Mendikbud Prof Muhadjir Effendy, Pengabdian Paripurna di Bidang Pendidikan

0
96
Mendikbud Prof Muhadjir Effendy, Pengabdian Paripurna di Bidang Pendidikan
Mendikbud Prof Muhadjir Effendy, Pengabdian Paripurna di Bidang Pendidikan

MALANGVOICE – Prof DR Muhadjir Effendy MAP resmi masuk jajaran kabinet kerja hasil reshuffle jilid kedua Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menduduki posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Anies Baswedan.

Karirnya di UMM benar-benar dimulai dari bawah, hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Pembantu Rektor III pada 1984, selanjutnya PR I dan pada 2000 hingga 2016 menjabat sebagai rektor perguruan tinggi swasta terkemuka itu.

Pak Hadjir –demikian ia akrab disapa-, memperoleh gelar sarjana di IKIP Negeri Malang (kini Universitas Negeri Malang/UM) pada 1982. Untuk pendidikan Strata 2 diselesaikan di Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, dan pada 1996 memperoleh gelar Magister Administrasi Publik (MAP).

Sementara pendidikan Strata 3 konsentrasi pada Jurusan Ilmu-ilmu Soaial, hingga akhirnya memperoleh gelar doktor bidang sosiologi militer di Program Doktor Universitas Airlangga. Muhadjir juga beberapa kali mengikuti kursus di luar negeri, antara lain pada 1993 di National Defence University, Washington DC, dan pada 1991 di Victoria University, British Columbia, Kanada.

Lelaki yang akrab dengan wartawan itu juga dikenal sebagai kolumnis. Banyak hal dia sorot secara kritis, mulai masalah agama, pendidikan, sosial, politik, hingga kemiliteran.Kepiawainnya menulis bias dimengerti, karena ia berpengalaman sebagai wartawan (saat mahasiswa), bahkan membidani lahirnya Koran kampus ‘Komunikasi’, di tempat ia kuliah dan mengajar (UM), serta koran Bestari milik UMM.

Setelah tidak menjabat sebagai Rektor, Muhadjir dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, membidangi masalah pendidikan, penelitian, pengembangan dan kebudayaan, hingga saat ini.

Pengabdian lelaki kelahiran Madiun, 29 Juli 1956 itu pada dunia pendidikan memang tidak diragukan lagi. Porto polio keberhasilannya sudah sedemikian dikenal publik.

Muhadjir merupakan putra ke-6 dari 9 bersaudara, putra dari pasangan Soeroja dan Sri Soebita. Dia menikah dengan Suryan Widati SE MSA Ak yang hingga kini juga masih tercatat sebagai dosen Poltek Negeri Malang, dikaruniai tiga putra, Muktam Roya Azidan, Senoshaumi Hably, dan Harbantyo Ken Najjar.