Tingkatkan Kualitas Perfilman Nasional, Kemendikbud Gandeng Instansi Sekolah

Aktris Senior Niniek L. Karim membuka Rapat Koordinasi (rakor) Pengembangan Perfilman Indonesia didampingi Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, di PPPPTK PKn dan IPS, Pendem Batu, Selasa (13/2) (Aziz / MVoice)
Aktris Senior Niniek L. Karim membuka Rapat Koordinasi (rakor) Pengembangan Perfilman Indonesia didampingi Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, di PPPPTK PKn dan IPS, Pendem Batu, Selasa (13/2) (Aziz / MVoice)

MALANGVOICE – Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbangfilm Kemendikbud) melaksanakan Rapat Koordinasi (rakor) melibatkan instansi sekolah hingga para aktor perfilman. Intinya menggodok strategi peningkatan kualitas film dalam negeri.

Mengangkat tema “Kerja Bersama Memajukan Perfilman Indonesia”, rakor kali ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pusat dengan daerah; khususnya mengenai kebijakan perfilman.
Selain diikuti asosiasi, komunitas, dan pegiat perfilman seperti Slamet Raharjo dan Niniek L.

Karim, rakor juga mengikutsertakan unsur legislatif Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan provinsi. Beberapa kementerian dan lembaga negara sebagai peserta maupun narasumber, di antaranya Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Badan Perfilman Indonesia (BPI), Lembaga Sensor Film (LSF), serta Perusahaan Film Nasional (PFN).

“Rakor ini harus serius membicarakan urusan perfilman. Bukan hanya sekadar jadi tontonan melainkan juga tuntunan,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi membuka acara.

Didik melanjutkan, dalam tiga tahun terakhir perfilman nasional menunjukkan trend positif. Pertama, menurutnya, kuantitas film semakin banyak, semangat pegiat film meningkatk, lalu di setiap bioskop saat ini tidak lagi dominasi luar negeri.

“Ke depan kami tidak ingin dunia seni perfilman ini kehabisan pekerja film handal. Mulai penulis naskah, sutradara, dan produser. Tentu ini pekerjaan tidak ringan,” urainya

“Maka ini perlu diskusi dalam rakor ini dan sinkronkan, agar perfilman kita jadi tuan di negeri sendiri,” tukasnya.

Kepala Pusbangfilm, Maman Wijaya menambahkan, bahwa perfilman nasional sedang bangkit. Menurutnya, hal itu nampak dari meningkatnya antusiasme masyarakat untuk menonton film produksi anak negeri.

“Dari data yang dihimpun sampai tahun 2017, jumlah penonton film Indonesia mencapai empat puluh dua juta orang, dan jumlah layar juga semakin diperbanyak.” ujar Maman Wijaya.

Beberapa topik besar yang dibahas dalam rakor di antaranya mengenai Kebijakan Perfilman; Pengembangan Apresiasi Film; Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Perfilman dan Komunitas Perfilman; serta Data Perfilman dan Rencana Induk Perfilman Nasional (RIPN).(Der/Ery)