Warga Bareng Tolak Pembangunan SPBU Shell

Ketua LPMK Kelurahan Bareng, Arif Wahyudi. (Lisdya)
Ketua LPMK Kelurahan Bareng, Arif Wahyudi. (Lisdya)

MALANGVOICE – Warga Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, khususnya warga Bareng Tenes menolak pembangunan SPBU Shell dan gerai Indomaret tepat di sebelah MOG, sebab pembangunan dianggap mematikan bisnis usaha kecil warga sekitar.

Ketua LPMK Kelurahan Bareng, Arif Wahyudi, mengatakan, pembangunan yang dilakukan PT. Petrolux Arya Mandala itu bisa mematikan bisnis warga Bareng.

“Di depan SPBU itu kampung, dan di dalam kampung itu ada para pedagang kecil. Mereka khawatir bila ada toko modern di depan gang, usaha mereka mati,” ujar Arif kepada MVoice, Jum’at (28/7).

Ditambahkan Arif, jika warga sudah melaporkan kepada Komisi C DPRD Malang beberapa waktu lalu. Tak lama, komisi C menindaklanjuti laporan yang ada, dan ditemukan pembangunan itu tidak berizin.

“Kalau masalah perizinan bukan urusan kami, yang jadi masalah mereka tidak pernah berbicara dengan kami. MOG sendiri setiap kali ada perubahan atau pembangunan selalu berbicara dengan kami,” katanya.

Pertimbangan lain warga menolak pembangunan SPBU Shell, yakni terkait masalah lalu lintas (lalin). “Harus dilihat juga dampak lalu lintas, pasti akan semakin macet. Di depan itu ada MOG, SMPN 6 kalau buyaran sekolah pasti macet parah, apalagi kalau dibangun SPBU lagi di situ,” tegasnya.

Arif mewakili warga juga mempertanyakan apakah pembangunan SPBU dan toko modern itu sudah melewati proses Amdal Lalin. “Ini yang jadi masalah, apakah amdal lalinnya sudah jelas atau justru tidak ada,” pungkasnya.(Der/Aka)