Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

“Alhamdulillah, Nggak Bingung Mau Kemana-mana”

Angkutan gratis yang disediakan Pemkot (Tika)
Angkutan gratis yang disediakan Pemkot (Tika)

MALANGVOICE – Empat hari sudah sopir angkot di Kota Malang mogok operasi dan menolak keberadaan transportasi berbasis daring alias online. Selama empat hari juga berbagai angkutan gratis bermunculan.

Keberadaan layanan angkutan gratis yang disediakan Pemkot, Satpol PP, TNI dan Polri ini membawa angin segar bagi warga Kota Malang.

Wati (35) salah satu warga Sawojajar mengaku terbantu dengan keberadaan angkutan gratis dari Pemkot itu.

“Alhamdulillah, senang jadi saya nggak bingung naik apa jika bepergian,” kata Wati kepada MVoice.

Wati mengaku, setiap hari dia menggunakan angkutan umum untuk aktivitas. Dia sempat kesusahan saat sopir angkot mogok kerja sejak Senin (7/1).

“Saya nunut (nebeng) ke tetangga kalau mau kemana-mana. Anak saya juga saya ikutkan ke orang tua temannya untuk antarkan sekolah,” imbuh dia.

Lain lagi dengan cerita Fatimah (32) warga Mergosono, pada awalnya dia menggunakan becak untuk berangkat bekerja.

Awalnya, dia sempat kebingungan untuk berangkat bekerja. Hari pertama demo, ibu dua anak itu sempat bahkan sampai membolos bekerja.

“Kerja saya di daerah Gadang. Awalnya pakai becak begitu tahu ada angkutan gratis, saya coba. Ternyata sangat memudahkan,” kata dia.

Angkutan gratis yang disediakan oleh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) berjumlah sekitar 35 unit. Mulai dari bus sekolah, Pemkot, Polres Malang Kota, Dishub dan TNI Polri.