Apes, Bermaksud Melerai Keributan Malah Terkena Sabetan Sajam

Ilustrasi penganiayaan. (deny)
Ilustrasi penganiayaan. (deny)

MALANGVOICE– Susianto (35) warga Jalan Pahlawan Badjuri, Pakisaji harus mendapatkan perawatan medis akibat luka bacok di bagian kepala dan pelipis ketika hendak melerai keributan yang terjadi pada Minggu (13/1) pagi sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapolsek Pakisaji, AKP Novian Widyantoro mengatakan, korban saat itu sedang bemalam di rumah temannya yang berada di Desa Permanu, Pakisaji, untuk pesta miras di rumah Sutari (34) warga desa setempat. Akan tetapi di tengah pesta miras tersebut, korban bersama temannya mendengar suara keributan di luar rumah. Mereka pun memastikannya, dan diketahui ada tiga orang tidak dikenal berkelahi di samping rumah temannya tersebut.

“Waktu itu dini hari, korban berusaha melerai tetangganya yang sedang ribut itu. Tapi, salah satu dari tiga orang tidak dikenal sedang mengayun-ayunkan senjata tajam jenis mandau,” jelasnya.

BNN Kota Malang

Korban yang berniat melerai itu, lanjut Novian, akhirnya terkena sabetan senjata tajam yang diayunkan oleh Idrus (33) warga Jalan Satsuitubung, Kelurahan Kebonsari, Sukun. Korban pun terluka di bagian kepala dan juga pelipis sebelah kanan dan langusung dilarikan ke Puskesmas terdekat.

“Ketika ingin memisahkan korban justru mendapat sebetan mandau dari salah satu pria yang terlibat keributan,” tegasnya.

Novian menambahkan, saat ini Idrus harus mendekam di Polsek Pakisaji, sementara dua temannya masih dalam pengejaran.

“Sebenarnya keributan ini dipicu adanya salah paham terkait omongan yang menyinggung dari tersangka,” tandasnya. (Der/Ulm)