Nampan, Tempat Paling Kotor di Pesawat dan Bandara

MALANGVOICE – Baru baru ini ditemukan penelitian mengenai tempat terkotor yang ada di dalam pesawat terbang dan bandara,

Adalah Travelmath.com yang mengirim ahli mikrobiologi untuk mengumpulkan sampel dari empat penerbangan di lima bandara di dunia.

Dari temuannya, pesawat terbang dan bandara ternyata lebih kotor dari rumah pribadi. Lebih mengejutkan lagi, tempat paling kotor tidak di kamar mandi, melainkan pada baki atau nampan untuk menaruh dan mengantar makanan.

Sangat dekatnya bakteri jahat itu dengan makanan untuk masuk ke dalam mulut. Itu sebabnya, penumpang pesawat harus memperhatikan kebersihan sebelum memakan sesuatu. Caranya bisa menggunakan hand-sanitizer untuk membersihkan tangan saat perjalanan.

Dilansir dari Techtimes, berikut ini adalah letak paling kotor yang berada pada pesawat terbang maupun bandara.

Meja Nampan

Tombol pada air minum

Ventilasi udara

Tuas penyiram toilet

Gasper sabuk pengaman

Pintu kunci kamar mandi

Salah satu alasan meja nampan berada di posisi pertama sebagai tempat paling kotor di pesawat terbang dan bandara, karena awak kabin begitu sibuk sepanjang hari hingga mereka hanya membersihkan bawah meja nampan di akhir kerja. Terlebih saat banyak penumpang, prioritas utama yang dibersihkan adalah tempat duduk dan ruangan.

Sedangkan kamar mandi adalah tempat paling bersih dalam tes. Karena petugas selalu membersihkan tempat itu sesuai jadwal teratur. Dengan seringnya dibersihkan, bakteri tidak akan cepat berkembang.

Meskipun tidak dijelaskan bakteri apa saja yang ada, Travelmath, menyebut dari 26 bakteri yang ditemukan tidak ada indikasi munculnya bakteri E.coli yang sangat berbahaya. –

Daun Neem Bermanfaat untuk Kecantikan

Daun Neem atau daun intaran (sunrisebotanics)

MALANGVOICE – Neem atau daun intaran berbentuk gerigi dari pohon kayu dan sering dijumpai di pinggir jalan sebagai pohon perindang ini ternyata memiliki banyak khasiat.

Dalam bahasa lain Neem disebut Panacea atau obat penyambuh. Dilansir boldsky, Neem memiliki sangat cocok dijadikan obat keluarga karena minim efek samping, namun cara pembuatannya sedikit memakan waktu lama agar bisa memberikan efek baik bagi tubuh. Tapi zaman sekarang sudah banyak dijual sari atau minyaknya di toko herbal.

Neem lebih populer di India, Sri Lanka dan Bangladesh karena merupakan tanaman khas di sana. Tanaman yang memiliki nama latin Azadirachta indica ini terbukti memiliki kandungan anti bacterial, antidiuretik, antifungal, antiviral, dan sedatif.

Kandungan Antifungal dan anti bacterial yang kaya, sangat cocok untuk menghilangkan ketombe pada rambut juga membuatnya fresh dan segar. Sepotong daun Neem juga bisa mempercepat penyembuhan pada luka terbuka, bahkan lebih baik daripada obat lain.

Selain itu, Neem sangat bermanfaat menjaga kulit. seperti bisa menghilangkan gatal hanya dengan menempelkan daun di kulit yang terinfeksi. Minyak yang dihasilkan sering digunakan untuk kecantikan karena bisa menghilangkan jerawat dan meremajakan wajah, terutama pada wanita yang ingin tampil cantik dengan kulit mulus.

Gangguan kulit lain seperti bisul juga mudah sekali dihilangkan dengan daun tersebut. Jika diminum maka daun intaran dipercaya bisa mengobati penyakit diabetes meskipun sangat pahit. Namun apa salahnya untuk dicoba. –

Minyak Bekatul Bisa Cegah Kanker

Minyak Bekatul (linkedin)

MALANGVOICE – Rice Bran Oil, atau minyak yang berasal dari kulit ari beras yang terlepas saat digiling dan membentuk serbuk. Serbuk tersebut kemudian diproses hingga menjadi minyak yang biasa disebut minyak bekatul.

Di Asia, minyak bekatul sering dibuat untuk memasak karena sangat kaya manfaat kesehatan dibanding minyak lain pada umumnya.

Para ahli menyarankan minyak bekatul untuk digunakan memasak karena minyak bekatul kaya vitamin E, anti oksidan, dan memiliki asam lemak yang ideal.

