Polemik Ojek dan Taksi Online di Kota Malang

Agar Tak Kalah Bersaing, Angkutan Konvensional Didorong Perbaiki Pengelolaan

Wali Kota Malang, HM Anton. (Muhammad Choirul)
Wali Kota Malang, HM Anton. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, angkat bicara perihal maraknya moda transportasi umum berbasis online. Dia merespon keluhan sopir angkot dan taksi konvensional sebagaimana yang diberitakan MVoice sebelumnya.

“Kalau kita melihat yang sekarang marak transportasi online, harus ada pemikiran agar tidak kalah dengan itu. (Angkutan konvensional) harus perbaiki manajemen dan pengelolaan transportasi secara profesional,” ungkapnya, Jumat (17/2).

Menurut suami Hj Dewi Farida Suryani ini, perkembangan zaman di era teknologi dan informasi seperti saat ini tidak mungkin dibendung. Mau tidak mau, semua pihak harus pandai menyesuaikan diri.

“Apalagi sekarang kita sudah menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Perlu dipikirkan kembali pengelolaan dan inovasi-inovasi ini,” tandasnya.

Selain itu, sejumlah celah yang belum tersentuh angkutan umum konvensional, juga membuka peluang ojek dan taksi online melebarkan pangsa pasar. Celah itu antara lain belum adanya trayek angkot di beberapa titik perbatasan kota.

“Akan ada perubahan dilakukan Dishub terkait penataan jalur. Sekarang kita lihat daerah pinggir sudah ramai. Alat tansportasi harus sudah ada. Ini belum tersentuh akhirnya masyarakat memilih memakai online tadi, supaya mereka bisa beraktivitas dengan baik,” pungkasnya.