MALANGVOICE– Sektor pariwisata belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19. Di saat merangkak naik, para pelaku pariwisata dipaksa menelan pil pahit imbas kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pada 2025 lalu.
Situasi ini memberikan tekanan pada cashflow industri pariwisata. Mau tak mau mereka harus memutar otak agar paling tidak bisa bertahan, bahkan tak sedikit dari mereka yang tumbang karena kehilangan pendapatan.
“Fo Ufo”: Proyek Sci-Fi Baru Bayu Skak Gandeng Studio Animasi Malang
Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jatim, Eko Mujiono mengaku, sektor pariwisata lebih dulu merasakan dampak hantaman pandemi yang disertai pembatasan mobilitas masyarakat saat itu. Kali ini, para pelaku pariwisata kembali terpukul dampak efisiensi anggaran pemerintah yang ujungnya turut merontokkan daya beli masyarakat. Belum lagi, tanggungan kewajiban membayar tarif royalti dari pemutaran lagu.
“Dampaknya teman-teman pelaku pariwisata, semuanya tiarap, kondisinya sama halnya seperti masa pandemi Covid-19, bahkan lebih parah. Dari situ kami menyuarakan kepada pemerintah lewat DPP ASPPI agar pemerintah melakukan intervensi kebijakan,” ujar Eko usai gelaran Musyawarah Daerah (Musda) V DPD ASPPI Jatim yang digelar di Hotel Aria Gajayana Kota Malang (Kamis, 22/1).
Menurutnya, banyak pengusaha sektor pariwisata melakukan strategi begitu agresif karena himpitan ekonomi. Mereka terpaksa harus menjual aset untuk menyelamatkan revenue agar bisnisnya tetap bertahan. Ia mencontohkan pengalaman yang ditanggung oleh kawannya yang menjalankan usaha travel wisata. Karena pendapatannya terganggu, kawannya melepas aset untuk membayar kredit sejumlah armada kendaraan.
“Ada contoh teman kami yang punya bisnis transportasi, berusaha sebisa mungkin karena punya banyak armada. Tidak semua armada dibeli cash, ada yang dibeli kredit. Bayangkan kalau pendapatannya terganggu karena dampak efisiensi anggaran. Bagaimana untuk menghidupi sendiri? Mau tidak mau mereka harus melepas asetnya,” ungkap dia.
Di tengah situasi ekonomi yang limbung, dirinya menaruh harapan pada ketua baru hasil Musda V ASPPI. Musda kelima ini mengusung tema “Guyub Rukun-Jatim Digjaya, Berkolaborasi untuk Tangguh, Bertransformasi untuk Jaya”. Pihaknya berharap, ketua baru terpilih bisa menciptakan terobosan inovatif agar destinasi-destinasi wisata bukan hanya bisa bertahan bahkan semakin maju dan berkelanjutan.
“Bukannya malah semakin terpuruk, memang kondisi ekonomi melemah imbas dari efisiensi anggaran pemerintah. Maka melalui musda ini dalam rangka memilih ketua dan struktur pengurus baru di tingkat DPD ASPPI Jatim. Siapapun yang terpilih harus kita support. Agar organisasi ini terus berkembang memberikan sumbangsih yang positif untuk Jatim dan Indonesia,” papar dia.
Ia menyadari sebagai organisasinya merupakan bagian dari ekosistem pariwisata yang tak bisa hidup sendiri. Butuh kolaborasi yang solid antar lini di tataran pemangku kebijakan pariwisata, baik pemerintah maupun organisasi-organisasi kepariwisataan yang ada di Jatim.
“Contoh usaha tour travel membutuhkan tempat menginap, butuh tempat pariwisata. Itulah semuanya di pariwisata. Kami optimis di tahun 2026, pariwisata harus bangkit. Karena di situlah membuat orang senang, kalau orang kerja terus strees, maka butuh liburan,” papar dia.
Ketua DPP ASPPI, Azwani Alwi turut mengapresiasi semangat seluruh peserta Musda V DPD ASPPI Jatim. Kegiatan ini digelar 4 tahun sekali sebagai bentuk dari pelaksanaan asas demokrasi tertinggi dalam organisasi pelaku pariwisata itu. Musda ini juga bukan hanya kontestasi pemilihan ketua, tetapi akan ada konsolidasi memperkuat kolaborasi.
“Semangat demokrasi terasa di acara musda ini. Para peserta dari berbagai daerah di Jatim berdatangan dengan kepedulian terhadap organisasi,” ucap Alwi.
Ia menambahkan, para pengurus di tingkat pusaat turut memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dari kemitraan dan sponsorship.
“Artinya tidal hanya berbicara perkembangan di DPP, tapi harus berintegarsi hingga ke organ yang ada di daerah. Kami tidak melakukan intervensi, tapi memberi stimulus semacam membawa sponsorship hingga ke tingkat daerah,” tandasnya.(der)