Usulan Musrenbang Didominasi Infrastruktur, Sektor Pemberdayaan Terlupakan

MALANGVOICE– Rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kota Batu tahun 2027 terus dimatangkan. Rencana strategis ini sebagai landasan menata arah pembangunan daerah untuk merealisasikan gagasan besar ‘Mbatu Sae’.

Visi yang dicetuskan pasangan kepala daerah Kota Batu Nurochman-Heli Suyanto itu disusun atas isu-isu strategis Selanjutnya akan diimplementasikan melalui sembilan program priorotas ‘Nawa Bhakti’.

Butuh peran kolaboratif dari para pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan fiskal melalui program kerja yang terukur. Keterbukaan dan partisipasi masyarakat harus diprioritaskan. Mereka perlu dilibatkan erumuskan sebuah kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan di segala bidang sehingga hasilnya bisa dirasakan bersama. Dengan begitu, sejumlah program prioritas yang digagas kepala daerah dapat segera terealisasi.

Peran partisipasi masyarakat dapat disalurkan melalui berbagai forum. Salah satunya melalui musrenbang yang menjadi instrumen fundamental dalam merancang dokumen RKPD. Forum ini memiliki urgensi dalam merancang pembangunan daerah secara komprehensif.

“Musrenbang ini bukan sekadar daftar keinginan, melainkan rencana kerja nyata demi mewujudkan visi Mbatu Sae. Ikatan kolektif antara pihak eksekutif, legislatif, dan pemerintah desa harus diperkuat guna memastikan setiap butir usulan musrenbang terealisasi,” seru Wakil Wali Kota Batu saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Junrejo dengan tema “Guyub Rukun Sengkuyung Visi Misi Mbatu Sae”.

Ia menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD meninggalkan cara pandang egosektoral. Para kepala OPD dituntut responsif terhadap hasil musrenbang, serta mendorong pemerintahan yang lebih informatif dan transparan demi menjawab harapan masyarakat yang diusulkan melalui musrenbang.

“Kepala OPD harus selalu hadir secara fisik dalam musrenbang untuk merespons usulan warga secara langsung,” imbuh Heli.

Lebih lanjut, dia mendorong keterlibatan legislatif dalam pemanfaatan program pokok pikiran (pokir) DPRD. Upaya ini sebagai strategi pendanaan di saat postur keuangan daerah menciut dampak pemangkasan anggaran. Paling tidak, lanjut Heli, setiap anggota dewan mengampu minimal 1 atau 2 kegiatan di tiap desa dengan merujuk pada bank data usulan yang telah disusun.

“Hanya saja, banyak usulan yang terpaku pada pembangunan infrastruktur. Masih minim usulan di sektor UMKM padahal Kecamatan Junrejo merupakan sentra UMKM. Saya mengajak para kepala desa menyusun usulan yang menyentuh pemberdayaan, pelatihan, atau permodalan, bukan sekadar bangunannya saja,” pesannya.

Camat Junrejo, Parman, SP menuturkan, usulan masih didominasi pembangunan fisik. Rinciannya bidang infrastruktur sebanyak 194 dari total 241 usulan di tahun 2027 nanti pada Musrenbang Kecamatan Junrejo. Berikutnya, sektor ekonomi produktif 37 Usulan, bidang sosial budaya 10 usulan, serta 15 program unggulan kepala daerah.

“Forum ini sebuah ruang krusial bagi sinkronisasi usulan masyarakat dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Batu. Setiap desa di Kecamatan Junrejo memiliki potensi strategis, mulai dari sektor pertanian, industri kreatif, hingga pariwisata berbasis komunitas,” papar dia.

Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Bangun Yulianto, memberikan pengarahan terkait 15 program prioritas yang menjadi kompas pembangunan Kota Batu ke depan. Ia menjabarkan, ada beberapa poin kunci yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga Junrejo. Antara lain, pendidikan dan sosial dengan eksekusi program mencetak seribu sarjana, subsidi air bersih warga pra-sejahtera, serta peningkatan insentif bagi tenaga pendidik keagamaan.

“Pembangunan ikonik yakni pembangunan Batu Artpreneur, Sport Center, dan Spiritual Botanical Garden. Serta ekonomi dan lingkungan, meliputi pembangunan Mall UMKM, pembentukan BUMD lintas sektor, hingga penguatan kawasan pengelolaan sampah.

Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto menekankan pentingnya asas rasionalitas dalam setiap usulan agar benar-benar berdampak luas. “Kami bersama jajaran dewan di dapil Junrejo berkomitmen penuh untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi ini agar dapat terakomodir dalam APBD Kota Batu,” tegas Ludi.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait