Unjuk Eksistensi, Parade Band Cadas Gebrak God Bless Café 2

0
67

MALANGVOICE-Pada pertengahan 1994, sekelompok anak muda penggemar musik keras (metal, hardcore, punk), membidani kelahiran komunitas underground Kota Malang yang diberi nama Total Suffer Community (TSC). Obsesi awal mereka, membuat konser musik underground pertama di kotanya, serta mengembangkan pergerakan kancah musik cadas.

Alhasil, proyek itu berhasil diwujudkan melalui even Parade Musik Underground (PMU) di Gedung Sasana Asih YPAC, 28 Juli 1996. PMU sendiri akhirnya menjadi serial gigs lokal terbesar yang mampu mencapai sekuel ketiga pada 1998, serta menjadi landmark bagi konser underground selanjutnya.

Kini, dalam rangka menyambut 20 tahun Parade Musik Underground (1996 – 2016) dan cita-cita membangun ekosistem budaya musik yang lebih seru, TSC bakal menggelar serangkaian even pertunjukan musik plus ajang kreatifitas dan komunitas anak muda.

Kegiatan perdana adalah Road To Malang Underground Fest, yang bakal diadakan di Godbless Cafe 2, Malang, 6 Maret, menampilkan band-band cadas lintas generasi dan aktif dalam dua dekade terakhir.

Sejumlah band yang bakal beraksi di panggung antara lain Extreme Decay, No Man’s Land, Neurosesick, Antiphaty, Anorma, Breath of Despair, Fallen To Pieces, Bangkai, Rottenomicon, Hellsoil, Delirium Carnage, hingga Misanthropic Imperium.

Sebagian besar nama-nama band di atas bisa dikatakan telah menelurkan sederet karya album (diskografi) serta memiliki fanbase cukup loyal. Pencapaian mereka bahkan telah diakui dalam level nasional hingga internasional – terbukti melalui apresiasi publik, liputan media, kontrak label rekaman, serta pengalaman manggung dan tur di berbagai daerah.

Acara juga bakal menampilkan berbagai karya yang terkait budaya musik undergound, seperti records fair, eksebisi tato, pameran desain dan artwork, merchandise booth, serta masih banyak lagi. Even ini juga didukung berbagai pihak, seperti Supermusic.ID, Godbless Cafe, Elfara FM, Koalisi Nada, serta melibatkan para pekerja kreatif dan komunitas lokal di kota Malang.

Usai acara bakal dilanjutkan dengan konsep festival musik berskala Medium Event dan Big Event pada pertengahan 2016. Hingga pada akhirnya Kota Malang bisa melahirkan agenda even festival musik cadas tahunan layaknya kota besar lain, seperti Bandung Berisik, Hammersonic Festival, atau Rock In Solo.