Selain Hero dan Rivo Rengkung, Dua Petinju Lain Siap Harumkan d’Kross BC

0
39
Sis Morales (kanan) dan Benar Mino Belo usai sesi timbang badan di Lospalos Gymnasium, Jumat (25/11) pagi waktu setempat.
Sis Morales (kanan) dan Benar Mino Belo usai sesi timbang badan di Lospalos Gymnasium, Jumat (25/11) pagi waktu setempat.

MALANGVOICE – Bukan hanya Hero Tito dan Rivo Rengkung saja yang memikul tugas mengharumkan nama Indonesia di ring tinju Sabuk Emas Xanana 2016, 26-27 November lusa. Selain mereka, dua jagoan asal Malang juga bertarung di Timor Leste.

Nadya Nakhoir (berjilbab) dan Deosalinda (dua dari kiri) beserta penata tanding dan manajemen Thomas Americo BC.
Nadya Nakhoir (berjilbab) dan Deosalinda (dua dari kiri) beserta penata tanding dan manajemen Thomas Americo BC.

Dua partai tambahan melibatkan petinju andalan d’Kross BC lawan binaan Thomas Americo BC. Yang pertama, duel enam ronde kelas bulu yunior 55 kg antara Sis Morales menghadapi petinju tuan rumah, Belar Mino Belo. Selain itu, ada partai tinju wanita kelas 49 kg antara Nadya Nakhoir kontra Deosalinda yang rencananya berjalan tiga ronde.

Jumat (25/11) pagi waktu setempat, para petinju resmi melakoni sesi timbang badan. Optimisme diusung Sis Morales jelang duel yang berlangsung Sabtu (26/11) malam.

“Saya akan tampil maksimal saat menghadapi Belar Mino yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Saya bertekad meraih kemenangan, untuk membanggakan d’Kross BC dan Kota Malang,” tandasnya.

Sementara itu, Nadya berkesempatan melakoni pertarungan profesional pertamanya di ring tinju. Betapa tidak, sebelumnyua Nadya adalah atlet bela diri. Dara asal Pakis ini tercatat sebagai atlet putri berprestasi di cabor wushu, pencak silat dan muaythai.

Ketua KTPI Malang Raya yang juga owner d'Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT berpose di Presidente Nicolau Lobato International Airport beiru tiba di Dili bersama rombongan, Jumat (25/11) siang.
Ketua KTPI Malang Raya yang juga owner d’Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT berpose di Presidente Nicolau Lobato International Airport beiru tiba di Dili bersama rombongan, Jumat (25/11) siang.

Dia juga tercatat sebagai Juara I Kejurnas Muaythai Piala Wapres. Gadis 22 tahun ini bahkan baru saja menyabet medali perunggu cabor Muaythai di PON Jabar 2016.

Meski begitu, mahasiswi jurusan Pendidikan Jasmani di Universitas Negeri Malang (UM) ini mengaku tak gentar naik ring profesional. “Saya selalu siap, apalagi selama ini terus berlatih dan belajar. Memang untuk bertinju saya masih minim pengalaman, tapi pada dasarnya inti dari cabor bela diri tidak jauh berbeda,” serunya.

Atas kesiapan empat petinjunya, owner d’Kross BC, Ir H Ade Herawanto MT, berharap Hero dkk berjuang sekuat tenaga. Menurut Ade, perjuangan mereka dilakukan demi membela panji Tanah Air.

“Mereka tak sekadar membawa gengsi pribadi atau gengsi klub semata, namun juga memikul nama besar bangsa dan negara Indonesia. Tentu harus berjuang habis-habisan demi meraih kemenangan,” tegas Ade, yang bersama rombongan dari d’Kross BC dan KTPI telah tiba di Dili, Jumat (25/11) siang.