01 December 2022
01 December 2022
21.3 C
Malang
ad space

Demo, Nendang Kaca Mobil Dalmas, Jadilah Tersangka

Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto Diyono, saat melakukan conference press terkait kasus pengerusakan kendaraan polisi, (MG2).

MALANGVOICE – Salah satu demonstran dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), HL (23), Senin (8/3) ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan ini menyusul insiden perusakan satu mobil Dalmas.

Menurut penjelasan Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto Diyono, pelaku menendang kaca truk Dalmas bermula dari petugas yang akan mengangkut massa aksi ke atas truk.

Pelaku tersulut emosinya karena truk berjalan dahulu, sementara, masih ada teman-temannya yang tertinggal.

‘”Lalu pelaku emosi dan langsung menendang kaca truk yang ada di belakang supir sehingga melukai mata petugas,” jelasnya.

Ketika truk Dalmas yang mengangkut massa ini sudah berjalan, ternyata ada beberapa yang tertinggal, sehingga HL pun beralasan tersulut emosi, kemudian melakukan perusakan dengan menendang kaca belakang truk hingga pecah dan mengenai petugas yang mengemudi.

“Petugas kami dirawat inap, bernama Eko mengalami luka pada mata di sebelah kiri. Kami sangat menyayangkan,” ungkapnya saat menggelar conference pers, Selasa (9/3).

Hingga saat ini petugas Kepolisian atas nama Eko Winardi kini masih berada di Rumah Sakit (RS) Hermina, Kota Malang untuk melakukan observasi.

“Diopname di RS Hermina untuk observasi, karena serpihan kaca itu masuk ke lensa mata. Apakah lensa kornea dari mata itu menyebabkan saraf dalam mata terganggu tidaknya, jika iya nanti akan berpengaruh terhadap penglihatannya,” paparnya.

Sementara itu, barang bukti yang telah diamankan dari tersangka HL meliputi satu buah sepatu sebelah kanan, satu celana jeans panjang warna biru, dan satu buah sepatu sebelah kiri yang disita dari tersangka.

Dari kasus ini, tersangka diancam pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau pasal 406 KUHP dengan perkara tindak pidana penganiayaan dan perusakan.

“Hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan dan pasal 406 KUHP,” imbuhnya.(end)

UKM Pagar Nusa UIN Lalai? Berikut Penjelasan Kasat Reskrim Polres Batu

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus. (Aan)

MALANGVOICE – Meninggalnya dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) pada saat pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN, Sabtu (06/03) di Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu masih menyisakan misteri.

Pembaiatan itu memakan dua korban bernama Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan dan Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Pendalaman kasus ini dilakukan oleh Satreskrim Polres Batu. Sebanyak 31 saksi dari panitia pembaiatan itu diperiksa untuk dimintai keterangan lebih lanjut hari ini, Selasa (09/03)

“Benar kita sedang melakukan pemeriksaan, hari ini kita memeriksa 31 saksi dari panitia. Untuk sementara proses pemeriksaan masih dilakukan oleh penyeledik kita,” jelas Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, Selasa (09/03).

Para saksi itu merupakan jumlah akumulasi dari jumlah saksi yang diperiksa kemarin, Senin (08/03) yang berjumlah 11 orang. Kemarin dari pihak kampus, Warek 3 dan Bidang Kemahasiswaan UIN juga diperiksa.

“Hasilnya masih menunggu dari keterangan-keterangan yang kita dapatkan dari saksi pada hari ini,” ungkap Jeifson.

Jeifson melanjutkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Ia mendalami apakah dalam peristiwa ini ada dugaan tindak pidana atau tidak. Setelah itu pihaknya akan melihat fakta-fakata yang terjadi dari proses pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN.

Ia menambahkan pihaknya telah mengantongi barang bukti berupa dokumen-dokumen kegiatan tersebut. Dari barang bukti itu pihaknya masih melakukan analisa untuk menemukan ada atau tidaknya kelalaian atau tindak pidana lainnya.

“Kita juga mendalami proses pembaiatan tahun-tahun sebelumnya, SOPnya bagaimana. Karena kebetulan yang tahun ini sedang dalam suasana pandemi sehingga mereka tidak diizinkan oleh kampus,” imbuh dia.

Jeifson masih belum bisa memberi keterangan bagaimana SOP yang dilaksanakan di pembaiatan kali ini, sesuai atau tidak, masih didalami pihaknya.

