Napak Tilas Arema

Seorang Pengguna Jalan Dikeroyok Oknum Aremania

Postingan warga atas pengendara jalan yang dikeroyok oknum Aremania dan Korban pengeroyokan oknum Aremania, Wahyu Widayanto, usai mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Teja Husada.(ist)

MALANGVOICE – Perilaku tidak terpuji dilakukan Aremania yang ikut serta napak tilas Arema, Minggu (19/3). Seorang pengendara sepeda motor terluka setelah dikeroyok oknum Aremania.

Korban atas nama Wahyu Widayanto warga Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Wahyu menderita luka cukup parah dibagian wajahnya. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Teja Husada, Kepanjen, sebelum dibawa pulang.

Teman korban, Sugik Fuad, menceritakan, semula ia bersama korban dua teman lain habis menghadiri ulang tahun Malang Rider King Community (MRKC) di Stadion Kanjuruhan. Sesampainya di Jalan Panglima Sudirman, Kepanjen, atau pas di depan mini market, korban berhenti dan memilih menepi setelah iring-iringan Aremania melaju dari arah Malang.

Oknum Aremania yang mengendarai sepeda motor menanyakan maksud korban yang melihat iring-iringan.

“Opo” tanya oknum Aremania itu. Sama korban lantas dijawab “Tidak ada apa-apa mas, kita sama-sama Arema, saya orang Batu,” kata Sugik menirukan perkataan temannya.

Kemudian korban dipukul oleh oknum tersebut beserta teman-temannya. Sugik sempat berusaha melerai, namun, ada teriakan ‘ini Bonek’ sehingga Aremania di atas mobil turun dan ikut memukuli dirinya dan korban.

“Saya tidak apa-apa, teman saya yang lukanya cukup parah. Banyak tadi yang ikut mukul. Teman saya bahkan diseret beberapa meter, sepedanya juga dirusak,” ungkap dia.

Kejadian tersebut sebenarnya diketahui warga sekitar, tapi tidak ada satupun yang turut melerai.

“Setelah dikeroyok, baru kami dibantu warga. Setelah itu, baru kami ke rumah sakit terdekat,” jelas dia.

Ia bersama temannya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang.

Sugik berharap kejadian ini dapat diproses secara hukum. Agar ada efek jera atas perbuatan oknum Aremania.

“Teman yang lain masih di Polres. Korban sudah dibawa pulang, digonceng pakai sepeda motor,” akunya di Rumah Sakit Teja Husada.

Pengeroyokan itu juga diunggah di media sosial Facebook.