Rayakan Ultah Pelukis Senior, Lima Seniman Pamer Karya di Galeri Raos

0
102
Beberapa lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos nampak artistik
Beberapa lukisan yang dipamerkan di Galeri Raos nampak artistik (fathul)

MALANGVOICE – Lima perupa asal Kota Batu dan Kabupaten Malang menggelar pameran lukisan di Galeri Raos Jalan Jenderal Sudirman, Kota Batu. Sebanyak 30 karya dengan berbagai tema dipamerkan dengan tajuk TjakMat 72.

TjakMat (Cak Mat) sendiri sebenarnya nama salah satu perupa senior di Malang Raya yang saat ini memperingati hari lahirnya ke 72. Sehingga empat perupa lainnya, Agus TK, Yatimin, Riyanto Sinyo, Yohannes Irianto, dan Cak Mat sendiri menggelar pameran.

“Kami ingin merayakan ulang tahun senior melukis saya dengan cara berbeda. Selain itu ya ingin meramaikan bursa lukisan untuk semua kalangan, karena yang ke sini tidak hanya seniman, tapi pelajar hingga masyarakat umum,” ungkap Sinyo, saat ditemui MVoice di galeri.

Sinyo berpendapat, semua kalangan harus lebih mengenal karya lukis. Sehingga dalam pameran itu, perupa dibebaskan untuk menentukan tema dan ukuran sesuai dengan ciri dalam kekaryaan masing-masing. Semuanya disesuaikan dengan cara pandang perupa agar lukisannya dapat dinikmati masyarakat banyak.

“Gairah pariwisata di Kota Batu harus disambut positif oleh kalangan seniman sebagai potensi pasar yang terbuka, baik perupa, pematung, penulis, hingga teater. Makanya Ultah Cak Mat ini kita rayakan di Batu,” tambah Sinyo.

Ia menegaskan, pameran lukisan juga bisa menjadi ajang pembuktian bahwa Cak Mat masih tetap eksis di dunia seni rupa meski usianya sudah cukup lanjut. Sehingga Sinyo bersama teman-teman sesama perupa berkontribusi menampilkan lukisan juga guna mengapresiasi Cak Mat.

Riyanto Sinyo memperhatikan salah satu lukisannya yang penuh warna
Riyanto Sinyo memperhatikan salah satu lukisannya yang penuh warna (fathul)

“Kalau saya sendiri mengusung tema anak-anak sesuai dengan kesukaan saya, karena dunia anak-anak saya kagumi. Dunia mereka tidak banyak menuntut batasan. Sehingga dalam konsep berkaryapun saya membebaskan diri memilih bentuk dan warna secara spontan khas anak-anak,” papar Sinyo.

Lukisan-lukisan yang dipajang di sana, imbuhnya, ada beberapa yang sengaja tidak diberi judul. Hal  itu untuk memberi kebebasan kepada penikmat lukisan untuk berinteraksi secara personal. Interpretasi terhadap bentuk benar-benar ia bebasskan.

“Karya-karya kami tidak dibanderol dengan harga tinggi. Jika ada pengunjung yang berminat terhadap lukisan-lukisan yang ada bisa langsung datang. Harganya berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 10 juta,” tandasnya.