“Kalau dari pihak medis, masih kita lakukan koordinasi dengan pihak terkait. Yang di Puskesmas pada saat itu tidak dilakukan visum. Jadi hanya tindakan untuk memeriksa jenazah tidak dilakukan visum karena langsung dijemput oleh keluarga,” urai Jeifson.

Selain itu Jeifson mengatakan penyidiknya sedang menuju ke rumah para peserta pembaiatan ini untuk mendapatkan keterangan tambahan.

“Sebagian dari penyidik kita sudah menuju ke tempat tinggal peserta UKM Pagar Nusa ini untuk membandingkan keterangan dari peserta dan panitia ,” tandasnya.(end)

Belum Sampai Puskesmas, Seorang Mahasiswa UIN Malik Ibrahim Meninggal Ketika Ikuti Pembaiatan UKM Silat

Ilustrasi

MALANGVOICE – Penyebab kematian dua mahasiswa UIN Maliki masih menyimoan misteri. Baik Rumah Sakit Karsa Husada Batu maupun Puskesmas Karangploso tidak mengetahui yang menjadi sebab meninggalnya kedua korban.

Dua mahasiswa yang meninggal secara misterius tersebut masing-masing Moh Faishal Lathiful Fahris dan Miftah Rizki Pratama. Jika Faishal yang asal Lamongan itu merupakan mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN, maka Rizqi mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Keduanya meninggal dunia saat mengikuti pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN di Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (6/3).

Baca Juga: Dua Mahasiswa UIN Meninggal Saat Pembaiatan UKM Silat, Begini Penjelasan Warek...

Sebelum meninggal, Fasihal sempat pingsan dan dilarikan ke Puskesmas Karangploso pada pukul 15.00 WIB. Jarak Coban Rais ke Puskesmas Karangploso sendiri sejauh 10 kilometer.

Kepala Puskesmas Karangploso, drg Izza El Naila menyampaikan ketika Faishal datang sudah tak bernyawa. Tindakan yang dilakukan tenaga kesehatan di Puskesmas hanya menutup jenazah Faishal.

“Karena sudah meninggal kita tidak melakukan perawatan apa-apa soalnya di sini tidak menyediakan jasa pemandian jenazah,” jelasnya.

Setelah mengetahui Faishal sudah meninggal pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian. Kemudian mereka berkoordinasi untuk mencari identitas korban dan ditemukan Faishal berasal dari Lamongan sehingga langsung mengontak keluarganya.

“Faishal datang ke sini menggunakan ambulance dari Tlekung diantar empat orang,” imbuhnya tanpa menyebut identitas pengantar Faishal.

Berdasarkan pengamatan tim Puskesmas Karangploso, Faishal meninggal tanpa luka apapun di sekujur badannya. Mereka juga tidak berani melakukan autopsi atau vasum karena tidak mendapat surat pengantar dari kepolisian.

Kegiatan itu ternyata tidak mengantongi izin ke pihak kampus, Polres Batu, Satgas Covid-19, juga penanggung jawab Coban Rais.

Wakil Rektor 3 UIN, Dr Isroqun Najah mengatakan penyelenggara kegiatan itu tidak meminta izin. Pihak kampus pun tidak sempat melarang pelaksanaan kegiatan itu.

“Semua kegiatan luring mahasiswa dinonaktifkan. Bahkan mereka ke kampus saja tidak boleh,” terangnya, Senin (08/03).

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Jeifson Sitorus mengatakan hal serupa dialami oleh Mifta. Sebelum sampai di RS Karsa Husada juga dalam kondisi meninggal dunia.

“Jika ada indikasi tindak pidana maka pemeriksaan lebih lanjut bisa dilakukan. Jika keluarga menghendaki, autopsi bisa dilakukan,” tandasnya.(end)

Dua Mahasiswa UIN Meninggal Saat Pembaiatan UKM Silat, Begini Penjelasan Warek 3

Kedua korban pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN. (Istimewa)

MALANGVOICE – Wakil Rektor (Warek) 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang, Dr Isroqun Najah menjadi salah satu saksi yang dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Batu, Senin (08/03).

Ia menjadi satu dari 11 saksi yang diperiksa terkait meninggalnya dua mahasiswa saat ikuti pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa UIN.

