Gas Air Mata Bikin Pasien RS Saiful Anwar Ketakutan

MALANGVOICE- Tembakan gas air mata dari Brimob saat mengurai demonstran di depan Polresta Malang Kota dan RS Saiful Anwar membuat keluaga dan pasien ketakutan.

Tembakan gas air mata terpaksa dilakukan untuk membubarkan massa yang sudah berkumpul di Jalan JA Suprapto sejak pukul 19.00 WIB.

Salah satu keluarga pasien di RS Saiful Anwar, Irawan, mengaku kaget mendengar ada letusan. Saat itu ia sedang menemani anaknya yang sedang dirawat di lantai dua rumah sakit.

Tembakan gas air mata Brimob di samping RS Saiful Anwar. (Deny/MVoice)

Mendengar letusan dan kericuhan di bawah ia langsung mencoba mencari tahu. Namun justru Irawan malah terkena gas air mata meski masih di area rumah sakit.

“Saya kaget ngeri itu ada ledakan. Waktu itu lagi di atas langsung turun. Waktu itu saya kena gas air mata di samping IGD,” kata pria asal Pasuruan.

Suara ledakan itu juga membuat anaknya yang masih berumur 7 tahun takut dan tidak bisa beristirahat.

“Kondisi anak saya denger juga. Saya suruh temenin istri saya buat tidur saja,” jelasnya.

Diketahui pasukan Brimob dengan atribut lengkap datang mengurai massa dengan gas air mata.

Para demonstran kemudian membubarkan diri dan berpencar ke Jalan Patimura.

Tak berhenti di situ, pasukan Brimob kemudian tetap menembakkan gas air mata, namun asap tersebut masuk ke dalam ruangan penanganan infeksi di rumah sakit.

Akibatnya, pasien dipindah ke lantai paling atas agar tidak terkena asap.

Hingga pukul 00.20 WIB pasukan Brimob masih berjaga di Jalan JA Suprapto.(der)

Berita Terkini

Arikel Terkait