Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, KKN 72 UMM Latih Dokter Kecil di Desa Sawahan

Mengajarkan cara cuci tangan yang benar. (dok kkn 72)

MALANGVOICE – ‘Kalau sudah besar mau jadi apa?’ Sebuah pertanyaan singkat yang seringkali ditanyakan oleh orangtua kepada anak-anaknya. Jawabannya pun beragam, salah satu yang paling sering tercetus adalah…’mau jadi dokter!’

Melihat antusiasme anak kecil, khususnya mereka yang duduk di bangku sekolah dasar, membuat divisi Kesehatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 72 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melirik sekolah dasar yang ada di Desa Sawahan, Turen, Kabupaten Malang, untuk diedukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

“Edukasi mengenai perilaku bersih dan sehat harus diberikan sejak dini. Usia SD adalah waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasan baik ini,” kata ketua pelaksana, Imanda Gita kepada MVoice (23/8).

Dokter Kecil adalah sebuah program dimana anak-anak yang berada di sekolah dasar di Desa Sawahan, seperti SDN 2 Sawahan, SDN 5 Sawahan, MI An-Nur Sawahan dan sekolah dasar lain mendapatkan edukasi dari tim Divisi Kesehatan KKN 72 UMM.

Edukasi yang diberikan pun beragam, karena tema besar yang diberikan adalah perilaku hidup bersih dan sehat, maka cakupannya termasuk cara mencuci tangan dengan baik, makan-makanan yang memiliki gizi sehat dan seimbang, penanaman toga serta bagaimana menerapkan gaya hidup yang sehat dalam kebiasaan sehari-hari.

“Tiap akhir pekan sejak akhir bulan Juli hingga pertengahan Agustus, tim Divisi Kesehatan memberikan materi yang tersaji dalam bentuk yang fun. Tujuannya, anak-anak mudah menerima materinya,” tambah Imanda.

Salah satunya mengajarkan lagu Ayo Cuci Tangan yang mudah dihafalkan dan diingat oleh anak-anak. Selain itu, kebiasaan untuk mencuci tangan sudah sebaiknya dibiasakan sejak dini mengingat fakta bahwa anak-anak cukup rentan terkena penyakit. Terlebih penyakit yang berasal dari tangan mereka saat mereka tidak mencuci tangannya sebelum makan dan sesudah beraktivitas lain.

Mengajarkan cara membudidayakan tanaman obat untuk keluarga atau biasa disebut toga, juga turut diedukasikan kepada dokter cilik di Desa Sawahan agar tertanam sebagai kebiasaan nereka.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, anak-anak lebih mudah untuk membiasakan diri melakukan perilaku hidup bersih dan sehat,” tutup dia. (Der/Yei)

Terbangkan Lampion, Cara KKN 101 UMM Berpamitan dengan Warga Desa Sumberkerto

Menerbangkan lampion bersama sebagai simbol perpisahan. (dok KKN 101)

MALANGVOICE – Satu bulan lamanya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 101 Universutas Muhammadiyah Malang (UMM) mengabdi di Desa Sumberkerto, Malang.

Setelah sukses melaksanakan berbagai program kerja dari setiap divisi, KKN 101 ingin memberikan kesan yang hangat kepada warga. KKN 101 UMM menggelar acara malam perpisahan yang sekaligus menjadi program kerja terakhir dari kelompok ini, Selasa (22/8).

Digelar di Balai Desa Sumberkerto, pukul 19.00 WIB, KKN 101 UMM mengucapkan terima kasih kepada warga dan perangkat desa Sumberkerto yang sudah menerima mereka dengan baik. Selain itu juga untuk membagikan hadiah dari lomba-lomba memperingati HUT RI ke 72 yang sudah terlaksana sebelumnya.

Acara ini dibuka tentunya dengan sambutan dari Koordinator Desa kelompok KKN 101, Mahmud Nuril dan Kepala Desa, Ir Hosen. Lalu dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis.

