Mengenal Sosok Unik Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo

0
693
Yoyok (dua dari kanan) (anja)

MALANGVOICE – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini pernah terpilih sebagai penerima Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015. Jika Risma telah banyak dikenal publik dengan sepak terjangnya, tidak demikian dengan Bupati Batang, Jawa Tengah, periode 2012-2017, Yoyok Riyo Sudibyo.

Bersama Risma, Yoyok Riyo Sudibyo pun dianugerahi penghargaan yang sama. Pria kelahiran 23 April 1972 asal Bandar, Batang, ini lulusan Akademi Militer 1994 dan Sekolah Lanjutan Perwira 2004.

Saat memutuskan berhenti dari dinas militer dengan pangkat terakhir mayor untuk kemudian beralih ke dagang dan memberanikan diri mengikuti Pilkada Batang 2012 membuat orang tuanya kaget.

“Maklum, karena sekian puluh tahun saya jadi TNI. Saya lulusan Akademi Militer 1994. Tugas terakhir saya di Badan Intelijen Negara, Satgas di Papua. Saya mundur waktu itu karena ada dunia lain di tempat saya (lalu) saya dagang. Kemudian ada beberapa orang bilang kalau kamu mau maju, kakimu jangan di dua tempat, satu tempat pilih yang sama, akhirnya saya milih dagang,” kata Yoyok.

Menjadi Bupati ternyata ia akui lebih sulit daripada menjalankan operasi militer.

Yoyok meyakini, seorang kepala daerah harus menguasai tata kelola pemerintahan dan keuangan, birokrasi, dan mendapat kepercayaan masyarakat.

“Masa pemerintahan tahun pertama masih awur-awuran. Ya saya enggak ada modal,” tambahnya.

Modal yang dimaksud Yoyok yaitu modal ilmu untuk membuat Batang maju. Namun hal itu dijalaninya dengan terus belajar.

Dalam mengelola pemerintah, Yoyok menerapkan keterbukaan. Dia membuka rumah dinasnya selama 24 jam bagi masyarakat.

“Masyarakat selalu saya posisikan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Rakyat selalu saya libatkan dalam kesuksesan program di Batang,” kata Yoyok lagi.

Pria humoris dan gemar menyanyi ini menerapkan transparansi anggaran dan pembangunan. Yoyok juga membentuk Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2) Kabupaten Batang pada 2013.

Menurut Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran pada 2013, Pemkab Batang merupakan daerah dengan urutan terendah dalam penyimpangan anggaran se-Jateng. Kemudian pria yang juga seorang pengusaha ini juga berhasil mengantarkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Batang meraih Investment Award 2013 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berkat semua pencapaiannya, Yoyok berhasil menerima Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015.

“Penghargaan itu ujian bagi saya. Jabatan saya tinggal setahun dua bulan. Cukup sekali menjadi bupati,” begitu tandas Yoyok.