Ini Dia Lima Sumber Air ‘Unik’ di Wisata Boon Pring Andeman

0
912
Sumber Towo

MALANGVOICE – Wisata Boon Pring Andeman yang berlokasi di Dusun Sanan Kerto, Desa Sanan Kerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ternyata bukan hanya gugusan 36 jenis bambu yang membuat penampilannya bak hutan bambu di Jepang

Wisata alam ini menyimpan lima sumber alias mata air. Pemandu wisata sekaligus pengelola tempat ini, Suyitno, merinci kelima sumber itu adalah Sumber Towo, Seger, Maron, Krecek dan Sumber Gatel.

“Masing-masing sumber punya keunikannya sendiri Mbak,” jelas dia saat memandu MVoice berwisata keliling Boon Pring.

Sumber Maron
Sumber Maron
Sumber Gatel merupakan sumber yang berada di dalam Sendang Krapyak yang masih berada di kawasan Boon Pring.

Uniknya, sumber ini bukannya muncul ke permukaan tanah, malah memancar dari dalam sendang.

Namanya diambil karena memang jika berendam di sumber ini, badan akan menjadi gatal-gatal.

“Saya pernah mencoba berendam dan ternyata memang benar sampai gatal-gatal dan kulit jadi merah-merah. Seminggu warna merahnya nggak hilang,” jelas laki-laki yang sudah 46 tahun tinggal di kawasan ini.

Tapi jangan khawatir jika sudah terkena gatal dari sumber ini, sebab penawarnya juga ada di tempat ini, Sumber Towo yang berlokasi di dalam hutan bambu.

Sumber Seger
Sumber Seger
“Sumber ini merupakan sumber tertua, airnya diambil pertama kali dalam ruwatan Suro di Kabupaten Malang. Berdasarkan kepercayaan, bisa mengobati berbagai macam penyakit,” jelas dia.

Bahkan, menurut cerita Suyitno, yang memanfaatkan air sumber ini bukan hanya warga Turen saja. Orang-orang Kalimantan juga memanfaatkan sumber ini.

“Kemarin ada orang datang ke sini, syukuran karena anaknya sembuh dari sakit kulit setelah mandi dan minum dari air ini,” jelas dia.

Sumber lain lagi adalah Sumber Seger, dinamakan Seger karena memang airnya jernih dan segar, serta langsung dapat diminum.

Air sumber ini dipercaya bisa mengobati sakit linu-linu dan rasa pegal-pegal di badan.

“Kalau pagi ada orang mandi di grojokan ini,” jelas dia.

Sementara Sumber Maron, berbeda dengan yang ada di Kecamatan Pagelaran.

Sumber yang ada di Boon Pring ini cukup unik dan menjadi pertanda musim kemarau atau hujan.

Warga sekitar Boon Pring memanfaatkan aliran sumber ini sebagai pertanda pergantian musim.

“Sumber ini aneh Mbak. Kalau musim kemarau seperti sekarang airnya malah nggak keluar, walau sumber yang lainnya keluar air. Tapi kalau musim hujan airnya baru keluar,” jelas dia.

Sumber terakhir adalah Sumber Krecek, dinamakan demikian karena suara aliran airnya yang menimbulkan bunyi ‘krecek-krecek’, dengan volume kecil apapun musimnya.