Anggota dari kelompok KKN 101 juga turut meramaikan acara dengan menampilkan drama musikal yang sudah dilatih selama berhari-hari. Dilanjutkan dengan menerbangkan lampion bersama diikuti warga yang sangat antusias

“Dengan diterbangkannya lampion ini semoga desa Sumberkerto menjadi lebih maju dan anggota kelompok KKN 101 menjadi orang-orang yang sukses dikemudian hari”, harap Devita Sovi Putri selaku Sekretaris kelompok KKN 101 UMM.(Der/Yei)

Pentas Seni Ramaikan Penutupan KKN 119 UMM di

Pertunjukan barongsai meramaikan acara pentas seni.

MALANGVOICE – Setelah satu bulan mengabdi di Desa Balesari, Malang, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar pentas seni. Pentas seni sekaligus peringatan hari Kemerdekaan Indonesia dihelat, Rabu (23/8).

Serangkaian kegiatan dimulai dengan kegiatan karnaval budayan yang diikuti oleh beberapa warga Desa Balesari. Selanjutnya, menampilkan pertunjukan seni anak-anak sekaligus pembagian hadiah lomba tujuh belasan.

“Pentas seni sebagai acara puncak kami gelar malam harinya,” tukas penanggung jawab acara, Riska, kepada MVoice (26/8).

Pentas seni diisi aneka tarian tradisional, pertunjukan barongsai, pencak silat, dan campur sari. Bukan cuma itu, KKN 119 juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang sudah baik dan mendukung program kerja yang diusung mahasiswa.

“Kami berharap timbul rasa kekeluargaan dan nasionalisme di desa ini. Acara ini sekaligus menjadi wadsh kreativitas dan hiburan warga. Acaranya sangat meriah, kami pasti akan kangen dengan warga di Balesari,” tutup Riska.(Choi/Yei)

KKN 72 UMM Gandeng BNN, Cegah dan Berantas Penyalahgunaan Narkoba

BNN menjelaskan materi penyuluhan. (Ist)

MALANGVOICE – Kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Malang menduduki Peringkat Ketiga di Jawa Timur. Hal itu disampaikan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.

Melihat urgensi permasalahan tersebut, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 72 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisiatif memberikan edukasi terkait hal tersebut melalui kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba (15/17) di SMP Islam Sawahan dan Madrasah Aliyah An-Nur Sawahan.

Divisi Kesehatan memilih memberikan edukasi kepada siswa tingkat sekolah menengah pertama dan atas karena pada rentang usia tersebut sering ditemukan kasus penyalahgunaan narkotika.

“Sasaran siswa sekolah menengah dipilih karena memang remaja seusia mereka sedang membutuhkan aktualisasi diri. Dan jika tidak diarahkan benar, mereka bisa mudahnya menggunakan barang haram tersebut untuk kepentingan yang tidak seharusnya,” kata ketua pelaksana, Adi Surya, (23/8).

Adi menjelaskan, BNN memang sedang gencar melakukan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Materi yang disajikan terkait dengan edukasi dasar mengenai jenis-jenis narkotika dan bahayanya. Selain itu turut dijelaskan juga bagaimana upaya preventif yang dapat dilakukan oleh siswa-siswi agar tidak terjerumus menggunakan obat terlarang tersebut. Tak lupa disampaikan juga, edukasi mengenai bagaiman seharusnya sikap yang diambil saat masung-masing kita menemukan pengguna narkotika di sekitar kita.

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan siswa yang berusia dini tersebut menjadi teredukasi dan tidak akan mudah untuk menggunakan obat-obatan terlarang yang seharusnya bukan menjadi konsumsi yang dibebaskan untuk publik. (Der/Yei)

Keren! Ini Cerita Pendakian Penuh Perjuangan ke Puncak Elbrus

Pendaki pulang dan disambut meriah oleh rektor dan IMPALA. (Anja Arowana)

MALANGVOICE – Rabu, 16 Agustus 2017, tepat pukul 11.50 waktu setempat, dua mahasiswa pendaki dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (IMPALA) Universitas Brawijaya (UB) akhirnya sampai di puncak Elbrus. Mereka adalah Gede Krisna Adiwiradarma dan Ahmad Sholahudin Yazid. Hari ini, kepulangan mereka disambut oleh rektor UB, Prof Dr M Bisri dan teman-teman IMPALA.

