ACT Fasilitasi Keberangkatan Keluarga Zulfirman Syah, Korban Tembakan Brutal di Selandia Baru

ACT bersama keluarga Zulfirman Syah. (Istimewa)

MALANGVOICE – Aksi Cepat Tanggap (ACT) memfasilitasi keberangkatan keluarga Zulfirman Syah, korban penembakan di Masjid Linwood, Christchurch, ke Selandia Baru.

Marketing Komunikasi ACT Sumatera Barat, Dana Kurnia mengatakan, ACT akan fasilitasi mulai pengurusan visa, paspor dan pendampingan saat berada di Selandia Baru.

“Dari hasil diskusi selama pihak ACT mendatangi kediaman korban di daerah Lapai, Padang maka diputuskan yang berangkat hanya dua kakaknya, Hendra dan Yuli,” ujarnya.

BNN Kota Malang

“Ya, karena melihat kondisi orang tuanya yang sudah tua dan sakit. Sehingga tidak memungkinkan untuk ikut ke sana,” ia menambahkan.

Harapan terbesar keluarga korban ingin sesegera mungkin bertemu dengan Zulfirman Syah beserta anak dan istrinya.

Sebelumnya diberitakan dua WNI menjadi korban di aksi penembakan yang terjadi di dua mesjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3) yaitu Masjid Al Noor dan Masjid Linwood.

Zulfirman Syah (40) dan anaknya Averroes Omar Syah (2) menjadi korban penembakan di Masjid Linwood Avenue, Selandia Baru.

Kakak korban Hendra pada Jumat malam menyampaikan kondisi adiknya Zulfirman Syah dan anaknya mulai membaik usai serangan teror penembakan yang terjadi di daerah itu.

Diketahui berdasarkan informasi yang ia terima, adiknya mengalami beberapa kali tembakan karena melindungi anaknya. Saat ini kondisi Zulfirman yang dikenal sebagai musisi ini masih dirawat di ICU, apabila kondisi sudah baik, akan dipindah ke ruang biasa. (Der/Ulm)