10 December 2022
10 December 2022
20.5 C
Malang
ad space

Hadapi PPKM Level 3, Hawai Group Malang Optimalkan Prokes

Petugas Hawai Group Malang mengecek Peduli Lindungi pengunjung sebelum masuk wahana. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang Raya masuk peningkatan kasus Covid-19 hingga PPKM naik level 3. Hal ini disikapi Hawai Group Malang dengan terus mengoptimalkan prokes.

Direktur Utama Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo, mengatakan, selama PPKM level 3 ini seluruh wahana wisata tetap buka. Kendati demikian, protokol kesehatan ketat akan diberlakukan.

Apalagi Hawai Group tak ingin kecolongan lagi ulah wisatawan positif Covid-19 yang jalan-jalan ke Malang pada Januari lalu.

“Kami tetap buka tapi dengan prokes ketat. Tentu ada pembatasan pengunjung 50 persen dari kapasitas, tapi selama pandemi ini masih sepi, ada pengunjung 40 persen saja sudah bagus,” kata Bambang.

Dirut Hawai Group Malang, Bambang Judo Utomo. (deny rahmawan)

Hawai optimistis mampu memberikan jaminan kesehatan kepada pengunjung. Selain seluruh karyawan sudah menjalani vaksinasi booster dosis ke-3, Hawai Group Malang sudah mengantongi sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) dari Kementerian Kesehatan RI.

Bambang mengaku, mendapatkan sertifikat CHSE itu tidak mudah. Di Jatim saja hanya empat wisata yang mendapat sertifikat itu, antara lain JTP 2, Hawai Group Malang, Selecta, dan Wisata Bahari Lamongan.

“Kami semua dites, mulai uji kelayakan air, semua wahana, termasuk kebersihan. Tidak mudah mendapat CHSE itu,” jelas Bambang.

Selain itu, setiap pengunjung juga akan diawasi lebih ketat mulai masuk ke dalam wahana wisata Hawai Group Malang.

“Jadi kami akan semakin ketat mengawasi pengunjung. Sebelum masuk ke Hawai harus scan Peduli Lindungi, kalau tidak ada ya tidak boleh masuk,” lanjutnya.

Bambang berharap selama PPKM Level 3 ini wisata bisa tetap dibuka karena banyak karyawan yang bergantung dengan kerjaannya saat ini.

“Adanya kenaikan Covid-19 sampai level 3 PPKM ini ya kami gelisah juga. Weekday aja tidak sampai 100 orang pengunjung, ya semoga wisata bisa terus jalan,” harapnya.(der)

Dosen Unitri Ajukan Diri Ingin Jadi Wakil Wali Kota Malang

Dwi Asnawi. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Dwi Asnawi secara terbuka mengajukan dirinya ingin melaju menjadi Wakil Wali Kota Malang pada pemilihan 2024. Keinginannya itu disampaikan dalam Forum Komunikasi Politik Malang Raya (FKPM), Ahad (21/11).

“Saya secara terbuka ingin dipinang menjadi N2 (Wakil Wali Kota Malang) periode selanjutnya,” kata Dwi.

Dwi yang aktif sebagai dosen Agribisnis Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) Malang ini menyatakan, hal ini memang keinginannya sendiri meski belum ada persetujuan resmi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Memang masih ada banyak tahapan yang dilalui sebelum pemilihan umum 2024. Tapi saya dengan PSI punya kedekatan yang bagus sampai DPD PSI pun demikian,” ujar pria asal Ngawi ini.

“Tapi sudah ada lampu hijau, namun belum ada dealing dengan partai,” ia menambahkan.

Saat ini Dwi tengah membangun komunikasi dengan beberapa pihak maupun partai lain untuk menyuarakan niatnya tersebut. Ia sadar sebagai anggota PSI tidak bisa mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang karena jumlah kursi.

“Memang harus komunikasi dengan partai lain, karena PSI beda dengan partai lain tidak bisa calonkan diri secara tunggal,” lanjutnya.

Dalam upayanya ini, Dwi akan mengusung no money politics dalam tagline-nya. Hal itu sekaligus membangun kepercayaan masyarakat bahwa politik tidak selalu bermain dengan uang.

“Saya berangkat dari niat no money politics, karena basic saya selain dosen adalah pengusaha. Jadi uang untuk kegiatan politik tidak mengganggu ekonomi keluarga,” singkatnya.