Mereka berdua mendaki Elbrus penuh perjuangan dan rintangan yang tidak mudah. Dingin tiada henti menusuk tulang sejak memulai pendakian menuju puncak Elbrus (5.642 mdpl) pada subuh, 16 Agustus 2017.

“Cuaca cukup berawan. Sesuai prediksi kita. Suhu juga minus 5 derajat celcius,” kata Gede

Usai menjelajah punggungan, barulah terlihat berdiri gagah puncak dari segala puncak benua Eropa. Gede memimpin pendakian dan berada di depan. Pendakian itu sangat menguras tenaga. Udara dingin juga membuat napas terasa sedikit sesak.

Tepat pukul 11.50 waktu setempat. Dua mahasiswa ini sampai di puncak. Latihan keras selama 6 bulan terbayar sudah setelah melihat keindahan puncak Elbrus Namun mereka harus segera kembali karena cuaca di puncak berubah-ubah.

Sepintas pendakian gunung salju seperti Elbrus terlihat mudah, lantaran treknya yang sangat terlihat jelas. Namun, perjalanan pulang pun harus waspada karena trek yang dilewati licin karena es.

“Semoga ini menjadi kado terindah Impala UB buat Indonesia. Karena yakin, ternyata kita bisa,” tutur Endah PH, manajer perempuan yang menunggu di Barrel Hut.

Usai pendakian melelahkan ini, bukan berarti pendaki boleh bersuka ria menghabiskan malam. Program pemulihan (recovery) pun berlanjut. Mereka berangkat dengan kondisi sehat, pulang pun demikian.

Di benua Eropa, tercatat ada dua lagi gunung yang memiliki ketinggian di atas 5.000 mdpl. Keduanya adalah Shkhara di Georgia yang punya ketinggian 5.201 mdpl dan gunung Ararat (5.137 mdpl) di Turki.Swiss yang dikenal menyimpan banyak gunung, puncak tertinggi hanya 4.634 mdpl yaitu Monte Rosa.

Bagi Impala UB, BRI-Brawijaya Elbrus Expedition ini merupakan langkah kedua setelah dua kali melakukan pendakian ke Cartenz Pyramid (4.884 mdpl) atau puncak tertinggi di Australia Continent. Selanjutnya program yang merupakan bagian dari program besar bernama Brawijaya Orange 7 Summits akan menargetkan gunung Kilimanjaro, yang merupakan puncak tertinggi di benua Afrika.(Der/Yei)

Peringati Hari Persahabatan, KKN 34 UMM Sosialisasikan Anti-Bullying

Memperingati hari persahabatan. (dok KKN 34)

MALANGVOICE – Dalam rangka memperingati hari persahabatan internasional, mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 34 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mensosialisasikan gerakan anti bullying kepada siswa di SDN 01 Ngadirejo, Jabung. (29/7).

“Melihat maraknya korban bullying yang terjadi di Indonesia, dirasa perlu untuk melakukan sosialisasi untuk siswa sekolah, khususnya pada tingkat sekolah dasar(SD) sebagai tindak prefentif dan pengenalan semenjak dini” ujar Ketua Pelaksana, Shelviana, kepada MVoice. Selasa (22/8).

Serangkaian aktivitas sosialisasi. (dok KKN 34)

Dia menambahkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, tahun 2016 korban bullying mengalami penurunan kasus yaitu 122 kasus. Namun diluar ekspetasi, bullying justru mengalami peningkatan di tahun 2017 menjadi 131 kasus.

“Bullying ini juga kita temui di sekolah-sekolah disini. Terutama antar kakak kelas dengan adik kelas,” katanya.

KKN 34 UMM melakukan sosialisasi pada siswa-siswa sekolah dasar khususnya pada kelas 4, 5, dan 6 untuk mengetahui apa itu bullying, bahaya dari tindakan bullying dan peringatan untuk tidak melakukan bullying. Prosedur pelaksanaannya diawali dengan pemberian sosialisasi yang dilakukan di kelas, menjalankan serangkaian proses acara yang disiapkan divisi sosial budaya KKN 34 UMM, dan acara ditutup dengan melakukan cap tangan di selembar kain putih dengan cat warna.

