ADN Tekad Berantas Paham Radikal, Khususnya Bagi Mahasiswa Baru

Ketua Umum ADN, Imam Hambali. (Lisdya)
Ketua Umum ADN, Imam Hambali. (Lisdya)

MALANGVOICE – Untuk memberantas radikalisme di perguruan tinggi, Aliansi Dosen Nahada (ADN) bakal terus mendeteksi paham-paham radikal terutama bagi mahasiswa baru.

“Kami sudah ajukan kepara rektor dan para pejabat di perguruan tinggi pada umumnya untuk melakukan deteksi dini paham radikalis kepada mahasiswa baru,” ujar Ketua Umum ADN, Imam Hambali.

Kendati ADN baru saja didirikan pada Rabu (9/10), Imam menegaskan jika pihaknya terus bertekad dalam pemberantasan ini. Bahkan, cara pendeteksiannya pun ada alat asesmennya tersendiri.

BNN Kota Malang

“Sebebarnya kami mengembangkan alat asesmen itu. Untuk pendeteksiannya tidak bisa dilakukan secara frontal. Kami melaksanakannya dengan tata cara yang halus, agar mahasiswa merasa senang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika pendeteksian ini lebih mengarah ke psikologis. Sedangkan untuk mahasiswa akhir, pendeteksian dilakukan melalui dosen pengajar.

Selain itu, juga dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang positif yang melibatkan seluruh komponen mahasiswa. Terutama kegiatan-kegiatan yang implementatif, baik itu dari sisi akademik maupun non akademik. Nantinya, pembimbingan untuk mahasiswa tingkat akhir juga dilakukan melalui diskusi-diskusi. Baik diskusi kecil maupun diskusi besar.

“Kalau ngobrol ringan kan enak, karena mahasiswa itu dekat dengan dosen. Kalau diskusi besar ya melalui kampus. Dengan demikan, kami berharap 100 persen mahasiswa tidak terpengaruh paham radikal,” pungkasnya. (Hmz/Ulm)