Dilansir dari laman boldsky, beberapa manfaat dari minyak bekatul ini antara lain, mengatasi penuaan dini pada wanita, mencegah menopause, mencegah kanker karena tinggi anti oksidan, merawat rambut seperti alami, dan rendah kolesterol sehingga aman dikonsumsi oleh orang pengidap tekanan darah tinggi.

Selain itu, minyak bekatul tidak membuat alergi dan tidak membuat berat badan bertambah karena minyak bekatul sangar encer sehingga mudah diserap. –

Lengkuas, Obat Herbal Kaya Manfaat

MALANGVOICE – Lengkuas, meski namanya tidak setenar jahe, namun jenis tumbuhan umbi-umbian yang banyak ditemui di Indonesia tersebut memiliki banyak sekali manfaat sebagai obat herbal atau jamu.

Lengkuas memiliki senyawa yang baik bagi kesehatan, seperti antioxidan dan tannins (zat yang memperkuat kekebalan tubuh). Ekstrak lengkuas juga bisa membunuh bakteri berbahaya di dalam tubuh.

Dilansir altmedicine, lengkuas bisa mengatasi beberapa penyakit, seperti sesak nafas, diabetes, diare, sakit perut, mabuk perjalanan, mual, dan bisul di dalam perut.

Selain itu, lengkuas bisa meningkatkan kemampuan pencernaan, memperlancar sirkulasi darah, dan meningkatkan berat badan, tumbuhan yang memiliki nama latin Alpinia Galanga itu juga bermanfaat dapat mencegah beberapa jenis kanker. Untuk kulit, lengkuas bisa mencegah penuaan dini, jerawat dan mengobati luka bakar.

Meksi beberapa studi mengatakan efek samping dari lengkuas hanya sedikit, namun penggunaan dan mengkonsumsi dalam jangka panjang bisa menimbulkan iritasi kulit dan rasa panas di dada (heartburn). –

Stetoskop Eko Mampu Rekam Detak Jantung

Perkenalan stetoskop, Eko. (abc7news)

MALANGVOICE – Stetoskop merupakan alat wajib yang dibawa semua doker. Peralatan medis yang sangat tua itu kini dilengkapi dengan teknologi tinggi.

Dikutip ABC7News, seorang kardilog, John Chorba mengatakan pada dasarnya itu adalah stetoskop biasa, namun ada seperangkat tambahan yang dipasangkan di dalamnya.

Alat canggih itu dinamakan Eko, bukan berasal dari nama orang Indonesia, melainkan dari Eko Device, yang diciptakan oleh mahasiswa University of California, Berkeley, Amerika Serikat.

Penggunaan Eko sangat sedehana, hanya mengatur aplikasi pada smartphone kemudian stetoskop merekam suara detak jantung pasien. Hasilnya langsung nampak pada layar ponsel.

COO Eko, Jason Bellet menjelaskan, penyimpanan data pasien bisa digunakan menjadi dokumen seumur hidup.

Alat ini sudah mendapat persetujuan dari pihak pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat yang bernama Food and Drugs Administration (FDA), sehingga dipastikan aman dipakai.

Dalam penelitian medis, yang paling ditunggu setelahnya adalah hasil dari rekaman dari Eko dari ribuan klinik atau rumah sakit.

“Jika mempunyai banyak data rekaman, maka kami akan tahu apa saja yang selama ini kami tidak ketahui sebelumnya,” kata kardiolog UCSF, John Chorba.-

Adopsi Anak Tidak Mudah

MALANGVOICE – Ingin punya anak hasil adopsi ternyata tidak mudah, karena persyaratannya rumit dan harus lengkap.

“Kalau mau mengadopsi kita sidang juga lho, bukan persoalan rasa antar kemanusiaan saja tapi hukum negara juga,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batu, Maulidiono saat berbincang dengan MVoice, Kamis (3/9).

Jika anak yang hendak diadopsi masih memiliki orang tua, kata Maulidiono, maka harus ada surat persetujuan dari wali orang tua. Itu nanti yang akan dijadikan dasar pengubahan akte lahir dengan nama ayah yang baru.

Namun, bila anak tersebut dari panti asuhan selain adanya surat izin tertulis berupa surat keterangan panti asuhan, juga akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh kepolisian setempat baru kemudian mengurus di Dispendukcapil.

“Kalau anak yatim misalnya, ada yang jelas nama orang tuanya, ada yang tidak jelas nama orang tuanya yang kemungkinan dititipkan atau dibuang. Itu kita penuhi haknya sebagai warga negara, yaitu pengurusan dokumen ini,” tambahnya.