“Mereka sangat antusias. Setidaknya ada 200 siswa yang ikut sosialisasi,” kata dia.

KKN 34 berharap, dengan diadakannya sosialisasi tersebut, anak-anak di desa Ngadirejo dapat memahami bullying tindakan buruk. Sehingga angka kasus bullying di Indonesia juga menurun.


Reporter: Anja Arowana
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti

Di Ajang IYRA, Tim Turbo SMK Mutu Gondanglegi Raih Medali Perak

Tim Turbo SMK Mutu Gondanglegi meraih medali perak ajang IYRA 2017 di Malaysia. (Istimewa)

MALANGVOICE – Persaingan ketat dan adu gengsi terjadi pada International Youth Robotic Assosiation (IYRA) Genting High Land Malaysia (25/8). Tim Robotik SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (Turbo), mampu menumbangkan dominasi dari tim unggulan robotik dunia, seperti: Jepang, Amerika, Rusia, China, dan Australia.

Di ajang kompetisi robotik bergengsi anak-anak muda itu, Tim Turbo SMK Mutu Gondanglegi mampu mempersembahkan medali perak di bidang Maker Challenge. Yaitu robot kotak hitam (black box) seperti di pesawat terbang. Fungsinya jika terjadi kecelakaan atau musibah, maka black box itu merekam peristiwa atau kejadian.

“Keberadaan pesawat ini sangat membantu petugas dalam melakukan investigasi,” kata Ketua tim Turbo, Martono ST.

Tim Turbo SMK Mutu Gondanglegi meraih medali perak ajang IYRA 2017 di Malaysia. (Istimewa)

Juara satu diraih tim robotik Korea Selatan dan juara tiga diambil tim tuan rumah Malaysia. Tim Turbo SMK Mutu Gondanglegi yang juga digawangi Dava Ananda dan Teguh Satrio Wicaksono (XI OTR), sempat dipandang sebelah mata.

“Kondisi ini yang memacu kami dan tim untuk tampil habis-habisan. Ini harkat dan martabat bangsa, kami beri yang terbaik untuk Indonesia yang merayakan HUT ke-72 RI, Alhamdulillah akhirnya juara,”
sambung Martono.

Perlu diketahui IYRA 2017 di Malaysia, diikuti 450 peserta. Berasal dari 20 negara yang kesohor dengan kecanggihan robotik-nya, seperti: Amerika, China, Kanada, Taiwan, Singapore, Australia, Azarbaijan, Rusia, Thailand, India, Brazil, Korea, Jepang, Malaysia dan Indonesia.

Lomba yang dipertandingkan antara lain, robot creative senior, volly sport, maker challenge, dan mission coding senior. Selama tiga hari lomba robotik bergengsi tingkat dunia ini berlangsung ketat, sengit dan prestice. Mereka membawa nama besar negara masing-masing.

Bagi Tim Turbo SMK Mutu Gondanglegi, prestasi yang diperoleh merupakan yang kesekian kali-nya di ajang internasional. Hal itu menambah panjang deretan prestasi bergengsi tingkat dunia. Kemenangan ini, sekaligus persiapan dan pemanasan untuk berlaga di kontes robotik dunia di bulan November 2017 di Tokyo Jepang.(Der/Yei)

Maksimalkan Potensi Petani, KKN 72 UMM Latih Cara Bertani dan Pengomposan

Mempraktekkan langsung cara pengomposan. (Ist)

MALANGVOICE – Desa Sawahan, Turen, Malang mempunyai kondisi geografi yang dikelilingi hamparan sawah dan sejuk. Tak heran, mayoritas warga menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 72 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melihat, potensi alam tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan lebih intens para petani yang bergabung dalam Kelompok Tani Desa Sawahan.

