Desain Terbuka Pagar Kolam Ikut Dibongkar

MALANGVOICE – Pemerintah Kota Malang akan memperkaya warna bunga di taman Tugu. Beberapa bangku akan ditempatkan di tengah taman.

Dalam desain taman tersebut tanpa pagar keliling. Pemerintah ingin agar taman tersebut menjadi lebih terbuka dan open space bagi warga, sehingga kesan adanya sekat antara warga dan pejabat bisa dihilangkan.

Selain itu, taman pagar kolam juga akan diganti karena kondisinya saat ini sudah sangat tidak layak dan banyak yang rusak.

Wali Kota HM Anton, mengatakan desain baru yang sifatnya open space merupakan bagian dari instruksi kementerian agar menjadikan taman lebih terbuka.

Anton mencontoh upaya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sehingga ia menjadikan taman Tugu lebih terbuka sehingga akses publik makin terjangkau. “Ini adalah perintah pusat, kalau gak ada perintah buat apa. Dan juga saya tegaskan saya bukan tidak menghargai karya wali kota sebelumnya,” bebernya.

Pemkot Malang juga berusaha meluruskan sejarah mengenai adanya tembok beton yang mengelilingi taman.
Awalnya, tembok dibangun pada masa pemerintahan Wali Kota Soesamto. Kala itu menteri dalam negeri, Rudini menolak keras adanya pagar beton disana dan meminta untuk segera dibongkar

Wali Kota Soesamto, juga berencana membongkar pagar beton usai pagar tanaman yang ada di dalamnya tumbuh dan bisa menjadi pagar hidup.

“Sebenarnya kalau dibilang menyimpang dari sejarah tidak, karena upaya membongkar tembok sudah ada zaman pak menteri Rudini,” tegas Anton.

Karenanya, dalam waktu dekat Pemkot Malang akan melakukan sosialisasi kepada warga soal desain terbaru taman Tugu. “Kalau misal dewan gak setuju juga gak apa-apa tidak dibongkar, tapi saya tetap terus membenahi bagian dalamnya,” pungkasnya.-