Korban itu adalah Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan. Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

Mereka berdua meninggal pada hari Sabtu (06/03) sekitar pukul 15.00. Kedua korban itu diketahui pingsan saat hendak melaksanakan salat asar di kawasan wisata Coban Rais, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Isroqun menjelaskan kegiatan ini tidak hanya tak kantongi izin, tetapi memang tidak meminta izin. Pada masa pandemi ini Isroqun menegaskan seluruh kegiatan luring mahasiswa ditiadakan.

“Sudah ada surat edaran rektor menyangkut kegiatan ini. Lha wong kuliah saja daring,” jelasnya.

Kegiatan yang diperbolehkan, jelas Isroqun adalah yang daring saja. Ini untuk menginisiasi agar kegiatan kampus tetap berjalan.

“Mereka masuk kampus saja tidak diperbolehkan. Bahkan karyawan pun juga dibatasi untuk masuk kampus,” imbuhnya.

Isroqun menegaskan aturan ini sudah disebarkan ke seluruh UKM yang ada di UIN. Semua mahasiswa menurut Isroqun harusnya sudah mengetahui terkait aturan ini.(end)

Sepuluh Jam Kegiatan Fisik, Dua Mahasiswa UIN Tewas saat Pembaiatan UKM Silat

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus

MALANGVOICE – Fakta menunjukkan kegiatan pembaiatan anggota baru UKM Pagar Nusa Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang menelan dua korban, Sabtu (06/03).

Ternyata kegiatan tersebut belakangan baru diketahui tidak mengantongi izin kampus, Polres Batu, Satgas Covid-19.

Bahkan pihak Coban Rais sebagai tempat kegiatan ini pun tidak tahu menahu jika ada pembaiatan. Baru ketika menelan dua korban seluruh pihak yang telah disebutkan mengetahui jika ada kegiatan pembaiatan ini.

Kasat Reskrim Polres Batu, Jeifson Sitorus mengatakan di rundown kegiatan yang masih diselidiki, setiap hari ada kegiatan fisik selama 10 jam. Berdasarkan data itu Jeifson mengaku masih belum mengetahui indikasi penyebab kematian.

Diketahui, korban itu adalah Moh Faishal Lathiful Fahri, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN asal Lamongan. Miftah Rizki Pratama, mahasiswa Tadris Matematika asal Bandung.

“Korban meninggal ketika hendak melaksanakan salat asar. Korban yang dari Lamongan sudah pingsan terlebih dahulu sebelum melaksanakan wudu,” jelasnya.

Ketika diketahui ada peserta yang pingsan seluruh peserta dikumpulkan dan disuruh jongkok oleh panitia. Ketika seluruh peserta jongkok, Rizki juga pingsan.

“Korban yang pingsan lebih dulu dibawa ke Puskesmas Karangploso, sedangkan yang kedua dibawa ke RS. Karsa Husada,” imbuh Jeifson.

Jeifson menambahkan Faisal sempat melaksanakan wudu, namun belum sempat salat asar ia pingsan terlebih dahulu.

“Diketahui dari pihak medis, kedua korban ketika sampai di sana sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” tambah Jeifson.

Jenazah kedua korban sudah dibawa ke kampung halaman masing-masing. Jika ada indikasi tindak pidana dan keluarga bersedia agar kedua korban diautopsi, maka pemeriksaan bisa dilanjutkan.

“Namun untuk saat ini kami masih melakukan pemeriksaan. Tindakan yang lebih jauh masih belum kami lakukan,” tandasnya.

Satreskrim Polres Batu memeriksa 11 saksi dari pihak kampus serta mengantongi bukti-bukti dokumentasi dan ponsel para panitia.(end)

Satu Kendaraan Dirusak Demonstran, Polisi Terpaksa Melakukan Ini

Gambaran Kendaraan Dalmas Polresta Malang Kota yang telah dirusak, (MG2).

MALANGVOICE – Rencana pengembalian massa aksi demo Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menuju tempat tinggal masing – masing, rusuh.

Satu Kendaraan Dalmas yang mengangkut massa aksi demo AMP tersebut dirusak tepatnya berada di depan Hotel Kertanegara Jalan Semeru, Kota Malang.

Akibatnya kaca belakang pengemudi pecah, meninggalkan serpihan yang masuk kedalam ruangan sopir.

Perusakan yang dilakukan beberapa orang itu, dengan cara menendang kaca mobil Dalmas dari belakang.

Dengan adanya tindakan perusakan ini, akhirnya pihak kepolisian memutuskan untuk membawa pelaku menuju Mapolresta Malang Kota.

