia mengajarkan tentang arti loyalitas bagi semua pemain, termasuk yang muda,” katanya.

Bagi Sudarmaji, Huda bukan hanya menjadi legenda bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, akan tetapi bagi sepakbola Indonesia. Mantan wartawan ini mewakili seluruh keluarga besar Arema FC mengucapkan duka yang mendalam.

“Dia dedikasikan hidupnya untuk sepakbola. Namanya pun harum di sepakbola Indonesia. Selamat jalan lur, yakin khusnul khatimah karena berjuang sampai akhir hayat demi membela kebanggaan Lamongan,” tandasnya.

Arema FC dan publik Indonesia juga pernah berduka karena kehilangan Achmad Kurniawan karena sakit.

Singo Edan sendiri pernah kehilangan kiper terbaiknya, Achmad Kurniawan karena sakit.(Der/Aka)

Tenang, Kunci Persikoba Taklukan Singhasari FC

Kapten Persikoba, Fergiawan K, menerima bonus dari Asisten Manager Persikoba, Achmad Suparto, usai kemenangan melawan Singhasari FC 2-0, sore tadi (15/5)

MALANGVOICE – Ketenangan menjadi kunci kemenangan 2-0 tanpa balas Persikoba saat meladeni Singhsari FC. Selama 90 menit waktu normal, Fergiawan K cs. mampu bermain efektif.

Baca: Persikoba Tumbangkan Singhasari FC, 2-0

Media Officer Persikoba Batu, Edi Junaedi, mengatakan, permainan timnya jauh lebih bagus daripada saat melawan Blitar United, Rabu lalu (10/5). Ini tidak lepas dari ketenangan pemain di atas lapangan hijau.

Terlebih mereka mampu menjalankan strategi yang diinstruksikan pelatih Samsul Riadi. ”Kuncinya kesabaran dan ketenangan, buktinya banyak peluang yang diciptakan,” kata pria akrab disapa Sokeh ini.

Dengan torehan poin penuh tersebut, lanjut Sokeh, diharapkan menjadi modal utama saat melawan Persema. Yakni dalam laga away, Rabu mendatang (17/5).

”Intinya setiap laga harus menjadi kemenangan untuk kami (Persikoba) dan meraih poin penuh,” pungkas Dirut PDAM Kota Batu ini.

Sementara itu, dengan hasil memuaskan sore tadi, official Persikoba memberikan bonus. Seperti yang dilakukan Assisten Manager Persikoba Batu, Achmad Suparto. Sedikitnya pria juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Batu menggelontorkan bonus Rp 2 juta.

”Ini sebagai penyemangat anak-anak agar terus bermain bagus,” tukasnya.

Tendangan Yongky Selamatkan Persikoba

Pemain Persikoba, Yongky Ganang, melakukan tendangan penalti penyeimbang kedudukan 1-1 lawan Tripel S Kediri, sore tadi (21/5).(Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Persikoba hampir dipermalukan Tripel S Kediri di Stadion Brantas, Kota Batu. Pada lanjutan Liga 3 Kapal Api Grup D Zona Jatim, sore tadi (21/5), Persikoba meraih hasil imbang 1-1, berkat gol penalti hasil eksekusi pemain belakang nomor punggung 26, Yongky Ganang P.

Penalti didapat tim berjuluk Elang Putih pada menit ke-90 menjelan akhir pertandingan. Ini bermula saat terjadi duel udara antara penyerang Persikoba nomor punggung 21 Reza Dwi Prasetya dengan pemain belakang Tripel S Kediri nomor punggung 22, M Yusuf.

Saat duel udara terjadi di mulut gawang Tripel S Kediri, tangan M Yusuf menyetuh bola. Wasit yang dipimpin Ahmad Zaenal asal Kabupaten Malang itu lantas menunjuk titik putih.

Yongky Ganang P yang ditunjuk sebagai eksekutor penalty mempu menceploskan bola. Bola yang melaju di sisi kanan gawang sempat ditepis penjaga gawang Tripel S Kediri Yusfi Ashar. Namun, kerasnya bola membuat usahanya sia-sia dan berkahir gol penyeimbang.

Babak Pertama, Persikoba vs Singhasari FC Imbang 0-0

Empat pemain Persikoba mencoba mengheading bola tendangan sudut, sore ini(14/5) di Stadion Brantas Kota Batu dalam lanjutan Liga 3 Kapal Api melawan Singhasari FC.

MALANGVOICE – Skor kaca mata 0-0 menghiasi papan skor babak pertama Persikoba melawan Singhasari FC, dalam lanjutan Liga 3 Kapal Api di Stadion Brantas Kota Batu. Tim tuan rumah Persikoba berada di atas angina dengan terus menekan tim lawan.

Bahkan pada menit akhir jelang turun minum, pemain belakang Persikoba nomor 15 Fauzi, hamper mencetak gol. Tendangan kerasnya di luar kotak pinalti masih mampu ditepis kipper Singhasari FC Daffa Nur Adi Pramana nomor punggung 12.

Pada laga sebelumnya, tim yang dilatih Samsul Riadi ini ditahan imbang 1-1oleh tamunya Blitar United, 10 Mei lalu. Pada laga ini, Persikoba tak ingin kehilangan poin penuh dan menurunkan pemain terbaiknya seperti Fergiawan dan Reza Dwi Prasetya.

Lawan Persema, Persikoba Bakal Bermain Ofensif

Pemain Persikoba berusaha menyundul bola tendangan sudut melawan Singhasari FC, Minggu (14/5). Dalam laga ini Persikoba menang 2-0. (Abdul Aziz)

MALANGVOICE – Persikoba bakal menerapkan permainan menyerang saat melawat ke Stadion Gajayana, Rabu esok (17/5) menantang tuan rumah Persema. Dalam pertandingan ketiga, lanjutan Liga 3 Kapal Api tersebut, tim kebanggaan Kota Batu berambisi mencuri poin penuh.

Manager Persikoba, Muhajir mengatakan, strategi ofensif bakal diterapkannya sejak menit pertama babak pertama. Formasi yang dipakai yakni 3-4-3 dengan mengandal pemain tengahnya nomor punggung 4, Supriyanto Sabar. Sedangkan untuk lini depan, eksekutornya dipercayakan kepada nomor punggung 6, Fergiawan K. “Kami yakinkan kepada seluruh pemain untuk terus fight (berjuang). Setiap laga seolahnya pertandingan final,” kata Muhajir kepada MVoice beberapa saat lalu.

Muhajir menambahkan, strategi yang diterapkan dipastikan efekif. Sebab, skuad utamanya dalam kondisi 100% fit. “Insya Allah besok kami siap 100% untuk mengalahkan tuan rumah dan mencuri poin penuh,” pungkasnya.

Perlu diketahui juga, pada laga sebelumnya, Minggu (14/5), Persikoba sukses menumbangkan Singhasari FC dengan skor 2-0 tanpa balas. Sepanjang 90 menit waktu normal, Fergiawan K Cs terus bermain menyerang.

Komunitas