MUI Sayangkan Acara Nobar MotoGP Hadirkan Penari Berpakaian Minim

0
143
Salah satu penari berbikini dalam acara nonton bareng MotoGP di Balai Kota Among Tani, Kota Batu.

MALANGVOICE – Acara nonton bareng MotoGP, program salah satu televisi swasta, di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Minggu (4/9) malam, mendapat kecaman dari masyarakat luas. Pasalnya, acara diselingi penampilan penari wanita dengan pakaian minim.

Foto wanita berbikini saat di acara Nobar MotoGP di grup Facebook Aku Cinta Kota Batu.
Foto wanita berbikini saat di acara Nobar MotoGP di grup Facebook Aku Cinta Kota Batu.
Banyaknya laporan dan keluhan masyarakat itu disikapi serius oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu. Pengurus MUI pun mengadakan pertemuan di Kantor Kemenag, Senin (5/9), sore tadi.

Hadir pada pertemuan itu, Penasehat MUI, KH Munir Fathulloh, Ketua 3 MUI, KH Ali Rohim Zamzami, Ketua Komisi HA Marzuki, H ABDUL Manaf, dan Ahmad Faiz.

“Banyak yang menyampaikan keluhan kepada kami, baik organisasi sosial, organisasi keagamaan maupun institusi pendidikan. Mereka menyayangkan acara tadi malam,” kata Penasehat MUI, KH Munir Fathullah, kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Ia menyebut, tidak masalah apabila ada kegiatan nobar, tapi tidak perlu menampilkan penari wanita mengenakan pakaian vulgar, karena sarat pornografi dan pornoaksi.

Pengasuh Ponpes Darussaadah itu berharap acara semalam (Minggu, red) tidak terjadi lagi di Kota Batu, terutama di Balai Kota among Tani, kantor pemerintah dan rumah warga Batu.

“Kami akan bertemu wali kota atau wakilnya, Selasa (6/9) besok, sekaligus menyampaikan surat permohonan supaya kejadian itu tidak terulang lagi di Batu. Kami akan memohon supaya ada perjanjian tertulis dengan pemerintah,” jelasnya.

Bahkan MUI akan meminta pemerintah membuat aturan dan larangan kegiatan sarat pornografi di Kota Batu.

“Larangan itu berlaku di luar maupun di dalam gedung. Dulu hampir kejadian, beruntung bisa dicegah,” tegasnya.

Foto-foto penampilan wanita berbikini pun tersebar di media sosial dan mendapat cibiran masyarakat.