Oleh karena itu selama dua pekan berturut-turut tepatnya pada 5-12 Agustus 2017, KKN 72 UMM menggelar kegiatan pelatihan bagi para petani. Di pekan pertama, panitia menggelar kegiatan Peningkatan Hasil Pertanian Organik.

“Materi tersebut dirasa perlu untuk dijelaskan kepada anggota Kelompok Tani Desa Sawahan untuk membuka wawasan mereka terkait dengan bagaimana mengoptimalkan hasil pertanian mereka,” kata ketua pelaksana Ighfar Anda.

Materi kegiatan tersebut disampaikan oleh seorang dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, Rahmad Pulung Sudibyo. Rahmad menjelaskan bagaimana pertanian organik dapat dioptimalkan dengan alat yang sederhana.

Menyusul pada pekan kedua di bulan Agustus, panitia kembali mengedukasi para kelompok tani dengan materi pembuatan kompos organik yang mudah dan murah namun hasilnya tidak kalah dengan yang biasa digunakan para kelompok tani. Salah seorang akademisi dari Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, Sufianto, menjadi pengisi materi.

Kegiatan ini tidak hanya sekedar memberikan materi, namun juga memberikan praktik langusung tentang bagaimana cara mereka dapat membuat pupuk tersebut.

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, para kelompok tani di desa Sawahan dapat mengoptimalkan potensi yang mereka miliki dan mengolah sumber daya yang ada pada sektor pertanian mereka agar lebih optimal panen ketika nanti sudah masanya.(Der/Yei)

Pramono Anung Terharu Saat Wisuda UMM, Kenapa?

Pramono Anung saat orasi ilmiah di UMM. (istimewa)

MALANGVOICE – Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Dr Ir Pramono Anung MM mengaku terharu saat menyaksikan seorang dirigen wanita berjilbab, dengan pakaian adat Dayak memimpin lagu kebangsaan Indonesia Raya pada gelaran Wisuda ke-85 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di UMM Dome, Sabtu (26/8).

“Kalau mau melihat Indonesia, lihatlah UMM,” kata Pramono Anung dalam orasi ilmiahnya.

Bagi Pramono, apa yang ditampilkan UMM ini merupakan bagian dari revolusi mental yang diwujudkan secara simbolik. Kombinasi simbol wanita berjilbab, pakaian adat, dan lagu kebangsaan adalah tampilan pendidikan karakter dalam masyarakat Indonesia yang plural.

“Saya sungguh terharu melihat dirigen tadi. Simbol pendidikan karakter ini sejalan dengan tujuan pemerintah,” paparnya.

Paralel dengan hal itu, Pramono mengatakan, kini sektor pembangunan bangsa tak lagi terpusat di Jawa, tak lagi Jawasentris, melainkan menyeluruh menjadi Indonesiasentris.

“Untuk itu, pemuda dituntut kreatif, inovatif, dan menjadi generasi yang optimis,” papar Doktor lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran ini di hadapan 1.745 wisudawan.

Momen wisuda ini menjadi ketiga kalinya kedatangan Pramono Anung di UMM. Menurutnya, civitas akademika mesti bangga dengan dua tokoh bangsa, yakni Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar dan Mendikbud Muhadjir Effendy, masing-masing merupakan ketua dan wakil ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM yang juga hadir pada wisuda kali ini.

“UMM harus bangga. Tidak semua kampus punya tokoh menteri sekaligus Dewan Pertimbangan Presiden dan menjadi pengurus di universitas yang sama,” ujar Pramono.

Pada momen ini, Rektor UMM sekaligus mengucapkan selamat atas rangkain prestasi mahasiswanya yang kian gemilang. Di antara lulusan UMM yang dikukuhkan sebagai wisudawan, disebut Rektor, terdapat Nabila Firdausiyah, inisiator Kampung Wisata Jodipan (KWJ) yang menjadi lulusan terbaik di fakultasnya, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Ikhlal Aldhi Wijaya, salah satu tim robot yang menjadi juara dunia pada kontes robot internasional di Amerika Serikat (AS) yang menjadi lulusan terbaik di prodinya, yaitu Teknik Elektro. Berkat prestasi itu, UMM diundang oleh Presiden Joko Widodo untuk pada Festival Prestasi Indonesia 2017 untuk menerima Apresiasi Ikon Prestasi Indonesia.

