Buka Simposium HUT PGRI, Ini Pesan Zubaidah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah saat memberi sambutan. (istimewa)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah saat memberi sambutan. (istimewa)

MALANGVOICE – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah membuka Simposium dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI di Aula SMA Negeri 3 Malang, Selasa (13/11).

Simposium yang bertajuk Pendidikan Karakter di Era Revolusi Industri 4.0 ini diikuti 210 peserta perwakilan dari masing-masing kecamatan se Kota Malang dan 28 pemakalah jenjang TK, SD, SMP maupun SMA/ SMK.

Ketua Pelaksana Simposium, Henny Suhariyono mengatakan jika kegiatan rutin setiap tahun ini juga untuk mendiseminasikan karya – karya terbaik penulis Kota Malang agar dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah serta memberi wadah bagi para penulis melalui presentasi ilmiah sesuai jenjang.

Sementara itu Ketua PGRI Kota Malang sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah menilai tema yang diangkat oleh panitia penyelenggara simposium sesuai dengan visi misi Wali Kota Malang, Sutiaji, yakni Pemerintah Kota Malang berupaya membentuk karakter generasi penerus bangsa yang saat ini duduk di bangku sekolah baik jenjang TK, SD, SMP maupun SMA SMK bermartabat dan berkarakter berdasarkan nilai – nilai kearifan lokal (local wisdom).

Ia pun menyebutkan, salah satu bentuk nyata visi misi tersebut, yakni dikuranginya porsi calistung pada siswa SD kelas 1 dan 2 dengan dimaksimalkan pada penguatan pendidikan karakter seperti disiplin waktu, disiplin menjalankan aturan dan peraturan seperti misalnya antre dengan tertib, berbuat dan berperilaku jujur demi terwujudnya generasi bermartabat.

”Selain peningkatan kualitas dalam bentuk program kerja serta program pendidikan yang terstruktur dan berkesinambungan dalam bentuk proses belajar mengajar berbasis Kurikulum 2013 (K-13) dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Dindik senantiasa berusaha memenuhi sarana prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan anggaran dan prioritas,” katanya.

Sarana dan prasarana yang dimaksudkan adalah seperti pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB), rehab atau pemeliharaan gedung sekolah, pengadaan meubelair sekolah, pengadaan komputer sebagai upaya persiapan jelang UNBK jenjang SMP dan USBK jenjang SD.

“Serta pengadaan sarana prasarana lainnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dra. Zubaidah, MM menambahkan Peserta didik, sarana dan prasarana yang memadai tidak akan maksimal berdaya guna manakala tidak diiringi dengan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

Untuk itu, Dindik terus mengupayakan peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang dilaksanakan seperti workshop, seminar, bimtek, pelatihan, uji kompetensi, dan kegiatan inovatif lainnya yang berkenaan untuk meningkatkan potensi serta kualitas pendidikan Kota Malang demi terwujudnya generasi yang berkarakter dan bermartabat di era revolusi industri 4.0.(Der/Aka)