60 Persen Masyarakat Kota Malang Sadar Donor Darah

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto saat meninjau di lab PMI. (Lisdya)

MALANGVOICE – Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto mengunjungi Gedung Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang pada Sabtu, (17/11).

Dalam kunjungannya, Sofyan dan Wasto nampak meninjau kantor UTD PMI sembari menengok proses transfusi darah di UTD Kota Malang. Tak hanya itu, mereka pun juga ikut donor darah.

“Kami melihat bagaimana proses transfusi darah, baru kami juga ikut mendonor. Yang jelas kebutuhan darah di masyarakat Kota Malang ini cukup tinggi sekitar 30 sampai 40 pasien yang membutuhkan darah setiap harinya,” kata Sofyan.

Sementara itu, Kepala UTD PMI, Enny Sekar Rengganingati, memaparkan di Kota Malang sendiri setiap harinya ada sekitar 100 hingga 120 pendonor darah.

“Bersyukur karena di Malang ini kesadaran donor masyarakatnya cukup tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat lah yang membuat stok darah terus ada. Bahkan, tingkat pendonor di Kota Malang sendiri mencapai 60 persen.

“Jadi kalau unit transfusi darah lain lebih banyak aktif mengambil di luar, kami Alhamdulillah bisa sendiri Insya Allah,” ungkapnya.

Disinggung terkait pernah atau tidak kehabisan stok darah, Enny mengungkap pihaknya selama ini belum pernah mengalaminya.

“Justru kami membantu daerah lain, kami juga pernah mengirim ke Makassar, lima Kabupaten ke Jawa Tengah pernah juga,” tambahnya.

Dikatakannya, memang ada musim-musim tertentu dimana stok darah akan semakin menipis.

“Biasanya januari sampai maret, darah cadangan secara nasional memang menurun. Sedangkan di Kota Malang sendiri penggunaan darah sudah rasional,” tandasnya. (Hmz/Ulm)