MALANGVOICE– Sebanyak 4.305 pelanggar lalu lintas ditindak selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Kota Batu. Kegiatan ini digelar secara serentak di wilayah Jatim selama 14 hari mulai 2-15 Februari dalam upaya cipta kondisi pra Operasi Ketupat Idul Fitri 1447 H.
Dari total 4.305 pelanggar lalu lintas, sebanyak 2.283 pengendara roda dua maupun empat mendapatkan teguran dari petugas di lapangan. Sementara, 2.022 pengendara terekam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) karena melanggar aturan. Kekuatan personel yang diterjunkan sebanyak 5.020 personel, dengan rincian 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel Satwil jajaran.
Tambah 9 Unit Kamera E-TLE, Dishub Kota Batu Siapkan Anggaran Rp6,5 Miliar
Para petugas fokus melakukan penindakan pada pelanggaran lalu lintas yang menjadi faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya. Apalagi, permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak. Tolok ukur keberhasilan kegiatan ini bukan semata-mata jumlah pelanggar yang ditindak, melainkan harus menumbuhkan kepatuhan masyarakat dan menurunnya angka kecelakaan di jalan raya.
“Pelanggaran yang tertangkap kamera ETLE maupun yang mendapat teguran rata-rata karena melanggar traffic light, tidak menggunakan helm, serta tidak memakai sabuk pengaman,” ujar Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim.
Kevin menyebutkan, angka pelanggaran lalu lintas pada Operasi Keselamatan Semeru 2026, menurun 23,7 persen atau 1.340 pengendara dibandingkan tahun 2025. Pada operasi serupa di tahun sebelumnya, tercatat 5.645 pelanggaran. Rinciannya, sebanyak 5.262 pelanggaran diberikan sanksi teguran dan 383 pelanggar tertangkap melalui ETLE. Menunjukkan suatu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, meski pelanggaran masih didominasi oleh kelalaian dasar yang seharusnya bisa dihindari.
“Meningkatnya pelanggaran lalu lintas serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap aturan keselamatan, berkorelasi langsung dengan risiko angka kecelakaan. Kondisi tersebut diperparah oleh perilaku pengemudi yang tidak disiplin dan berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan di jalan raya,” ujar Kevin.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 digelar serentak sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam pelaksanaannya, kepolisian tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga langkah preemtif dan preventif.
Langkah preemtif dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas dengan pendekatan humanis kepada masyarakat. Petugas turun langsung memberikan imbauan, baik di jalan raya maupun melalui berbagai kanal komunikasi publik. Sementara itu, langkah preventif diwujudkan melalui patroli di titik-titik rawan kecelakaan, pemeriksaan kelengkapan kendaraan, hingga rampcheck untuk memastikan kondisi kendaraan laik jalan.
“Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas. Penindakan tetap ada, tapi yang lebih utama adalah mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan,” tegas Kevin.
Satlantas Polres Batu berharap momentum Operasi Keselamatan Semeru ini tidak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu membentuk disiplin berkendara yang berkelanjutan. Terlebih menjelang arus mudik dan balik Lebaran, ketika mobilitas kendaraan dipastikan meningkat signifikan. Dengan tren pelanggaran yang menurun, pihaknya optimistis tingkat keselamatan di jalan raya Kota Batu juga dapat terus membaik.
“Namun demikian, kepatuhan tetap menjadi kunci. Sebab, satu kelalaian kecil di jalan bisa berujung fatal,” pungkasnya.(der)