Polemik Pembangunan Pasar Dinoyo

Anton: Kami Tak Memihak Investor

Kediaman Wali Kota Malang, HM Anton, didatangi pedagang Pasar Merjosari. (ist)
Kediaman Wali Kota Malang, HM Anton, didatangi pedagang Pasar Merjosari. (ist)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, menegaskan, tudingan para pedagang Pasar Merjosari terkait pemihakan Pemkot kepada investor Pasar Terpadu Dinoyo (PTD) tidaklah benar. Hal itu yang diungkapkannya merespon kedatangan pedagang di kediamannya, Jumat (21/4).

“Saya ini kan komitmen saja, kepada pedagang dan investor juga komitmen. Pedagang kan mikir Pemkot memihak investor, padahal tidak seperti itu. Kami ini nggak ada seperti itu,” paparnya.

Suami Hj Dewi Farida Suryani itu menambahkan, semua pihak perlu menghormati kesepakatan. Sesuai perjanjian beberapa pertemuan sebelumnya, 27 April akan ada pertemuan lanjutan.

“Sekaligus kami harap pembongkaran selesai. Pedagang yang dulu jualan di Dinoyo ya silakan kembali. Tetapi juga saya minta disesuaikan dengan PKS harganya,” ungkapnya.

Sekali lagi, Anton menilai, jangan sampai proses yang berjalan memberatkan salah satu pihak. Sebab, dia melanjutkan, Pemkot mencoba menengahi dan memberi solusi terbaik atas polemik yang terjadi.

“Kalau mau ada cicilan ya diatur agar tidak memberatkan salah satu pihak. Kenapa saya usahakan harganya disesuaikan, ya karena kami juga perhatian ke pedagang. Janganlah kalau terlalu memberatkan,” pungkasnya.