01 December 2022
01 December 2022
22.5 C
Malang
ad space

Ki Tulus, Bertahan Puluhan Tahun Lestarikan Kuda Lumping

Ki Tulus sedang menunjukkan tata cara membuat kerajinan Kuda Lumping, (MG2).

MALANGVOICE – Kuda Lumping merupakan budaya tradisi daerah yang saat ini sudah mulai jarang ditemui kembali, memahami hal itu tidak membuat Tulus Indrawan, yang kesehariannya sebagai perajin kuda lumping menyerah pada kesenian yang dicintainya ini.

Terbukti dari umurnya yang sudah menginjak 60 tahun, ia terus bergelut dengan kesenian Kuda Lumping atau akrab diketahui dengan nama jaranan.

“Saya ingin bisa terus meneruskan ini, melestarikan sampai anak cucu saya. Mewariskan budaya tradisi ini, jangan sampai meninggalkan budaya ini. Kalaupun ada orang lain yang mau belajar, pintu saya juga selalu terbuka,” ujar Ki Tulus sapaan akrabnya.

Awal mula muncul kecintaanya terhadap budaya kuda lumping itu sejak dia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat dirinya mendapatkan pembelajaran dari orangtuanya yang memahami tentang seni kuda lumping itu sendiri. Dari situ muncul semangat tinggi untuk menggeluti seni kuda lumping.

Dia meyebutkan, dalam kuda lumping itu memiliki sentuhan rohani yang mampu menenangkan dan menyenangkan perasaan.

“Saya mulai tahun 1976 menggeluti ini, dulu saya diajari orang tua saya, warisan lah. Kuda lumping itu sebuah kesenian dan budaya Jawa yang sudah ada sejak jaman kerajaan. Sebelum kakek saya lahir pun sudah ada, makanya kita tinggal melestarikan saja,” tuturnya.

Untuk kuda lumping sendiri dikatakan sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda, pada kala itu sering digunakan sebagai penghibur tamu agung.

Sementara itu, untuk produk kuda lumping yang di buat Ki Tulus sendiri sudah pernah dikirim ke beberapa daerah hingga luar negeri. Ia pun juga aktif melakukan pemasaran kuda lumping melalui online.

Sedangkan untuk pemesanan offline sendiri bisa datang ke ruko terdekat di Jalan Janti, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

“saya ada yang sampai Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Ini kan juga dipasarkan secara online. Saudara saya juga ada yang membawa ke Australia dan Suriname. Disana kan juga banyak orang Jawa, saya pernah ke sana, disana juga ada kuda lumping,” terangnya.

Selain itu, Ki Tulus menyampaikan jika dalam proses pembuatan kuda lumping dari anyaman bambu ini juga tidak mudah. Perlu adanya pemilihan secara teliti untuk bahan dasar dan proses pembuatannya.

“Mengirat atau memotong bambu menjadi titip titis itu sulit. Membelah bambu ini kalau tidak biasa ya susah, gak gampang dan gak semua orang bisa. Ini bambu apus yang saya pakai untuk bahannya, kalau yang lain gak bisa karena keras. Saya beli dikampung kampung, memotong sendiri, memilih sendiri. Motongnya juga tidak bisa sembarangan, ada hitungan harinya juga,” tandasnya.(der)

Berkreasi Selama Pandemi, “Downpour” Jadi Sajian Pembuka dari Diseased

Personel Diseased. (Istimewa)

MALANGVOICE – Kota Malang selalu punya kejutan dalam ranah permusikan duniawi. Kabar terbaru datang dari Diseased, side project baru bernuansa lama yang awali debut baru baru ini.

Diseased resmi meluncurkan karya pertamanya “Downpour” pada 14 April 2021 lalu. Grup yang digawangi personel yang tak asing di ranah musik Kota Malang macam Alfin (Noose Bound), Oki (Toxictoast), Hanip (Today Alive), Icang (Noose Bound), serta Odi (Goldleaf) ini sajikan Emo Revival dalam karya terbarunya.

