Bawaslu Minta Klarifikasi Sandi dan Ladub Soal Dugaan Pelanggaran Kampanye

George
Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva. (Toski D).
Article top ad

MALANGVOICE – Dua Calon Bupati (Cabub) Malang yakni HM Sanusi dan Lathifah Shohib, mendapat undangan untuk mendatangi ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, Sabtu (28/11).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George Da Silva mengatakan, maksud undangan tersebut bertujuan untuk meminta meminta klarifikasi atas dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh kedua Cabub tersebut.

“Kedua Cabub itu, yakni HM Sanusi dan Lathifah Shohib,” ucapnya.

Untuk Sanusi, lanjut George, diundang atas laporan dugaan memberangkatkan sejumlah warga yang melakukan ziarah ke Wali Limo. Sedangkan, untuk Lathifah diundang untuk dimintai keterangan atas dugaan money politic yang dilakukan saat kampanye di Desa Pujiharjo, Tirtoyudo

“Mereka diundang atas dugaan pelanggaran itu, undangan itu merupakan lanjutan dari dua laporan kemarin. Yang tim hukum paslon SanDi melaporkan Lathifah dan juga tim hukum LaDub melaporkan kasus ziarah Wali Limo itu. Jadi Pak Sanusi dan Bu Lathifah kami panggil untuk dimintai klarifikasi,” jelasnya.

Menurut George, undangan tersebut sangatlah penting untuk dipenuhi oleh kedua paslon. Lantaran sebagai pertimbangan untuk ke proses berikutnya.

“Jika tidak datang, mereka kehilangan kesempatan untuk memberikan klarifikasi. Karena untuk pertimbangan Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) dalam pemberian sanksi. Makannya kalau tidak datang ya kerugian bagi terlapor (Sanusi dan Lathifah),” terangnya.

Sebab, tambah Geroge, dalam dua kasus laporan dugaan pelanggaran kampanye tersebut, saat ini di tahap pembahasan kedua dan hasil pembahasan akan diputuskan pada Senin (30/11) nanti.

“Jadi dua laporannya di pembahasan tahap pertama sudah memenuhi syarat formil dan materil dan bukti-bukti pelanggaran, dan saat ini dalam pembahasan tahap kedua. Kalau hari ini (Sabtu 28/11) tidak datang, maka ada kesempatan besok (Minggu (29/11). Kalau masih tidak datang ya sudah kami menentukan keputusan uji pasalnya berdasarkan data yang kami punya tanpa adanya klarifikasi dari terlapor,” tandasnya.(der)