Menurut keterangan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, dengan adanya pemecahan kaca ini, pihaknya telah melakukan pengamanan kepada pelaku.

“Saya perintahkan semua diproses. Yang terlibat sekarang sudah kami pisahkan antara pelaku, yang menyuruh, dan yang mendorong dengan yang tidak terlibat. Untuk yang tidak terlibat kami kembalikan,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Senin (8/3).

Selain itu, Leo juga menambahkan bahwa sudah mendapatkan satu barang bukti berupa sepatu yang digunakan dalam aksi pemecahan kaca itu.

“Pelaku dikenai Pasal 170 kekerasan orang dan barang yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum. Anda lihat semua. Ancaman di atas lima tahun,” imbuhnya.

Dari situ, dirinya berpesan sebagai Satgas Covid-19 tidak mengizinkan lagi adanya unjuk rasa dalam bentuk apapun di Kota Malang.

“Atas nama satgas covid-19 saya dengan Dandim mewakilinya tidak mengizinkan ada lagi unjuk rasa di Kota Malang dengan alasan apapun. Kita masih dalam masa pandemi. Kita menyelamatkan rakyat karena keselamatan rakyat adalah hukum yang utama,” tandasnya.(end)

Kali ke Tiga Longsor Lagi, Seperti Ini Kondisi Jalan Provinsi Batu-Kediri

Jalan Provinsi Kediri-Batu di Pujon hanya tinggal satu Bahu. (Istimewa)

MALANGVOICE – Di tengah perbaikan plengsengan, Jalan Provinsi Kediri-Batu longsor lagi. Jalan di Dusun Ngeroto, Desa Lebaksari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang itu sudah mengalami longsor sebanyak tiga kali.

Pertama pada 26 Februari lalu, longsor kedua terjadi kemarin Jumat (05/03). Hari ini, Sabtu (06/03) pukul 19.16 WIB kembali terjadi longsor.

Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan longsor ini mengakibatkan penutupan total arus lalu lintas. Saat ini hanya tinggal satu bahu jalan saja yang tersisa.

“Longsor ini diakibatkan tanah tergerus dari dalam karena ada aliran sumber air di dalam jalan itu,” jelasnya.

Sadono juga mengatakan banyak kendaraan berat yang memaksa lewat jalan itu. Akibatnya tanah yang dilintasi air tidak kuat menahan beban dan longsor pun terjadi.

“Malam ini kita tutup total. Roda dua juga dilarang lewat meskipun sebenarnya bisa karena kita tidak bisa memperkirakan tingkat bahayanya pada malam hari,” lanjutnya.

Kata Sadono, penutupan ini dilakukan selama 10 hari. Khusus roda dua masih belum ditentukan bisa lewat atau tidak, bergantung kondisi besok pagi.

“Space jalan akibat longsor ini tidak memungkinkan roda empat untuk melintas. Potensi longsor pun dapat terjadi sewaktu-waktu karena air di bawah jalan itu terus menggerus tanah sehingga sangat berbahaya melintasi jalan ini,” tandasnya.(end)

Wali Kota Malang Klarifikasi Akun FB Palsu

MALANGVOICE – Beredarnya beberapa akun Facebook palsu mengatasnamakan Wali Kota Malang, Sutiaji langsung mendapatkan respon dari sang pemilik akun resmi.

Orang nomor satu di Kota Malang ini mengaku sebenarnya sudah tiga tahun lamanya tidak aktif di Facebook. Karena itu munculnya beberapa akun palsu ini membuatnya resah.

“Padahal sudah off. Jelas merugikan saya secara pribadi, keluarga dan juga kota Malang. Karena apa pun yang diunggah akan memberi persepsi bahwa itu benar saya, padahal bukan,” ungkapnya, Jumat (5/3).

Guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan akun palsu yang telah beredar, Sutiaji meminta dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Malang untuk melakukan klarifikasi supaya masyarakat tahu beberapa akun tersebut bukan miliknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Malang, Nur Widianto akan melakukan upaya untuk menangani permasalahan ini salah satunya dengan memberikan literasi ke masyarakat agar tidak terkecoh atas adanya akun palsu ini.

“Terlebih dahulu, kami ingin membangun kesadaran dan literasi untuk bijak serta berhati hati dalam bermain sosial media,” tuturnya.