Diseased. (Istimewa)

“Penulisan “Downpour” sendiri bermakna sulitnya manusia untuk meninggalkan masa lalu yang cukup menyesakkan,” tutur sang vokalis, Odi.

Bicara menegenai Diseased dan lahirnya “Downpour” ini, lagu tersebut merupakan sebuah achivement dari kegabutan selama pandemi, mereka ingin berusaha untuk tetap produktif meski pandemi belum jelas kapan akan selesai.

“Downpour” diproduksi secara mandiri oleh Alvin untuk urusan mixing serta mastering. Sementara untuk urusan liriknya, ditulis langsung oleh Odi. Serta dirilis oleh Spires Record.

“Downpour” dapat dinikmati secara resmi melalui beberapa platform digital.(der)

Peduli Bencana Gempa, Komunitas Honda Malang Kompak Serahkan Bantuan ke Dampit

Penyerahan bantuan kepada korban gempa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Gempa yang terjadi di Malang dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah bangunan roboh bahkan sampai ada korban jiwa, hal ini mengetuk hati komunitas Honda melakukan kegiatan bakti sosial, Sabtu (24/04).

Dalam program Honda Community Social Responsibility (HCSR) bertajuk ‘Dari Kami Untuk Malang Peduli Gempa Bumi Malang’ ini PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama komunitas Honda Malang yang tergabung dalam Paguyuban Honda Malang (PAHAM) menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak di Dusun Dandang, Desa Pamotan, Dampit, Kabupaten Malang.

Bantuan senilai Rp 10juta, didistribusikan dalam bentuk sembako dan masker. Penyerahan bantuan dilakukan langsung perwakilan komunitas Honda, yakni Malang Supra Club, Honda Genio Riders Indonesia Chapter Malang, Honda Beat Club, Verza Malang Club dan diterima oleh perwakilan warga Dusun Dandang, Desa Pamotan.

Baca Juga: Paguyuban Honda Malang Bahas Rencana Donasi untuk Bencana Gempa Malang

Baca Juga: MPM Honda Jatim Beri Tips Berkendara Aman di Bulan Ramadan

Penyerahan bantuan kepada korban gempa. (Adv)

“Kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan komunitas Honda dalam membantu warga khususnya di kabupaten Malang untuk bangkit kembali,” ujar Dionizius Mizidianto Selaku Community Development MPM Honda Jatim.

Dionizius berharap, bantuan inu meringankan beban korban terdampak gempa sehingga bisa melewati masa recovery dengan baik.

“Semoga dapat membantu serta memberikan semangat dan kekuatan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” harapnya.(der)

Paguyuban Honda Malang Bahas Rencana Donasi untuk Bencana Gempa Malang

Rakorgab komunitas Honda. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT bersama Paguyuban Honda Malang (PAHAM) menggelar Sunday Gathering & Ride (Sugar Ride) diikuti oleh 15 orang di MPM Riders Cafe Malang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Ahad (18/04).

Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang lepas rindu antar komunitas, dalam kegiatan ini juga dibahas agenda kegiatan komunitas diantaranya agenda kegiatan sosial HCSR (Honda Corporate Social responsibility) untuk korban terdampak bencana gempa beberapa saat yang lalu.

Pada Sugar ini diawali dengan riding bareng menuju spot- spot Kota Malang. Sebelum riding diberikan edukasi safety riding berkendara, bagaimana #Cari_Aman di jalan serta kelengkapan berkendara.