Pada gelaran ini, diumumkan pula wisudawan terbaik universitas, di jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana. Wisudawan terbaik program diploma diraih Dewi Purnama Aristia dari prodi D3 Keuangan dan Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan total IPK 3,86. Wisudawan terbaik program sarjana diraih Dwi Prasetiyo dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) dan Syariah Isnaini dari Fakultas Agama Islam (FAI), keduanya meraih IPK 3,97. Sementara wisudawan terbaik program pascasarjana diraih oleh Haron Sa-Lae dari program Magister Sosiologi dengan raihan IPK 3,81.

Di akhir orasi ilmiahnya, Pramono Anung tak lupa menginspirasi dan memotivasi wisudawan agar meraih prestasi, bermimpi besar, dan tak kehilangan fighting spirituntuk meraihnya.

“Sebagai fresh graduate, wisudawan bisa memilih menjadi PNS, pegawai swasta, atau entrepreneur. Tapi, yang paling penting ialah spirit memanfaatkan kesempatan di era millennium ini sangat tak terbatas,” tuturnya.

Pramono menjelaskan, bisnis start up Indonesia diakui dunia sebagai yang terbaik. Sebagai pemuda, kreativitas jadi hal utama. Orang yang tak punya mimpi, makaia kehilangan fighting spirit. Sekarang, terwujud atau tidaknya mimpi tergantung pada kalian. Doa orang tua dan kerja keras adalah yang utama.

“Cara berpikir zaman saya dan saudara sudah jauh berbeda, jadi cara berpikir saudara tak boleh terbelenggu aturan dogmatis. Bermimpilah jadi apa saja,” tandas Pramono menyemangati mahasiswa.(Choi/Yei)

Peneliti Unitri Bantu Peternak Kelinci Tingkatkan Produktivitas Usaha

Tim peneliti Universitas Tribhuwana Tunggadewi bersama Asosiasi Peternak Kelinci Mandiri. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Tim peneliti Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang membuat pakan ternak berbahan lokal yang murah untuk membantu Asosiasi Peternak Kelinci Mandiri meningkatkan produktifitas ternaknya di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat (25/8).

Ketua Tim Peneliti, Dr Ir Eko Marhaeniyanto, MP, menjelaskan, mahalnya harga pakan menyebabkan peternak berupaya menyusun pakan konsentrat secara mandiri dengan menggunakan sarana pendukung sederhana. Pihaknya membantu membuat formula pakan yang sesuai dengan kebutuhan kelinci.

“Ada dua mitra yang kami gandeng, yaitu Asosiasi Peternak Kelinci Mandiri dan Kelompok Wanita Hemara. Keduanya saling berkaitan sehingga kami jadikan satu penelitian untuk program Ipteks Bagi Masyarakat (iBM) yang dibiayai Dikti,” kata Eko melalui keterangan tertulis kepada MVoice.

Dengan adanya pakan yang diproduksi sendiri, tambah Eko, biaya produksi budidaya kelinci jadi jauh lebih murah. Selain itu, keuntungan usaha menjadi lebih meningkat dengan menjual pakan kelinci secara komersial.

“Kami juga membantu beberapa peralatan yang belum ada, seperti mesin pencetak pellet dengan kapasitas produksi 75-100 kg/jam,” sambung Eko.

Selain Asosiasi Peternak Kelinci, bantuan juga didiberikan kepada Kelompok Wanita Hemara yang bergerak dibidang pengolahan daging kelinci. Bantuan ini berguna untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas produksi, serta diversifikasi bahan olahan agar omset penjualan naik.

“Dukungan peralatan dari tim berupa alat penggiling daging, panci presto, pedal sealer serta mesin penepung tulang. Kami juga damping warga dengan diversifikasi bahan olahan sehingga produk yang dihasilkan betul-betul terjadi peningkatan dan tepat sasaran,” pungkas Eko.(Choi/Ak)

Komunitas