Bahkan pernikahan siri yang anaknya tidak bisa dibuatkan akte lahir juga akan merepotkan. “Kita harus mulai pencatatan sipil nikahnya dan buat akte lahir anak. Intinya ada proses, kalau tidak sabar ya bilangnya rumit,” tandas Kadispendukcapil.-

Pamerkan 9 Koleksi, Museum Angkut Primadona IIMS

Manajer Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto saat bercerita diruangannya. (fathul/malangvoice)

MALANGVOICE – Museum Angkut Kota Batu tidak hanya menarik wisatawan, namun juga menpesona profesional, kolektor, dan publik di Jakarta. Dalam event Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di JIExpo Jakarta, museum Angkut mengikutsertakan sembilan kendaraan klasik pilihan, yakni empat mobil dan lima motor.

Adapun empat mobil kuno tersebut adalah Roll Roys Silver Shadow tahun 1974, Dodge Depot tahun 1934, Bentley tahun 1952, dan Austin Healy tahun 1951. “Kalau Bentley ini sekelas dengan yang dipakai Ratu Diana di Kerajaan Inggris. Kemudian Dodge Depot ini masih bisa menyala sehingga membuat heboh pengunjung,” kata Manajer Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto kepada MVoice, Senin (24/8).

Titik menceritakan banyak orang yang geleng-geleng dengan koleksi Museum Angkut, bahkan mendapatkan kunjungan potensial dari Hotman Sitompul, Hauke, dan juga Roy Suryo yang tergabung dalam Perhimpunan Mobil Kuno Indonesia (PMKI).

Bahkan, beberapa orang yang faham sejarah mobil kuno sampai heran ada mobil Austin Healy yang pernah menghebohkan dunia karena mendapatkan predikat kecelakaan termahal dengan korban meninggal 83 orang di Perancis.

“Tapi bukan mobil ini, ya sama aja. Karena mobil yang kecelakaan itu sudah dilelang,” cerita Titik sambil tertawa.

Sementara koleksi sepeda motor yang turut dipamerkan adalah BSA Roundtank tahun 1925, MV Agusta tahun 1950, Ariel tahun 1961, Ambassador tahun 1960, dan Nimbus 4 silinder tahun 1954.

“Bahkan beberapa orang sampai bisik-bisik ingin membeli kendaraan ini. Namun saya tegaskan bahwa ini milik museum untuk pameran, tidak dijual,” kata Titik.

Ia sendiri mengakui bahwa pihaknya diundang menghadiri IIMS karena publik sudah kadung booming dengan adanya Museum Angkut di media sosial. “Saya datang sekaligus bisa dikatakan sebagai Duta Wisata Kota Batu. Saya membawa informasi soal PHRI, Jatim Park Group, dan Museum Angkut sendiri,” tandasnya.-

Pola Makan Salah Rentan Terkena Osteoarthritis

Yudi Suyyud (kiri)

MALANGVOICE – Penyakit degeneratif tulang sendi atau dalam dunia medis dikenal sebagai Osteoarthritis (OA), ternyata juga menyerang pada usia produktif atau di bawah usia 45 tahun

Senior General Manager Medical Combiphar, Yuddi Suyyud menjelaskan, gaya hidup anak muda yang tidak sehat baik melalui lifestyle maupun makanan, dapat menumbuhkan penyakit ini sejak dini.

“Salah satu yang sering terkena penyakit ini adalah wanita, karena kebanyakan mereka memakai high heels,” kata Suyyud, Sabtu (22/8).

Dijelaskan, pemakaian high heels yang terlalu berlebihan dapat mengganggu tulang persendian utamanya lutut. Berbagai penelitihan menyebut, sebagian besar mereka pemakai high heels mengalami banyak gangguan.

“Selain high heel masalah lain adalah makanan, ini juga penting karena penyakit OA bisa disebabkan karena makanan,” bebernya.

Dijelaskan, konsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat berlebih bisa menjadi penyebab utama penyakit OA.

“Makanan olahan atau makanan kaleng dan asam lemak jenuh, bisa menjadi penyebab termasuk pula garam,” imbuhnya.

Karenanya, ia mengimbau kepada masyarakat agar mengkonsumsi buah dan sayuran, omega 3, minyak zaitun dan perbanyak konsumsi vitamin D untuk mencegah terjadinya OA.