Sosok ideal yang diinginkan Dwi Asnawi sebagai tandem maju di Pemilihan Wali Kota Malang 2024 adalah memiliki satu visi, mengedepankan humanisme, dan pluralisme.

“Bisa dari incumbent, bisa juga tidak. Yang penting harus satu visi itu, jadi berangkat dari sana,” tandasnya.(der)

Sate Layah, Destinasi Sate Ayam Legit di Gang Sempit

Sate Layah by Ovan Tumpang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Penggemar kuliner sate wajib mencicipi Sate Layah yang berada di di Jalan Anggrek no 148 Malangsuko, Tumpang, Kabupaten Malang.

Usaha sate ayam yang sudah berdiri sejak akhir 2018 ini berada di dalam kampung dengan akses jalan yang tidak begitu lebar. Lokasinya nyaris tak terlihat dari jalan besar. Bahkan berada di tengah himpitan tembok SMAN 1 Tumpang yang membatasi jalan kampung.

Kendati berada di dalam gang, Sate Layah ternyata tidak main-main dengan cita rasa. Daging ayam yang disajikan tidak hanya empuk, melainkan juga sudah gurih terasa aroma rempah meski belum dicampur dengan saus kacang.

“Sebelum dibakar memang sudah dilakukan proses marinasi dengan rempah-rempah alami. Demikian juga dengan saat proses bakar, ada dua macam bumbu yakni dicelup dan diolesi, tentunya semuanya dengan komposisi yang berbeda,” ungkap Ovan Setiawan, pemilik Sate Layah kepada Mvoice, Jumat (29/10).

Sate Layah by Ovan Tumpang. (Istimewa)

“Ketika pembeli sudah paham prosesnya, kadang mereka memilih untuk memakan satenya tanpa saus kacang dulu. Merasakan rasa originalnya dulu kalau kata mereka, baru kemudian mencampurnya dengan saus kacang,” imbuh Ovan.

Hal berbeda lainnya adalah tekstur dari saus kacangnya. Sate Layah selama ini juga dikenal sebagai warung sate yang cukup royal dalam memberikan saus kacang. Bahkan saus kacang sate ayam di Sate Layah cenderung kental.

“Secara takaran memang sedikit ada pembeda, kita sengaja saus kacang dibuat sedikit kental tujuannya agar lebih khas ketika dinikmati,” urainya.

Dalam menjalankan usahanya ini Ovan dibantu dua rekannya yang bertugas di bagian operasional warung. Di masa pandemi ini, Sate Layah banyak mengoptimalkan pengiriman. Selain memiliki tim distribusi pengiriman sendiri, Sate Layah juga memanfaatkan layanan pesan antar milik jasa transportasi online.

Lantas kenapa dinamakan Sate Layah? Padahal ketika Malang oice datang ke Sate Layah tidak mendapati layah satupun. Ovan membocorkan bahwa Layah adalah Laris sak wayah-wayah. “Artinya adalah laris sak wayah-wayah. Nama adalah doa, semoga laris sewaktu-waktu,” ungkapnya.

Secara tampilan, Sate Layah memang lebih condong ke arah sate ayam khas Ponorogo. Yakni dengan irisan sate yang memiliki bentuk memanjang.

“Sate Layah banyak dipengaruhi sate Ponorogo. Karena ada paman di Trenggalek yang juga jualan sate ayam tentunya khas Ponorogo,” ujar Ovan yang berdarah Tulungagung-Trenggalek ini.

Hidupkan Kampung Jadi Produktif
Secara tampilan, kedai Sate Layah memang sangat sederhana. Menempati teras di samping rumah tidak sampai 1,5 x 3 meter. Itu hanya cukup untuk operasional, jika ingin makan di tempat disediakan lokasi sederhana yang cukup untuk dua meja.

Namun kebanyakan pengunjung yang makan di tempat lebih memilih untuk mengambil kursi dan makan sate di lorong gang. Sehingga tidak salah jika ini merupakan destinasi wisata kuliner yang berada di tengah kampung.

“Sengaja memang kita coba untuk mengeksplorasi kawasan yang disebut orang dalam tanda kutip tidak produktif, tapi di satu sisi ternyata kawasan ini justru menjadi pembeda ketika kita menghadirkan destinasi kuliner didaerah sini,” ungkap Ovan.

