Juara Taekwondo Jatim, Putri Punya Jurus Tendangan Cangkul

Putri Hadita Prasanti saat menunjukkan medalinya bersama pelatih, Adi Santoso. (fathul)

MALANGVOICE – Satu dari empat atlet Taekwondo yang mengharumkan nama Kota Batu adalah Putri Hadita Prasanti. Dia punya jurus andalan bernama “tendangan cangkul”.

Remaja cantik berusia 17 tahun, ini ternyata sudah pernah menyabet juara empat kali dari lima kejuaraan yang pernah ia ikuti. Ini adalah prestasi yang luar biasa bagi atlet Taekwondo.

baca juga: Empat Atlet Taekwondo Batu Boyong Medali Kejuaraan Provinsi

BNN Kota Malang

Satu pertandingan sempat kalah, kata Putri, gara-gara kena tendangan di mukanya hingga hidung berdarah. Selain itu, karena kakinya pernah cidera saat lomba bola volli sehingga ia terjatuh.

Saat ditemui MVoice di basecamp Pengcab Taekwondo Kota Batu, Putri terlihat bersemangat meskipun malu-malu saat menceritakan pengalamannya. Ia menunjukkan 4 medali miliknya, juga sertifikat kejuaraan.

Soal jurus andalannya itu, siswa Kelas XII SMAN 1 Batu ini mengaku didapatkan saat berlatih. Dalam bahasa Korea, tendangan cangkul disebut De’olochagi. Jurus ini dimulai dengan mengangkat kaki tinggi-tinggi lalu dihempaskan ke muka lawan.

Dijamin, atlet yang terkena tendangan ini akan ambruk tak bisa bangun lagi, atau minimal sempoyongan. Kalau sudah sempoyongan, kata Putri, akan ditambahi dengan jurus cangkul sekali lagi.

Dalam final kejuaraan di Surabaya, kemarin, remaja kelahiran Malang ini beberapa kali menggunakan jurusnya. Ia tidak terbendung dan berturut-turut keluar sebagai juara.

Saat final, Putri harus berhadapan lawan paling tangguh dari Situbondo. Tidak bisa diremehkan karena lawannya pernah meraih perunggu dalam Indonesia Open di Bali awal 2015. Namun dengan semangat membaja, ia mampu merobohkannya.

“Kalau bertanding saya diajari untuk tidak melihat bagan. Jadi saya tidak tahu akan lawan siapa, karena itu hanya membuat grogi. Kalau sudah grogi ya bahaya bagi seorang atlet,” kata Putri menunjukkan rahasianya.
Putri Hadita Prasanti saat menunjukkan medalinya.

Sebenarnya, kejuaraan di Surabaya ini diperuntukkan tingkat senior untuk seleksi Pra PON di Semarang pada November mendatang. Namun, Putri yang tingkat junior tetap mengikuti sebagai pembinaan prestasi.

Sebanyak 700-an atlet dari seluruh kontingen kabupaten/kota se Jawa Timur memperebutkan 38 kejuaraan putra dan 38 kejuaraan putri di berbagai tingkatan, baik Kadet A, Kadet B, junior dan senior.

“Kalau kejuaraan ya pasti grogi sebelum bertanding. Mengatasi ini, saya biasanya telpon orang tua dan kakak minta doa. Saya juga harus percaya diri dan optimis karena sudah berlatih keras,” tutupnya.-