Laskar Hijau Focus Lestarikan Hutan dan Mata Air

Daniel (anja)

MALANGVOICE – Berkurangnya sumber mata air, membuat sejumlah pemerhati lingkungan melakukan gerakan perubahan. Salah satunya Laskar Hijau Simpul Malang, aliansi yang memperjuangkan konservasi hutan dan mata air.

“Aliansi kami bentuk setelah ada sekumpulan orang melakukan konservasi di Gunung Lemongan. Mereka menemukan fakta bahwa dari 50 ranu (sumber mata air) yang tersisa hanya belasan ranu saja. Tugas kami melindungi ranu yang tersisa”, terang Daniel S. Stephanus, relawan Laskar Hijau Simpul Malang.

Daniel prihatin dengan berkurangnya ranu alami akibat aktivitas penggundulan hutan. Hal tersebut berimbas ke penurunan debit air. Sebagai langkah pencegahan, Laskar Hijau menanam bibit pada wilayah yang kritis.

“Kita melakukan sejumlah aksi seperti di Mata air Gemulon, Batu. Di sana, kita memanam seribu bibit. Tepatnya di sekitaran Gunung Arjuno sana”, ujar Daniel

Pada setiap kegiatannya, pihak Laskar Hijau tak ketinggalan berkordinasi dengan pihak Perhutani.