“Banyak yang bilang nongkrong di dalam gang ini tidak bising. Cocok untuk santai meski dengan tempat yang sederhana. Tentunya dengan menikmati sate,” sambung Ovan lantas tertawa.

Usaha Sate Layah ini cepat dikenal luas sebagai destinasi kuliner sate ayam di wilayah Malang Timur. Hal ini tidak lepas dari promosi yang dilakukan secara masif di sosial media.

“Untuk promosi jujur memang paling banyak menguras tenaga, pertama itu adalah yang ideal kedua kami bercita-cita agar daerah ini menjadi destinasi wisata kuliner untuk meningkatkan perekonomian warga di sekitar,” pungkas Ovan.(der)

Ke Malang, Sandiaga Uno Beri Bantuan Pelaku UMKM Keripik Tempe hingga Elus Perut Ibu Hamil

Menteri Sandiaga Uno diminta mengelus perut ibu hamil di Malang. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, berkunjung ke Malang, Jumat (15/10).

Dalam kunjungannya bertema Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) ini, Sandiaga Uno mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan, Sandiaga Uno diminta mengelus perut salah satu pedagang kripik tempe di Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang.

Pedagang bernama Wiwit yang tengah mengandung calon anak pertama yang sudah dinantikan selama 11 tahun ini ingin anaknya sukses sebagai pengusaha dan menjadi menteri. Tak hanya itu ia menilai Sandi sosok yang ramah yang patut menjadi panutan.

Menparekraf Sandiaga Uno disambut warga. (Istimewa)

Sandi kemudian menuruti keinginan Wiwit untuk mengelus perutnya yang sedang hamil. Sandi mendoakan semoga anaknya setelah lahir menjadi orang sukses dan berbakti pada bangsa dan orang tua

“Makanya saya minta perut saya di elus sama Mas Menteri, biar ketularan sukses”, katanya.

Selain itu, Wiwit juga curhat dengan Menparekraf terkait usahanya sebagai penjual keripik tempe. Menurutnya, sejak pandemi usaha keripik tempenya mengalami penurunan, apalagi tempat wisata dimana dia berjualan tutup dan dia hanya menjual keripiknya ke kedai makanan dan orderan. 

Untuk itu, dia meminta Sandi yang datang berkunjung ke desa Wisata Sanankerto, kecamatan Turen, Kabupaten Malang, bisa membantu mempromosikan dagangannya.

“Kami mau Mas Menteri promosikan dagangannya di Instagram miliknya,” tegasnya. 

Wiwit juga berharap Sandi bisa memberikan alat pengupas kedelai karena selama ini dia meminjam alat pengupas kedelai dengan tetangganya. 

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengaku kagum dengan perjuangan Wiwit. Sebagai seorang ibu yang sedang berjuang atau mengandung yang memang sudah dinantikan sejak 11 tahun, dia masih mau berusaha memproduksi kripik tempe.

“Saya bantu ya untuk promosinya, saya buat promosi di instastory saya,” kata Sandi sambil memberikan bantuan kepada pelaku UMKM di sana.(der)

Simak Tips dan Trik Aman Berkendara Motor Off Road

Motor off road Honda. (istimewa)

MALANGVOICE – Salah satu motor off-road yang saat ini digemari beberapa kalangan membuat kehadiran motor trail mulai eksis lagi bahkan berbagai komunitasnya tumbuh di berbagai daerah.

Dalam pengoperasiannya, motor off-road ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok seperti kebanyakan motor berperseneling lainnya, hanya saja, dikarenakan memang diciptakan untuk medan yang lebih ekstrem, maka ada hal-hal khusus yang patut diperhatikan oleh para pemula sebelum mengendarai motor jenis satu ini.

Sekilas motor off-road ini memang sama saja dengan motor yang menggunakan perseneling lainnya. Karena motor off-road ini diperuntukkan medan ekstrem, sehingga motor ini didesain khusus untuk menghadapi medan tersebut.

Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Hari Setiawan memberikan beberapa tips yang dapat diketahui sebagai pemula sebelum mengendarai motor trail atau off-road di medan ekstrem.

Hal pertama yang perlu dipersiapkan, yakni kelengkapan pelindung tubuh. Berkendara off road juga tidak lepas dengan penggunaan riding gear yang tepat sehingga tetap menjaga keselamatan pengendara di tengah keseruan. Riding gear yang digunakan untuk kegiatan off road maupun di jalan raya tidak jauh berbeda, namun terdapat beberapa elemen riding gear yang memiliki bentuk dan spesifikasi yang berbeda.

