Begini Cara Pemkot Batu Tanggulangi Sampah Popok

Beragam kerajinan yang dihasilkan dari sampah popok (Ayun)

MALANGVOICE – Permasalahan sampah popok atau diapers di Kota Batu segera teratasi. Berbagai upaya dilakukan Pemkot Batu untuk menanggulangi sampah jenis itu.

Selain menyediakan tempat sampah khusus popok yang sudah tersebar di 24 desa/kelurahan yang ada, pemerintah rencananya mewadahi serta membeli hasil daur ulang sampah popok tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Arif as Siddiq mengatakan daur ulang kerajinan sampah popok bisa segera diterapkan di setiap bank sampah di Kota Batu. Saat ini ada sekitar 90 bank sampah aktif yang beranggotakan sekitar 4.500 orang.

“Ya, memang untuk kerajinan daur ulang sampah popok masih sangat jarang sekali. Seperti yang dicontohkan Yunita, Kader lingkungan bagian pengelolaan sampah organik Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini bisa dijadikan contoh,” katanya.

Dalam teknisnya, nanti pemerintah akan bekerjasama dengan memberikan pelatihan ke bank sampah di Kota Batu. Sehingga sampah popok bisa dimanfaatkan dengan baik. Bahkan melalui kerajinan tersebut masyarakat bisa mendapat keuntungan.

“Jadi nantinya kami akan membeli hasil kerajinan itu. Kemudian hasil kerajinan diapers berupa pot bunga akan digunakan sebagai pot bunga di berbagai jalan ataupun sebagai pelangkap vertical garden,” pungkasnya.(Hmz/Aka)

article bottom ad