Setelah finish peserta disampaikan secara detail fitur dan teknologi Honda All New Scoopy

“Kami mendukung dan memfasilitasi kegiatan komunitas Honda di Malang dan sekitarnya untuk bersilaturahmi dan berkumpul membahas hal – hal positif mengenai agenda kegiatan komunitas dengan memanfaatkan MPM Riders Cafe Malang,” Kata Mizidianto selaku Community Development MPM Honda.(der)

MPM Honda Jatim Bagi Tips Berkendara saat Hujan Dalam Webinar Bersama Komunitas Honda CBR

Tips safety riding berkendara dalam keadaan hujan dari PT MPM Honda Jatim. (Istimewa)

MALANGVOICE – Guyuran hujan masih berlangsung sejak akhir 2020 hingga saat ini. Kondisi jalan basah dan licin mewajibkan pengguna jalan berhati-hati, terutama sepeda motor.

Untuk itu, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT membagikan tips berkendara sepeda motor saat hujan pada peserta yang merupakan komunitas Honda CBR, Jumat (12/02).

Sebanyak 31 peserta yang tergabung dalam komunitas Honda CBR Club Indonesia chapter Blitar diberikan poin-poin agar tetap mengutamakan safety riding dalam berkendara meskipun menghadapi hujan saat di jalanan.

Poin-poin tersebut antara lain kelengkapan berkendara atau riding gear yang perlu disiapkan dalam mengantisipasi hujan seperti membawa jas hujan.

Juga yang tak kalah penting teknik keselamatan berkendara (safety riding) yang tepat serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Safety riding atau keselamatan berkendara termasuk dalam kondisi hujan wajib diterapkan pengguna sepeda motor seperti komunitas Honda yang sering riding bareng. Dengan begitu tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri tapi juga pengendara lainnya,” kata Dionizius Mizidianto selaku Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim.(der)

Single Baru Benzjawa, ‘Konco Gowes’ Ajak Masyarakat Gemari Olahraga

Benzjawa. (Istimewa)

MALANGVOICE – Band asal Kota Malang, Benzjawa, meluncurkan single baru. Grup beraliran Pop Jawa ini memperkenalkan lagu ‘Konco Gowes’. Tembang ini dirilis lewat Micvi Entertainment, label asal Jakarta.

Benzjawa berkolaborasi dengan youngpreneur Safira Lestari untuk melahirkan lagu ini. Vokalis Benzjawa, Harvi mengatakan inspirasi lagu berasal dari Safira. Dari ide awal ini, Donny, gitaris Benzjawa mengkreasikan melodinya.

“Semua berawal dari pertemuan kami dengan Safira. Kami bertemu di rumah mas Puguh, eksekutif produser Benzjawa. Ide lagu berawal dari obrolan santai di masa pandemi,” ujar Harvi, Rabu (7/10).

Safira mengajak Benzjawa melahirkan lagu bertema ajakan hidup sehat. Ide tersebut dikombinasikan dengan tren gowes saat ini. Sekalian, tema itu digabung dengan eksplorasi wisata Malang Raya. Lirik dan melodi pun tercipta. Draft lagu tersebut difinalisasi dan akhirnya menjadi single Benzjawa.

Untuk menambah spirit lagu Konco Gowes, video klip pun diproduksi. Safira kembali terlibat dalam produksi video klip Konco Gowes. Sutradara video klipnya adalah Eko Polenk, dari Hypnocreative Media. Syuting video klip digelar di beberapa kawasan Malang Raya. Terutama, sejumlah lokasi wisata.

Sebut saja, jalur pemandian air panas Cangar. Lalu, Alun-Alun Tugu dan kawasan Kayoe Tangan. Serta, rute Jalur lintas Selatan (JLS). Video klip menggambarkan semua lokasi itu dari perspektif pesepeda. Harvi merinci, ada pantai yang dijadikan focal point video klip.

“Lokasinya ada di Camping Ground, Pantai Jolangkung,” sambung Harvi.

Di sana, video klip menggambarkan pesepeda beristirahat usai nggowes. Tenda untuk camping pun didirikan di pinggir pantai. Harvi menegaskan, pandemi bukan alasan untuk tidak hidup sehat.

“Kami ingin mengajak masyarakat hidup sehat. Salah satu caranya, adalah berolahraga sepeda,” tutup Harvi.(der)