Siapkan sepeda motor trail dengan melakukan pengecekan kondisi motor apakah layak untuk digunakan. Dan kenali kondisi lintasan dan jenis-jenisnya dengan tujuan agar mampu memperkecil risiko terjatuh dan cedera.

Pengendara motor trail sangat memerlukan lebih banyak teknik ketimbang menjadi pengendara kendaraan jenis lainnya, jadi posisi tubuh, kestabilan, arah sepeda motor, kecepatan motor, cara pengereman, serta pemakaian tenaga mesin harus diperhatikan.

Bagi pengendara yang memiliki postur badan di bawah 170 cm, pasti sering kali merasa ada motor yang terlalu tinggi, terlalu berat, dan lainnya. Umumnya jenis motor trail, seperti CRF150L atau CRF 250 Rally memiliki dimensi sangat tinggi dan atau lebih berat dibanding lainnya. Namun semua orang memiliki kesempatan untuk mengendarai motor, baik trail atau cross, maupun tipe sport.

Tekniknya yakni pada waktu naik motor, posisi standar tetap miring, kemudian kaki (bagian kiri) menginjak step, lalu badan berdiri (seperti naik tangga), kemudian kaki kanan melangkahi jok dan mendarat di step kanan.

Setelah itu motor trail menyala posisi mesin siap menyala yang patut diperhatikan ketika bermanuver motor trail jelas berbeda dengan motor sport. Di mana posisi badan ikut miring atau kerap disebut cornering atau belok rebah. Dan kalau tanjakan, gerakan badan, kalau naik badan agak depan, kalau turun tarik ke belakang. Geser ke kanan kiri pantatnya, dan harus turunin kaki pabila akan kepeleset.

Berkendara di medan yang halus seperti beraspal ataupun di medan ekstrem, tetap saja ketika menggunakan motor off-road, ada hal-hal sama yang wajib dilakukan, yaitu penguasaan akselerasi, pengoplingan sampai pengereman motor dengan cermat dan seksama.

Hal tersebut dirasa sangat penting untuk dilakukan agar terhindar dari kecelakaan atau terpelanting dari motor karena salah akselerasi, salah kopling atau juga salah dalam pengereman. Di medan yang jalannya kurang rata, maka disarankan untuk tetap mengendarai motor di kecepatan rendah dan jaga kopling di gigi 2.

Cara melatihnya cukup mudah, jalankan motor dengan kecepatan rendah, lalu buat angka 8. Semakin pelan lebih baik, dan latih terus hingga bisa berbelok dengan setang sampai mentok. Bisa juga latih keseimbangan dalam keadaan motor statis.

Jika terjatuh dari motor, maka disarankan agar turut menggunakan kaki atau lebih tepatnya bagian paha luar untuk mengangkatnya. Jangan hanya mengandalkan kekuatan lengan atau tubuh bagian atas saja. Prinsipnya seperti mengangkat beban berat dari bawah. Kekuatan dimaksimalkan dengan bantuan otot tubuh bagian bawah.

“Yang terpenting saat naik motor trail reflek nya harus cepat menyeimbangi pergerakan motornya, kenali Motor, kuasai Akselerasi, dan salalu Cari_aman saat naik motor trail,” tutup Hari.(der)

Antusias Konsumen PCX Riding Bareng ke Pantai Teluk Asmara

Peserta touring Honda All New PCX. (Istimewa)

MALANGVOICE – Touring PCX yang diadakan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) distributor sepeda motor Honda wilayah Jatim & NTT ke Pantai Teluk Asmara pada Sabtu (5/06) disambut antusias peserta.

Bertajuk PCX Ultimate Excellence Touring ini diikuti 30 peserta yang berasal dari konsumen All New Honda PCX 160 dan pic dealer jaringan Honda wilayah Malang dan sekitarnya.

Kegiatan ini dimulai start dari MPM Malang. Sebelum memulai kegiatan disampaikan terlebih dahulu rute yang akan dilewati dan safety riding, seperti teknik berkendara pada saat touring juga kelangkapan berkendara serta menjaga dan patuh pada protocol kesehatan pada waktu di lokasi seperti wajib memakai masker, menjaga jarak dan sering mencucui tangan.