“Untuk pengobatan Combhipar selaku produsen obat memiliki produk hyalone bagi mereka yang menderita OA ini,” tegasnya.-

Tips untuk Manula, Waspadai Penyakit OA

Bagus Putu Putra

MALANGVOICE – Osteoarthritis (OA), penyakit degeneratif sendi tulang yang umumnya diderita pasien usia lanjut, kini menjadi momok tersendiri dalam dunia medis.

Pakar penyakit reumatologi, Bagus Putu Putra Suryana mengatakan, sekitar 70 persen manusia yang berusia 60 tahun mengalami OA pada sekitar lutut mereka.

“Ada beberapa gejala OA salah satunya adalah nyeri sendi, krepitasi, kaku sendi, serta gangguan aktifitas,” kata Bagus Putu dalam Combihealth forum, Sabtu (22/8) di Malang.

Dijelaskan, selain menyerang kaki, OA juga mengena pada bagian tangan, punggung, tulang panggul. Khusus mengena tulang panggul, penyakit OA ini menyebabkan pasien tidak bisa berjalan.

Lebih lanjut, Putra memaparkan, beberapa faktor termasuk usia, kegemukan, jenis kelamin wanita, faktor genetik serta cidera sendi, merupakan penyebab utama timbulnya penyakit ini.

“Penyakit ini juga bisa menyerang mereka yang berusia di bawah 45 tahun,” imbuhnya.

Karenanya, guna mencegah timbulnya penyakit OA sejak dini, perlu dilakukan beberapa tindakan, termasuk mengkontrol berat badan, olahraga teratur serta pencegahan cidera sendi. “Cara terbaik adalah mencegah sejak dini,” terangnya.-

Melatih Kesimbangan Otak Kanan dan Otak Kiri

Peserta festival egrang saat berjalan disaksikan masyarakat Kota Batu. (Fathul/MalangVoice)

MALANGVOICE – Permainan tradisional sudah mulai ditinggalkan. Saat ini, anak-anak dimanjakan dengan game cyber yang mengurangi pergaulan sosial mereka.

Hal inilah yang menjadi dasar diadakannya Festival Egrang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-70 oleh Pemerintah Kota Batu pada Rabu (19/8) siang hingga sore.

“Saat ini anak-anak kecil lebih suka bermain dengan gadget mereka dibandingkan dengan permainan tradisional, karena itulah kita menggagasnya,” kata Ketua Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kota Batu, Eni Rahayuningsih.

Maka dari itu, partisipasi siswa-siswi sekolah di Batu ini sangat diapresiasinya. Karena ternyata, masih banyak yang peduli dengan budaya tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia.

Jika dipikirkan secara mendalam, egrang bukan hanya sebuah permainan penghilang suntuk. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari permainan tradisional ini.

Bila kita perhatikan, orang yang bermain egrang membutuhkan keberanian lebih saat hendak menaiki bambu penopang. Setelah naik, ia harus terus maju karena jika berhenti maka ia akan jatuh.

Seperti yang dijelaskan oleh Wakil Ketua II PHBN Bidang Non Kenegaraan Kota Batu, Drs Achmad Suparto. Bahwa bermain egrang membutuhkan kemampuan untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri.

“Dalam dunia olahraga seni bermain egrang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan antara gerak motorik dan psikomotor,” ungkap Achmad kepada MVoice, Rabu (19/8).

Ia melanjutkan bahwa dalam bermain egrang, dibutuhkan satu kesatuan gerak tubuh dan intelektual sehingga bisa berdiri, berjalan, dan pada akhirnya adalah tercapainya tujuan.

Seni egrang memang jenis permainan yang populer di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Bahkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan beberapa daerah di Sulawesi, egrang masih berkembang hingga saat ini.

Sayangnya, belum ada literasi yang menyebutkan asal muasal permainan egrang. Namun dari sumber di internet, disebutkan bahwa “egrang” berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang.

Sementara dari daerah Sumatera Barat, egrang dikenal dengan nama “tengkak-tengkak” dari kata Tengkak atau pincang. Untuk bahasa Bengkulu disebut Ingkau yang berarti sepatu bambu.

Ada juga yang menyebut egrang sebagai Jangkungan di Jawa Tengah yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Lalu dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan, egrang disebut Batungkau.

Salah satu warga yang ikut menikmati Festival Egrang tersebut, Evi, mengakui bahwa permainan egrang membutuhkan ketekunan karena ia sering menyaksikan anaknya bermain.

“Anak saya belajar tiap hari kalau di rumah. Ia butuh seimbang dan latihan terus menerus. Saya setuju bahwa Egrang bukan sekedar bermain, apalagi di motori oleh guru-guru sekolah,” tandasnya.-