Anton: Sinergitas Akademisi, Birokrasi dan Bisnis Rumus Kota Kreatif

0
30
HM Anton saat membuka Mafifest di UMM.

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, menegaskan, dalam era digital saat ini, para pelaku industri kreatif dan pemerintah harus berkolaborasi dengan baik, agar bisa bersaing dengan negara lain.

“Kota kreatif ada sinergi dengan akademisi, dan juga ada dukungan dari birokrasi para pebisnis mampu membentuk industri kreatif,” kata Anton saat membuka Malang Film Festival (Mafifest) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sore ini.

Ditunjuknya Kota Malang sebagai tuan rumah Indonesia Creative Cities Conference (ICCC), menunjukkan jika komitmen menumbuhkan ekonomi kreatif ini didukung sepenuhnya pemerintah.

Melalui, Malang Creative Fusion (MCF), semua potensi industri kreatif khususnya dunia perfilman bisa difasilitasi dengan baik termasuk Kine Club UMM selaku penyelenggara Mafifest yang fokus dalam dunia perfilman.

“Negara maju memberikan peluang pada anak mudanya dengan baik sebagai penyangga ekonomi,” ujarnya.

Dikatakan pula, film sebagai salah satu subsektor dari 16 sektor industri kreatif ini perlu diwadahi dan akan diberikan dukungan penuh, utamanya dalam hal permodalan.

“Industri kreatif untuk perfilman, pemerintah gak kuat kasih modal, tapi kita menjembatani untuk mencetak para sineas dan animator yang handal,” tukasnya.

Rektor UMM, Fauzan, mengatakan, Kine Club selama ini berhasil menciptakan sineas handal baik tingkat lokal dan nasional. “Film merupakan media untuk menyampaikan gagasan dan kritik,” kata Fauzan.

Sementara itu, Direktur Malang Film Festival (Mafifest), Abdul Hafidz, Mafifest mendapat penghargaan terbaik, tentunya harus kita apresiasi. “Mafifest sebagai festival film tertua yang digelar mahasiswa memiliki dampak terbaik,” kata Abdul Hafidz.

Sebanyak 278 film pendek yang terbagi dalam empat kategori masing-masing fiksi pendek pelajar dan mahasiswa serta film dokumenter pelajar dan mahasiswa turut andil dalam Mafifest tahun ini.

Film tersebut diambil dari beberapa karya sineas Kota Malang maupun dari luar daerah. Penilaiannya akan dilakukan berdasar kategorisasi dan juga isu terkini yang dibawa oleh para sineas.