Polemik Red Army

Dianggap Komunis, Inep Tegaskan Red Army Setia kepada Pancasila

Ketua Garda Pancasila, Peni Suparto. (Muhammad Choirul) 
Ketua Garda Pancasila, Peni Suparto. (Muhammad Choirul) ) 

MALANGVOICE – Organisasi bentukan Peni Suparto, Red Army, akhir-akhir ini dikaitkan dengan ideologi komunis. Sebabnya adalah nama dan lambang organisasi tersebut yang dinilai identik dengan tentara merah komunis Rusia.

Beberapa bando bergambar organisasi ini yang terpasang di Kota Malang sempat diturunkan, kemarin. Hal ini membuat Peni Suparto angkat bicara. Pria yang akrab disapa Inep ini menegaskan, organisasi bentukannya sama sekali tidak ada kaitannya dengan komunis.

Dia menjelaskan, penurunan bando tersebut lebih disebabkan karena belum adanya izin pemasangan. “Izinnya memang masih sedang diproses, karena saat pemasangan memang libur panjang, kantor tutup,” ungkapnya.

Terkait nama dan lambang yang dipermasalahkan, Inep menilai polemik yang berkembang di masyarakat tidak berdasar. Lambang bintang yang dipakainya justru terinspirasi dari Pancasila.

Dia justru mendukung penegakan NKRI dan Pancasila. Sebaliknya, jika ada oknum yang anti Pancasila, Red Army akan berada pada barisan depan untuk menumpasnya.

“Pancasila kan sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa itu lambangnya bintang, lalu salahnya di mana. Kami justru menunjukkan bahwa anggota Red Army menganut Ketuhanan yang Maha Esa,” paparnya.

Sementara itu, perihal pemberian nama Red Army, lanjut dia, tidak lepas dari sejarah pembentukannya. “Red Army ini merupakan pecahan PDIP, jadi artinya pasukan merah, bukan tentara merah,” pungkasnya.


Reporter: Muhammad Choirul Anwar
Editor: Muhammad Choirul Anwar
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti