Ada 6 Alasan Mengapa Harus Berhenti ‘Facebook-an’

Facebook, situs sosial media paling populer. (jackontheweb.cbsocial.com)

MALANGVOICE – 10 tahun lalu Facebook muncul sebagai inovasi baru sebagai situs sosial media yang cukup digemari banyak kalangan. Facebook merupakan tempat anda berbagi cerita, foto makanan, atau update status relationship, berita politik, foto-foto acara, dan berbagi informasi personal.

Dengan mengatasnamakan ‘berbagi informasi dan menjaga hubungan sosial’, masyarakat seakan lupa bagaimana dampak negatif penggunaan Facebook. Dengan mudahnya, orang tidak bertanggung jawab bisa saja mengambil data pribadi alias ‘mbobol’ informasi dan foto-foto anda. Tidak sedikit pula kasus penculikan terjadi yang bermula dari ‘ketemuan’ dengan kenalan di Facebook.

Jika menurut Anda, facebook masih memiliki manfaat dan hendak menginstall Facebook di smartphone Anda, sebaiknya pertimbangkan lagi dengan membaca poin di bawah ini.

BNN Kota Malang

1. Facebook itu buang-buang waktu
Berdasarkan survei mensjournal.com, estimasi waktu rata-rata yang digunakan pengguna Facebook adalah 17 menit setiap harinya. Bagi yang sudah aktif di Facebook selama 10 tahun, berarti telah membuang 40 hari penuh dalam hidup mereka, hanya untuk ‘nge-like’ dan ‘scrolling’ status teman Facebook mereka. Kemudian bagi mereka yang memang ketagihan Facebook yang seharinya bisa 1-2 jam Facebook-an, mereka telah membuang 150 hari sia-sia hanya untuk Facebook.

2. Anda jadi target iklan mereka
Sesekali anda ingin membeli suatu barang, lalu anda mencari barang tersebut. 6 bulan kemudian, Facebook masih saja ‘mengingatkan’ anda untuk membeli barang yang sama, padahal anda sudah membeli barang tersebut. Secara tidak langsung, anda menjadi lebih boros karena tergiur dengan produk-produk yang dijual online tersebut.

3. Tidak bagus untuk kesehatan
Penelitian membuktikan bahwa kelamaan menjelajah Facebook ternyata menurunan sistem kekebalan tubuh, menghambat pembentukan hormon pertumbuhan, dan memperburuk sistem pencernaan, pengelihatan, membunuh kreativitas, dan mempengaruhi pola tidur dan kebahagiaan.

4. Anda juga belum tentu kenal
Rata-rata, orang dewasa memiliki 338 teman di Facebook dan kemungkinan tidak kenal atau tidak tahu 10 % dari teman mereka. Bisa anda bayangkan jika anda memiliki 1000 lebih teman. Apakah anda yakin mengenal mereka seluruhnya?

5. “Terserah saya, ini khan status saya, foto saya, saya punya hak”
Oke, itu jawaban yang cukup adil. Setiap orang punya hak masing-masing untuk privasi mereka dan kehidupan mereka. Tapi perlu diketahui bahwa anda adalah salah satu dari 1,2 milyar pengguna Facebook untuk saat ini. Apakah anda yakin bahwa ada kemungkinan cukup besar akun anda akan di hack oleh orang dengan niat tidak baik. Hal seperti ini akan mempermudah akses bagi orang jahat untuk menggunakan informasi anda untuk tujuan buruk mereka.

6. Yang Anda posting sebenarnya tidak penting
Faktanya, hanya segelintir orang yang peduli dengan postingan Anda. Tidak ada yang peduli apa makanan Anda, baju Anda, dengan siapa Anda sekarang. Bahkan orang yang yang update status tersebut bisa jadi di samping Anda sekarang. Tidak ada salahnya jika Anda tidak tahu foto pacar baru teman Facebook Anda, tidak masalah juga jika Anda tidak nge-Like status Facebook teman Anda.

Manusia memanglah makhluk sosial, tetapi bukan berarti kita menjadikan alasan ‘bersosial’ tersebut menjadi bumerang bagi kita semua untuk ‘meng-halalkan’ dunia maya. Bersosial yang nyata adalah komunikasi real dengan bertatap muka. Facebook seiring jaman berubah menjadi situs sosial yang menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Tentu bukan itu tujuan awal kita menggunakan Facebook. Oleh karena itu, Gunakan internet dengan bijak, kunjungilah website informatif yang menambah wawasan dan memperkaya informasi. Seperti malangvoice.com misalnya.