3 Fakta Dugaan Pembunuhan di Jalan Emprit Mas, Kota Malang

Jalan Emprit Emas, Sukun, Kota Malang, (Bagus/Mvoice).

MALANGVOICE – Muncul tiga fakta menarik di balik kasus dugaan pembunuhan Ratna yang mengontrak di Jalan Emprit Mas Nomor 10, Sukun, Kota Malang beberapa waktu lalu.

Anggota Linmas RT 4 RW 7, Sukun, Kota Malang, Agus Kurniawan (33) menceritakan fakta-fakta setelah korban diketahui meninggal pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 01.00.

Pertama, Setelah jenazah korban disemayamkan di Gotong Royong, Jalan Tenaga Baru, Blimbing, Kota Malang, Ahad (19/9) sekitar pukul 22.30 suami korban, Sofyan, pulang.

Saat itu Sofyan menyempatkan diri berjalan membeli rokok di dekat rumahnya.

“Saat jalan kaki membeli rokok, Sofyan memakai jaket kain warna abu-abu. Setelah membeli rokok, Sofyan kembali ke rumah tanpa memakai jaket. Saya pun bertanya ke Sofyan ‘Kemana jaketnya’, Sofyan menjawab dikasihkan ke orang di depan, kasihan kedinginan,” cerita Agus, Rabu (22/9).

Mengetahui itu, Agus kebingungan dan merasa ganjil. Alhasil ia mencoba untuk melakukan pengecekan. Ternyata jaket tersebut diberikan kepada Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada di sekitar wilayah itu.

“Pada Senin (20/9) siang tim Inafis dari Polresta Malang Kota didampingi anak korban, Bayu, datang melakukan olah TKP. Bersamaan dengan itu Sofyan dibawa untuk diperiksa juga,” tuturnya.

Untungnya, lanjut Agus, saat itu jaket yang diberikan kepada ODGJ tidak dibawa dan tertinggal di tempat semula. Akhirnya petugas kepolisian yang ada di situ membawa jaket tersebut.

“Setau saya jaket itu selalu dipakai pak Sofyan setiap harinya,” kata dia.

Kedua, pada Selasa (21/9) Inafis dari Polda Jatim mendatangi kediaman korban untuk melakukan olah TKP. Saat itu melalui jendela diketahui ada sungai yang berada tepat di belakang rumah korban.

Petugas menduga ada beberapa barang yang dibuang ke sungai.

“Dilakukan pencarian ke belakang sungai itu. Kemudian ditemukan ada kaos bewarna kuning dengan bercak darah dan robekan di bagian dada. Kaos itu pun diambil sama tim Inafis pada saat itu,” ucap dia.

Ketiga, Saat korban ditemukan tewas Sabtu (18/9) sekitar pukul 01.00, kondisi pintu kamar terkunci dari dalam.

“Itu yang bikin aneh mas, pintunya terslot (terkunci,Red) dari dalam. Dan kata petugas tidak mungkin bisa dikunci dari luar,” tandasnya.(end)