AbsoSiGel, Inovasi Unik Mahasiswa UM Atasi Sepatu Bau

Contoh produk yang ditawarkan (anja arowana)
Article top ad

MALANGVOICE – Sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Malang (UM) menemukan solusi mengurangi masalah bau pada sepatu. Ialah AbsoSiGel, sebuah inovasi sol sepatu dengan lapisan silika gel yang dapat menyerap kelembaban dan bau pada sepatu.

Inovasi ini dipelopori Rani Wahyu A, ST Ulfawanti I S, Ika Putri N, Sintia Arianti, Egidia Nasifatul N, oleh bimbingan Nurul Hidayat SSi MSi.

Rani Wahyu menjelaskan, ide inovasi berasal dari pengalaman dan keluhan teman-teman kuliah mereka. Sebagai mahasiswa FMIPA yang selalu pergi ke lab dan harus melepas sepatu, Rani dan tim mengetahui banyak dari sepatu teman mereka sudah rusak dan bau.

“Ya teman-teman banyak yang mengeluh dan terganggu karena bau kaki itu. Kayaknya kalau mahasiswa juga tidak sempat nyuci sepatu. Sepatunya ya cuma satu itu,” kata Rani saat ditemui MVoice.

AbsoSiGel mempunyai cara kerja yang sederhana. Sifat silika gel memang menyerap H2O dan menetralkan kelembaban. AbsoSiGel terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling bawah yang bersentuhan pada sepatu, sedangkan silika gel dipasang di lapisan sol bagian tengah, dan paling atas adalah lapisan yang bersentuhan dengan kaki.

“Jadi sol ini tinggal dimasukkan saja ke dalam sepatu. Kalau sering dipakai, sebaiknya tiap hari dijemur di terik matahari atau di oven. Tanpa dicuci kok,” kata dia.

Sejak produksi awal bulan April lalu, Rani dan timnya sudah menjual lebih dari 100 pasang sol. melalui sosial media Instagram, Line, Tokopedia dan Facebook, AbsoSiGel menarik minat para customer. Bahkan, ukuran dan motif sol bisa direquest sesuai kebutuhan. Soal harga, Rani membandrol harga sol cukup terjangkau. Sepasangnya hanya Rp 30 ribu saja.

Saat ini Rani dan tim sedang mengurus hak paten dan desain packaging. AbsoSiGel juga akan dikembangkan sehingga memiliki kemampuan seperti sol pijat refleksi.

“Iya saat ini lagi kerjasama dengan Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya. Jadi silika gelnya bisa berfugsi sebagai pemijat refleksi titik-titik syaraf. Masih disesuaikan posisi silika gelnya agar sesuai dengan penyakit-penyakit yang ingin disembuhkan. Misal, yang sakit diabetes bisa request ke kami,” tutup dia.


Reporter: Anja Aronawa
Editor: Deny Rahmawan
Publisher: Yuliani Eka Indriastuti