Touring Honda All New PCX. (istimewa)

Rute pertama yang dilalui peserta, yakni city touring keliling Kota Malang dan berfoto di ikon Malang. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju pit stop pertama di dealer Panji di Turen Kabupaten Malang. Kemudian menuju Pantai Teluk Asmara untuk makan siang dan menikmati keindahan salah satu wisata pantai yang ada di Kabupaten Malang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sepanjang perjalanan, peserta diajak merasakan kenyamanan berkendara yang tiada banding melintasi berbagai kondisi jalanan perkotaan dan pegunungan dilibas dengan nyaman dengan mengendarai Honda PCX.

All New Honda PCX nyaman dikendarai untuk aktivitas harian maupun jarak jauh berkat posisi berkendara yang dirancang secara ergonomis dengan pijakan kaki yang luas. All New Honda PCX sangat nyaman dikendarai sendiri maupun berboncengan, baik dikendarai pria maupun wanita karena posisi berkendara sudah disesuaikan dengan postur tubuh orang Indonesia pada umumnya.

Sesampainya di Pantai Teluk Asmara, pesertaenilmati makan siang bersama. Selain Turing peserta juga diminta untuk upload foto – foto keseruan kegiatan Turing dan upload di sosial media dengan hastag #touringpcx160malang dan ada 3 hadiah bagi peserta yang beruntung.

“Kami ingin memberikan pengalaman berkendara kepada konsumen dan juga pic dealer dengan konsep yang fun dengan tetap mematuhi protocol kesehatan yang berlaku . Bagi pic dealer ini juga bisa menjadi ajang untuk menjalin keakraban dengan konsumen,“ kata Jonsen selaku BTL Supervisor Area Malang MPM Honda Jatim.(der)

Siswa MTsN Jadi Tumpuan Indonesia di Kejuaraan Sepatu Roda

foto 1: Pesepaturoda Azalia Salwani Davina ketika berjuang di lintasan. (ist)

MALANGVOICE – MTsN 1 Kota Malang sepanjang tahun ajaran 2020/2021, terus merai prestasi membanggakan.

Total 302 prestasi berhasil diraih siswa siswi sekolah di Jalan Bandung No 7, Kota Malang tersebut. Bahkan 75 diantaranya, merupakan prestasi di level internasional.

“Alhamdulilah, meski dalam situasi setahun terakhir ini menyesuaikan sekolah daring dan luring di masa pandemi, namun anak-anak kita dapat mengikuti dengan baik dan terus mempertahankan prestasi. Lebih-lebih, prestasi yang ditorehkan kian meningkat,” beber Kepala MTsN 1 Kota Malang, Drs H Samsudin M.Pd.

Hal itu disampaikannya dalam Pelepasan Peserta Didik MTsN 1 Kota Malang Tahun Ajaran 2020/2021 di aula sekolah, Jumat (4/6) pagi. Bersamaan itu juga digelar Penobatan 10 Besar Penyumbang Prestasi Terbanyak.

Salwa bersama sang ibunda pasca menerima penghargaan dari sekolah. (ist).

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Azalia Salwani Davina. Siswi cantik dari kelas 9G itu tak lain adalah atlet sepatu roda andalan Kabupaten Malang yang telah merengkuh banyak tropy mulai ajang regional hingga nasional.

Putri bungsu pasangan Suliadi Winarno dan Agustyah Isnaini tersebut merupakan salah satu pesepaturoda belia yang digadang-gadang menjadi tumpuan Indonesia di masa mendatang.

“Semua berkat dukungan orangtua, para pelatih, pengurus cabor dan tentunya pihak sekolah, sehingga saya bisa terus meraih prestasi terbaik. Semoga ke depan, saya terus bisa menyumbangkan medali hingga level tertinggi dan memajukan cabor sepatu roda,” tutur Salwa, sapaan akrab atlet dari klub MILS ini.

Diantara deretan medali yang telah diraih Salwa selama ini, dara kelahiran 25 Juni 2006 itu pernah menjadi Juara 3 1000 m Putri di ajang POPROV Jatim VI 2019, Juara 3 Sped 1000 m Indonesia Roller Sport-Series V 2019 dan Juara 2 Speed Junior di Kejurprov V 2021.

Di usianya yang baru akan menginjak 15 tahun, Salwa sudah merengkuh hampir 20 piala dan medali cabor sepatu roda selama tiga tahun bersekolah di MTsN 1 Kota Malang.

