Upacara di Lemjiantek, Cahyo Bacakan Sambutan Menpora

Beberapa pemuda berpakaian adat mengiringi pembacaan hasil kongres Sumpah Pemuda. (fathul)

MALANGVOICE – Peringatan ke-87 Sumpah Pemuda, di Lapangan Lemjiantek, Pendem, Kota Batu, pagi ini, diarahkan untuk penyelamatan bumi dari berbagai kejahatan yang terjadi, merujuk pada kebakaran hutan dan bencana kabut asap di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

Pemuda harus menjadi pelopor dan ambil bagian dalam penanganan kedua tragedi itu. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dalam sambutan yang dibacakan Ketua DPRD Kota Batu, Cahyo Edy Purnomo, dimulai dengan cuplikan kata-kata Soekarno untuk memberikan semangat pada pemuda.

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia,”.

“Kita memiliki bonus demografi, jumlah pemuda lebih banyak dari pada usia lanjut. Karena sesuai data BPS 2013, usia produktif berjumlah 118 juta orang,” ungkap Cahyo Edy Purnomo, membacakan sambutan Menpora.

Pemuda saat ini, harus memiliki kemandiriian dalam pengambilan keputusan terbaik tanpa tergantung kehadiran orang tua dan negara. Karena itu, pemuda harus dapat berkontribusi terhadap kejayaan Indonesia.

“Sudah tidak eranya pemuda dikekang dan diawasi, tapi saatnya diberi pendampingan dan motivasi agar dapat berhimpun untuk revolusi mental menuju satu aksi untuk bumi sesuai dengan kemampuan,” lanjutnya.

Upacara diikuti ratusan peserta terdiri dari TNI, Polri, organisasi kepemudaan se Kota Batu, Korpri, dan puluhan siswa. Satu peleton siswa juga hadir memakai pakaian adat perwakilan suku di Indonesia.