Meski begitu, Widianto menegaskan terkait permasalahan ini tidak menutup kemungkinan bisa melangkah pada proses hukum.

“Belum sampai melangkah pada proses hukum meskipun tidak menutup ruang ke sana,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk bijak menggunakan Sosial Media, karena dengan tindakan seperti pemalsuan akun semacam ini bisa berakhir melalui proses hukum.

“Tapi perlu saya ingatkan proses hukum bisa menghadiri siapa saja yang memang beritikad tidak baik dengan modus pemalsuan akun atau melakukan hack atas sosmed orang lain,” tandasnya.(end)

Kasatlantas Polres Malang: PPKM Efektif Tekan Angka Kecelakaan

Kasat Lantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho. (Toski D).

MALANGVOICE – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Malang ternyata menurunkan angka kecelakaan dibandingkan bulan yang sama di tahun 2020.

Kasat Lantas Polres Malang, AKP Ady Nugroho mengatakan, selama pemberlakukan PPKM di wilayah Kabupaten Malang, mungkin menyebabkan masyarakat enggan keluar rumah.

Meskipun demikian, lanjut Ady, dirinya telah melakukan beberapa upaya untuk menekan angka kecelakaan di Kabupaten Malang.

“Kami memang mengupayakan penurunan kecelakaan sejak awal 2021 dengan upaya yang kita lakukan seperti intervensi black spot yang ada di Kabupaten Malang ini,” jelasnya.

Bahkan, tambah Ady, dirinya juga memberikan deteren efek atau strategi khusus untuk mencegah para pengendara bermotor berbuat ugal-ugalan di jalan raya.

“Seperti di Genengan (Pakisaji) kami beri dummy mobil patroli sebagai deteren efek pengendara supaya lebih hati-hati dan mengurangi kecepatan,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Laka Satlantas Polres Malang, Iptu Agus Yulianto menyampaikan, berdasarkan catatan di unit Laka Lantas, di bulan Januari 2020 angka kecelakaan tercatat 69 kecelakaan. Jumlah tersebut menurun drastis di bulan yang sama di tahun 2021.

“Bulan Januari 2021, angka kecelakaan ada 37. Dari data itu, kita bisa melihat bahwa ada penurunan kecelakaan,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Agus, angka kecelakaan di bulan Februari mencapai 31 kejadian, yang didominasi korbannya berusia 30 tahun kebawah.

“Di tahun 2020, rata-rata jumlahnya 60-an kejadian di bulan Januari dan Februari. Kebanyakan tidak memiliki SIM, dan pakai Helm, itu usia 20-an lah, persisnya 30 kebawah,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Agus, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mentaati peraturan lalulintas.

“Pakailah Helm, taati peraturan lalulintas, agar, jangan ugal-ugalan dijalan,” imbaunya.(end)

Gara-gara Gunakan Listrik Statis, Gudang Pom Mini di Tajinan Terbakar

Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pembasahan. (Istimewa)

MALANGVOICE – Warga Desa Jatisari, Tajinan dihebohkan dengan peristiwa kebakaran di Gudang Pom Mini, yang terjadi pada Rabu (3/3/2021) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Dalam peristiwa kebakaran tersebut, mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar, yakni Fajar (25) dan Dianto (45) yang keduanya merupakan warga dusun Mulyojati, Desa Jatisari, Tajinan.

“Api baru bisa dipadamkan sekitar 08.25 WIB. Kedua korban itu sudah dibawa klinik terdekat sebelum petugas datang, Fajar lukanya di kedua kakinya, dan lengan kiri sedangkan Dianto di kedua kakinya sampai atas lutut,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol-PP Pemkab Malang, Goly Karyanto, saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021).

Menurut Goly, begitu mendapat laporan, petugas Pemadam Kebakaran langsung berusaha melakukan pemadaman walaupun kedatangannya sedikit terlambat karena informasi yang diterima juga lamban lantaran api terlanjur menjalar.

“Tadi kami datang terlambat, karena dapat informasi juga terlambat, kami terima telepon ketika api sudah besar,” jelasnya.

Peristiwa kebakaran tersebut, lanjut Goly, dipicu karena pompa Pom Mini yang memakai tenaga listrik statis sehingga mudah menguap apabila dipacu dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengakibatkan kebakaran langsung.

“Akibat peristiwa itu, pemilik diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp. 25 Juta,” pungkasnya.(end)