Sebagai orangtua, Suliadi sang ayah, mengaku bangga dan akan terus memotivasi sang putri tercinta untuk menorehkan prestasi terbaik di bidang akademik dan non akademik. Saat ini, Salwa telah diterima sebagai siswi SMAN 3 Malang.

“Meski sudah berprestasi, tapi kami selalu mengingatkan Salwa supaya tetap menjaga akhlak, berbakti pada orangtua, berguna bagi sesama, bangsa dan negara,” tandas Agustyah Isnaini, sang ibunda.(der)

Dukung Pemulihan Gempa Kabupaten Malang, Bakti BCA Salurkan Donasi

Penyaluran donasi kepada BPBD Kabupaten Malang untuk korban gempa. (Istimewa)

MALANGVOICE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Corporate Social Responsibility Bakti BCA tergerak untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Malang.

Donasi tersebut diserahkan melalui dua jalur yang berbeda, pertama adalah melalui BPBD Kabupaten Malang dan Posko Kelurahan Desa Pamotan-Dampit. Adapun penyerahan donasi melalui BPBD dilakukan di BCA KCU Malang yang diserahkan Kakanwil VII Malang Weminto Suryadi dan Kepala KCU Malang Chen Lin Andrew kepada perwakilan BPBD Kab Malang pada Rabu (05/05).

Baca Juga: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Dapat Batuan Pemerintah Rp 50 Juta

Sementara itu bantuan lainnya diserahkan langsung ke Tim Posko Bantuan Gempa Desa Pamotan yang diberikan Kepala BCA KCP Dampit Henny Agustina.

“Segenap keluarga besar BCA turut prihatin dan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas bencana alam gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu, bahkan masih sempat dirasakan sejumlah gempa susulan. Sebagai saudara setanah air pastinya sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu. BCA sebagai institusi perbankan yang erat berhubungan dengan masyarakat menyadari hal tersebut dan mengulurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Weminto Suryadi, Kakanwil VII Malang.

Bentuk bantuan yang disampaikan Bakti BCA bagi masyarakat terdampak gempa adalah sembako berupa 2.75 ton beras yang dapat dibagi kepada sejumlah daerah terdampak gempa. Selain itu untuk bantuan lainnya yang diserahkan untuk membantu pemulihan bangunan yang terdampak bencana gempa adalah 150 terpal. Bantuan terpal ini dapat digunakan untuk membangun tempat tinggal sementara.

“Bantuan yang disampaikan oleh Bakti BCA diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudari kita yang tertimpa bencana. Kita sama-sama berharap ke depannya agar keadaan semakin membaik. Semoga masyarakat yang terdampak,dapat segera pulih dan beraktivitas normal kembali,” tutup Weminto.(der)

Solusi Makan Praktis, Enak, dan Sehat, Frozen Box Malang Semakin Diminati

Olahan makanan produk Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

MALANGVOICE – Malang dikenal dengan banyak sekali produk kuliner. Mulai jajanan pasar hingga makanan restoran atau siap saji. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak usaha kuliner menciptakan inovasi agar bisa tetap survive, salah satunya makanan frozen food.

Ya, salah satu olahan makanan beku milik Frozen Box contohnya. Berawal dari ide membuat makanan agar bisa bertahan lama, ternyata digemari banyak orang.

Gurame bumbu kuning Frozen Box Malang. (deny rahmawan)

Tim marketing Frozen Box, Riza Alfianto, mengatakan, produknya ini bisa tahan selama enam bulan di dalam freezer dan praktis langsung dimasak.

“Selama pandemi kami mencoba mengolah bahan sendiri dan memasarkan ke teman-teman, alhamdulillah ternyata diterima dengan baik. Kemudian kami coba terjunkan ke pasar dan hasilnya bagus,” kata Riza di kantor ruko Jalan Wilis Kavling 4, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang,

Riza mengatakan, selama Ramadan ini penjualannya meningkat drastis. Disebutkan seperti olahan gurame selama April bisa terjual 300 bugkus, lele bumbu kuning 150 bungkus, dan lele fillet bisa mencapai 200 bungkus.

“Yang paling banyak permintaan ini ada lele fillet dengan harga 35 ribu rupiah per 250 gram. Pesananya mencapai 200 bungkus di awal bulan ini, karena kami ada bonus tepung bumbu biar pembeli lebih mudah untuk mengolah,” jelasnya. Hal itu belum ditambah olahan lain seperti ayam fillet dan sayap.

