12.000 Personel Gabungan Dilibatkan dalam Pengamanan Pilbup Malang

Forkompinda saat memeriksa Kesiapsiagaan pasukan.(Toski D).
Article top ad

MALANGVOICE – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan dan Simulasi Pemungutan Suara, untuk mengamankan jalannya Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang, yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Apel kesiapsiagaan dan simulasi pelaksanaan Pilbup Malang 2020 tersebut, melibatkan sebanyak 12.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Linmas, BPBD Pemkab Malang, dan PMI Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menyampaikan, dalam pengamanan jalannya Pilbup 2020 ini dilakukan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, di sebelumnya hanya dilakukan pengamanan potensi kerawanan potensi kamtibmas, dan saat ini ditambah dengan pengamanan protokol kesehatan.

“Jadi karena ini hal yang baru, maka harus disimulasikan dengan jajaran yang turut dalam pengamanan nanti,” ungkapnya, saat ditemui awak media, usai Apel Kesiapsiagaan Pengamanan dan Simulasi Pemungutan Suara, di Stadion luar Kanjuruhan, Kepanjen, Jum’at (27/11).

Dalam pengaman itu, lanjut Hendri, setiap jajaran yang terlibat harus mengerti dalam pengawasan protokol kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan disetiap TPS nantinya akan dibatasi tidak lebih dari 500 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Simulasi kali ini dilakukan agar jajaran petugas keamanan pilkada harus bisa mengarahkan pemilih untuk cuci tangan, cek suhu, dan jaga jarak,” jelasnya.

Menurut Hendri, bagi calon pemilih yang suhunya di atas 37 derajat celsius, maka akan disedikan bilik khusus. Serta setiap pemilih harus menggunakan sarung tangan saat mencoblos.

“Hal itulah nanti akan dipantau oleh jajaran kami,” tegasnya.

Untuk itu, tambah Hendri, dalam pelaksanaan Pilbup Malang nanti, dirinya menerjunkan petugas pengamanan sebanyak sekitar 12 ribu anggota Linmas, yang akan bertugas di 4999 TPS.

“Setiap TPS paling tidak ada dua anggota Linmas. Jika TPS masuk dalam kategori rawan maka akan ditambah 1 anggota TNI dan 2 anggota Polri. Begitu terus akan bertambah jika tingkat kerawanannya semakin tinggi alias sangat rawan,” tukasnya.(der)