Jabatan Direktur BUMD Pemkot Batu Usai, Dewan Minta Petanggungjawaban Anggaran

Salah satu usaha Bengkel milik BWR (Aan)
Article top ad

MALANGVOICE – Per tanggal 18 Januari 2021 jabatan direktur BUMD Pemkot Batu, yakni Batu Wisata Resource (BWR) telah selesai. Kini kursi Direktur tersebut kosong dan akan segera dilakukan pemilihan jabatan baru.

Untuk diketahui, laba BWR kurun waktu 2016-2019 yang dipimpin oleh Bagyo Prasasti Prasetyo sebagai direktur hanya tercatat Rp 200 juta. Laba yang dihasilkan pada 2016 hanya Rp 36 juta.

Terakhir di tahun 2019 hanya Rp 74 juta. PT BWR menargetkan laba di tahun 2020 ini senilai Rp. 110 juta. Dari total penyertaan modal yang dikucurkan senilai Rp 7 miliar.

Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman mengungkapkan, jika hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan pertanggung jawaban dari BWR. Sebagai pengawas, DPRD akan meminta salinan pertanggung jawaban dari BWR.

“Hingga kini laporan pertanggung jawaban masih belum ada. Karena BWR merupakan bentukan Wali Kota. Maka laporan BWR harus ke Wali Kota terlebih dahulu. Setelah itu DPR hanya menerima salinan. Serta memberikan arahan ke depannya seperti apa,” jelasnya.

Pihaknya akan meminta hasil laporan pertanggungjawaban itu. Karena laporan itu sangat perlu diketahui. Selain itu, pihaknya juga akan menanyakan perkembangan dari hasil penyertaan modal sebesar Rp 7 miliar. Mulai dari laba hingga operasional per tahunnya.

Setelah DPRD mendapat laporan, pihaknya akan melakukan evaluasi total terhadap penyertaan modal yang diberikan ke BWR. Karena, ia menilai progres BWR selama ini masih kurang menggembirakan dan tak memenuhi ekspetasi.

“Didalamnya termasuk dengan penyertaan modal senilai Rp 3 miliar. Yang diinvestasikan kemana kami tidak tahu. Namun pada prinsipnya mereka punya audit internal. Hasil audit akhir periode itu harus disertakan dalam lampiran. Karena semua pertanggung jawaban penyertaan modal dari APBD wajib disampakan terbuka,” tandasnya.

Terpisah, Direktur BWR Kota Batu, Bagyo Prasasti Prasetyo menjelaskan, mengenai laporan pertanggung jawaban selama masa jabatannya masih dalam proses audit. Sesuai dengan ketentuan setelah selesai masa jabatan berkahir. Laporan dari auditor akan diserahkan ke Pemkot Batu sebagai pemegang saham.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai pertanyaan DPRD tentang penyertaan modal senilai Rp 3 miliar. Yang telah diinvestasikan kepada pihak ke tiga. Seperti apa pertanggungjawabannya.

Mantan direktur BWR, Bagyo menjelaskan jika saat ini pihaknya telah meminta bantuan hukum. Kepada Kejaksaan Negri Batu.

“Saat ini sedang proses pengambilan. Karena memang kami sedang bekerjasama dengan pihak ke tiga. Pengembalian sedang terjadi. Untuk mempercepat itu kami ada MoU dengan Kejaksaan seperti pendampingan hukum. Termasuk ini upaya mempercepat upaya porses pengembalian,” bebernya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setda Kota Batu, Santi Restuningsasi yang menjelaskan bahwa masa bakti direktur BWR telah usai.

“Mengingat hal ini akan dipanselkan ke periode selanjutnya. Namun untuk saat ini, mengingat baru saja dilakukannya pergantian SOTK, maka kami belum siap untuk menyelenggarakan pansel,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa sembari membentuk tim pansel pihaknya akan meng-SK-kan terlebih dahulu direktur saat ini. Untuk memimpin BWR hingga terpilihnya direktur BWR yang baru.

“Proses mulai dari pembentukan pansel hingga memilih direktur baru menurutnya memerlukan kurang lebih waktu selama empat bulan,” jelasnya.

Selain itu, dalam RUPS yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, juga menetapkan pergantian komisaris sementara. Yang mana saat ini dipegang oleh Aries Setiawan kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.

“Kontestan yang diizinkan mendaftar sebagai Direktur BWR adalah semua masyarakat Kota Batu. Yang harus berkompeten dalam kepengurusan BUMD serta mau dan mampu melaksanakan,” paparnya.

Sementara itu, menurutnya, berdasarkan hasil koreksi selama lima tahun kepemimpinan direktur saat ini. Terdapat peningkatan, baik dari segi usaha maupun keuntungan. Yang mana keuntungan itu telah dimasukkan ke kas daerah.(der)