Selain tahan lama, produk Frozen Food ini dibuat menggunakan bahan pilihan. Semua merupakan budidaya sendiri hasil kerja sama petani dengan sistim pakan organik. Kerja sama ini sekaligus membawa keuntungan bagi petani yang kehilangan pasokan selama pandemi.

“Jadi kami bisa klaim makanan ini sangat sehat tanpa bahan pengawet,” ujarnya.

Frozen Box mendatang akan melakukan ekspansi penjualan ke kota-kota besar. Penambahan menu juga akan dilakukan, seperti ikan dori, kakap, dan kerapu.

“Penjualan selama ini melalui reseller dan langsung melalui akun @feozenboxmalang serta banyak mitra yang tersebar di Malang. Selanjutnya semoga bisa merambah ke kota-kota besar karena tidak ada masalah soal pengiriman jarak jauh,” tandasnya.(der)

Rayakan Idulfitri di Hotel Tugu dengan Menyantap Kambing Panggang Suku Bedouin

Kambing Guling Bang Jamil yang dipanggang dengam baluran rempah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Menyambut Idul Fitri 1442 H, Hotel Tugu Malang menyiapkan menu istimewa. Jika biasanya opor ayam, kali ini kuliner yang disiapkan lain dari yang lain.

Menghadirkan “Lamb and Ketupat Festivities”, Hotel Tugu menyajikan menu spesial ini mulai 11-31 Mei 2021 di Melati Restaurant yang juga melayani Catering & Hampers.

“Pastinya kami ingin berbagi aneka ragam masakan daging kambing lezat dan ketupat yang sudah menjadi makanan khas Idul Fitri,” kata Media Relation Hotel Tugu Malang, Budi Sesario Saputro.

Dalam keterangan tertulisnya kepada malangvoice.com, Kamis (6/5), Budi menambahkan, pihaknya menyiapkan menu spesial Kambing Panggang Suku Bedouin.

“Menu ini berupa kambing muda yang juicy lalu dipanggang dengan lapisan daun kurma di antara dua lempengan hot stone,” terangnya.

Ada lagi Kambing Guling Bang Jamil dengan daging kambing Australia yang dipanggang dengan baluran rempah istimewa racikan chef.

“Masih seputaran kuliner kambing, kami sediakan juga Ketupat Gulai Iga Kambing Muda. Menu ini sangat nikmat dengan gulai kambing, sate kambing, kerupuk ikan, kecap manis, sambal dan jeruk nipis,” ujarnya.

Bagi yang kurang berselera dengan menu daging kambing, sudah disiapkan Ketupat orem-orem Malang yang disajikan dengan orem–orem tempe khas Malang beserta udang goreng kering, sambal hijau dan peyek germut.

“Selain aneka ragam ketupat, Nasi Kuning Bebek Goreng bumbu Lengkuas juga menambah keragaman menu spesial Idul Fitri kali ini,” sambungnya.

Suasana Idul Fitri kali ini yang berbeda karena tak bisa mudik, justru dianggap peluang bagi Hotel Tugu Malang dengan tawaran paket bermalam ‘Eid Holiday Deal’ dan ‘Dreaming of  Vacation’.

Manjakan diri dengan pengalaman bermalam tak terlupakan, termasuk sarapan Idul Fitri nan mewah, jamuan Afternoon Tea, serta makan malam romantic untuk berdua atau menikmati BBQ bersama keluarga dan orang terkasih.

“Kami juga menyediakan pilihan aktivitas untuk mengisi waktu luang para tamu seperti merangkai bunga, bike tour, dan  private antique collection tour,” ujarnya.
 
Selain itu, Hotel Tugu Malang juga memberikan pilihan “Dine Anywhere You Desire” dengan ragam kuliner menggiurkan dari dua restoran.

Tidak main-main, dua restoran ini telah mengantongi awards best interior oleh Restaurant Guru, yaitu Melati Restaurant dan SaigonSan Restaurant.

Memiliki ragam venue tematik nan unik, tamu dapat memilih lokasi bersantap yang sesuai dengan mood dan preferensi sehingga terasa seperti di rumah sendiri. Mulai dari makan siang dinaungi pohon-pohon palem yang rindang, bersantai menikmati afternoon tea di SaigonSan Rooftop, hingga makan malam romantis di tepi kolam dengan lilin-lilin cantik.(end)